atas1

Kementerian PPPA Pilih Sleman untuk Studi Banding

Rabu, 31 Jul 2019 | 20:52:49 WIB, Dilihat 589 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


Kementerian PPPA Pilih Sleman untuk Studi Banding Studi banding Kementerian PPPA RI di Kabupaten Sleman, Rabu (31/7/2019). (istimewa)

Baca Juga : Pegiat Seni dan Budayawan Peroleh Penghargaan


KORANBERNAS.ID -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding terkait Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PP TPPO).

Rombongan Kementerian PPPA bersama 31 perwakilan tiap kabupaten/kota tergabung dalam “Agen Perubahan” diterima di Aula Dinas P3AP2KB Sleman, Rabu (31/7/2019).

Usai diskusi dengan narasumber Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini MKes dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dra Kumala Retno Budi Rahayu, kegiatan dilanjutkan meninjau Layanan Publik Puspaga atau Pusat Pembelajaran Keluarga dan UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pencegahan Perdagangan Orang Kementerian PPPA Dinno Ardianan selaku ketua rombongan menjelaskan, tindak pidana perdagangan orang selama ini lebih banyak ditangani pada persoalan di hilir.

Artinya sangat sedikit program dan kegiatan untuk mencegah  jatuhnya korban  atau calon korban.

“Salah satu yang harus dilakukan adalah dengan membangun kepekaan warga terhadap bahaya tindak pidana perdagangan orang, seperti apa yang sudah dilakukan di Kabupaten Sleman,” katanya.

Dia berharap seluruh peserta menggali informasi sebanyak mungkin kemudian diterapkan dan dimanfaatkan di desanya masing-masing.

Alasan memilih Sleman menjadi tujuan studi banding karena kabupaten ini telah meraih beberapa penghargaan terkait Perlindungan Perempuan dan Anak.

Di antaranya, Kelembagaan  UPTD  PPA  Tingkat  Kabupaten terbaik, Puspaga  Mandiri  Terbaik  tingkat  Kabupaten. “Terlebih Sleman mampu mempertahankan Penghargaan KLA kategori Nindya,” ujarnya.

Mafilindati Nuraini menjelaskan pihaknya melalui kelembagaan-kelembagaan yang dibentuk hingga tingkat desa terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan TPPO.

"Contohnya di Kampung Ramah Anak Dusun Leles Kecamatan Depok Sleman, kampung Ramah Anak tersebut dapat terwujud berkat kerja sama dan kesadaran masyarakat akan perlunya pemenuhan dan perlindungan hak anak," katanya.

Guna memerangi  TPPO Dinas P3AP2Kb Sleman juga memiliki payung hukum Perda Kabupaten Sleman No 18 Tahun 2013 tentang Penyenggaraan Perlindungan Anak, Perda No 2 Tahun 2017 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan dan Perbup No 18 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Gender. (sol)



Rabu, 31 Jul 2019, 20:52:49 WIB Oleh : Nila Jalasutra 620 View
Pegiat Seni dan Budayawan Peroleh Penghargaan
Rabu, 31 Jul 2019, 20:52:49 WIB Oleh : Nanang WH 654 View
Pencuri Nafkahi Keluarganya dengan Uang Receh
Rabu, 31 Jul 2019, 20:52:49 WIB Oleh : Nila Jalasutra 760 View
Saya Lihat Merapi Sangat Dekat Sekali..

Tuliskan Komentar