Selasa, 21 Sep 2021,


keluarga-gotong-bani-seventeen-ke-peristirahatan-terakhirBupati Sleman(kiri) bersama keluarga Bani, gitaris Band Seventeen memberikan penghormatan terakhir sebelum peristirahatan terakhir di Gamping Tengah Rt 04, Rw 15, Senin (24/12/2018). (w asmani/koranbernas.id)


asmani
Keluarga Gotong Bani Seventeen ke Peristirahatan Terakhir

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Rumah Fajar Wibawa, orang tua almarhum(alm) Muhammad Awal Purbani atau Bani, gitaris Band Seventeen di Gamping Tengah Rt 04, Rw 15 dipadati para pelayat, Senin (24/12/2018). Rumah yang terletak di gang selebar tiga meter tidak muat menampung banyaknya pelayat yang berasal dari keluarga, tetangga, sahabat dan para penggemar yang tumpah ruah memadati rumah tersebut. Sedangkan Marjina, ibu dari almarhum Bani, lemah dan hanya duduk di temani keluarga sembari menerima ucapan belasungkawa dari para peziarah.


Mereka sengaja memberikan penghormatan terakhir pada almarhum Bani Seventeen yang menjadi korban tsunami di pantai Carita Padeglang, Banten Tangerang (22/12/2018) saat melakukan konser. Fajar dengan tengar menerima ucapan belasungkawa dari para peziarah yang datang silih berganti.
Para peziarah bergantian terus mensholati jenasah almarhum sampai waktu pemakaman tiba.

  • Jelang Perayaan Natal, Gereja Disterilisasi
  • Persoalan di Jogja Jadi PR Besar

  • Ada hal yang menyentuh hati dalam pemakaman kali ini. Keluarga dan sahabat menolak menggunakan kereta dorong yang biasa di pergunakan untuk mengantar jenasah ke peristirahatan terakhir. Mereka ingin menggotong sendiri jenasah almarhum Bani sampai peristirahatan terakhir.

    "Saya ingin ikut menggotong jenasah sahabat saya (alm Bani), sampai ke peristirahatan terakhir," ujar teman sekolah almarhum yang enggan disebut namanya.

  • Wartawan koranbernas.id Menangi Juara Lomba Menulis Wisata
  • Ada Bunga Raksasa di Paseban

  • Paman dari alm Bani Seventeen, Marjiono kepada koranbernas.id menuturkan jika dirinya tidak memiliki firasat apapun.

    "Saya tidak mendapat firasat apa-apa, karena memang saya kurang dekat dengan almarhun, tetapi kalau kakak saya (ibu alm Bani), mungkin ada firasat, karena almarhum bani sangat dekat dengan ibunya," terang Marjiono.

    Menurut Marjiono, almarhum meninggalkan seorang istri, dr Cindri Wahyuni yang bertugas di Puskesmas Godean, Sleman dan seorang anak, Kirana yang berusia 2 tahun.

    "Istri almarhum juga sedang mengandung tiga bulan," jelasnya.

    Disinggung kesan terakhir dari almarhum Bani Seventeen, sang paman melihat perubahan yang baik waktu-waktu terakhir sebelum meninggal.

    "Akhir-akhir ini keponakan saya tersebut, ibadahnya lebih rajin. Saya ketemu alhamhum sudah agak lama, karena yang bersangkutan jadwalnya konsernya padat, jadi sering keluar kota," paparnya.

    Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir melayat menyampaikan bela sungkawa. Bupati Sleman, juga memintakan maaf almarhum jika ada kesalahan dan kekuranhgannya.

    "Jika almarhum ada kesalahan mohon dimaafkan dan kita doakan semoga Muhammad Awal Purbani husnul khotimah. Kebaikan-kebaikan dari almarhum, semoga ahli warisnya bisa melanjutkannya," papar Sri Purnomo seraya menambahkan, masyarakat Sleman kehilangan putra terbaiknya.

    Setelah sambutan dari Bupati Sleman Sri Purnomo, jenasah alm Bani Seventen di berangkatkan kepemakaman umum di Wisma Loyo pukul 13.00.(yve)


    TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini