Selasa, 21 Sep 2021,


kembar-siam-di-sardjito-belum-bisa-dipisahkan Bayi kembar siam atas nama Fitri Rahmawati (FR) dan Fitri Sakinah (FS) dirawat di RSUP Dr Sardjito. (istimewa)


asmani
Kembar Siam di Sardjito Belum Bisa Dipisahkan

SHARE

KORANBERNAS.ID -- RSUP Dr Sardjito sejak 2015 menangani bayi kembar siam atas nama Fitri Rahmawati  (FR) dan Fitri Sakinah (FS). Putri pasangan SP (32) dan SH (30) tersebut merupakan pasien rujukan dari RSU Kutacane, Aceh Tenggara, Banda Aceh sejak 27 Juni 2015.


Namun hingga saat ini, kedua bayi yang lahir pada 2 Mei 2015 tersebut belum bisa dipisahkan. Sebab kelahiran bayi tersebut melalui sectbio caesarea (sc), dengan kondisi kedua bayi tersebut dempet kepala di bagian pariental.


Ketidakadaan fasilitas dan dokter spesialis bedah syaraf di RS Kutacane membuat kedua bayi itu awalnya dirujuk ke RSU Banda Aceh. Namun setelah dirawat selama 33 hari. keduanya dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto  pada 16 Juni 2015 untuk penangan lebih lanjut. Dalam perkembangannyal mereka kemudian dirujuk lagi ke RSUP Sardjito hingga saat ini.

Endro Basuki tim medis bayi FR dan FS RSUP Dr Sardjito kepada wartawan di RS setempat, Senin (15/10/2018) menuturkan, perawatan di RS tersebut targetnya bukan untuk memisahkan keduanya, karena resikonya tinggi.


“Kedua bayi tersebut tulang kepalanya bersatu juga memiliki satu pembuluh darah yang sama,” terangnya.

Karena itulah FR dan FS saat ini belum dipisahkan. Padahal tim dokter sudah pernah membawa keduanya ke RS di Amerika Serikat namun juga belum bisa dipisahkan.

“Kami mengumpulkan bukti-bukti medis untuk ketentuan berikutnya. Apakah diperlukan operasi pemisahan atau tidak, yang penting hak hidup keduanya,” tandasnya.

Sunartini Hapsara, Ketua tim medis FR dan FS RSUP Dr Sardjito, menambahkan penanganan bayi itu melibatkan kerjasama tiga rumah sakit, yakni RSUP Sardjito Yogyakarta, RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan RSUD Zaenal Abidin Banda Aceh.

Sunarti bercerita, kedua bayi tersebut sekarang ini sudah bisa memilih pakaian dan sepatu. Keduanya juga sudah dicoba bersosialisasi di ruang kesehatan anak RSUP Sardjito Yogyakarta. Pihakya juga bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak DIY.

“Anak ini kami siapkan untuk keluar, karea dia harus mengenal sekitarnya juga belajar taman pendidikan Al-Quran (TPA),” katanya.

Damayati, psikolog yang mendampingi  FR dan FS mengatakan kedua bayi yang sekarang berusia sekitar 3,5 tahun itu tumbuh kembangnya cukup baik. Pihaknya memberikan dukungan moral kepada kedua orangtua dan kakaknya yang sewaktu kelahiran FR dan FS.

“Kemampuan kedua bayi tersebut sekarang bisa diatas rata-rata,” kata dia.

Lanjut Damayati, FR dan FS pun mulai memiliki kemauan sendiri-sendiri. Untuk itu pihaknya memberikan edukasi kepada pengasuhnya agar bisa menangani bayi ini dengan baik.

“Pelan-pelan kita ajarkan pada mereka berdua agar mau bertenggang rasa, ini perlu diselaraskan.  Kami juga sudah mengujicoba keduanya untuk bersosialisasi dengan anak-anak lain, tetapi kedua saudara kembar ini tampak takut. Untuk sosialisasi perlu dibantu lingkungan, tetapi jangan sampai kondisi bayi kembar siam ini jadi tontonan,” jelasnya.(yve)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini