Minggu, 01 Agu 2021,


kasus-covid19-di-gunungkidul-belum-redaKetua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memimpin rapat penanganan Covid-19. (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Kasus Covid-19 di Gunungkidul Belum Reda

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bersama DPRD terus melakukan berbagai upaya sehubungan kasus Covid-19 di wilayah ini belum reda namun justru semakin menakutkan.


Pekan ini, kasus baru Covid-19 di Gunungkidul meledak. Kamis (17/6/2021), terdapat tambahan 144 warga konfirmasi positif, tiga orang di antaranya meninggal dunia. Sehari sebelumnya tercatat 104 penderita, enam orang di antaranya meninggal dunia.


Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati, mengakui pihaknya menerima hasil laboratorium sebanyak 144 kasus baru positif Covid-19. “Jumah tersebut tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia,” kata Dewi Irawati di ruang rapat utama DPRD Gunungkidul, Kamis (17/6/2021).

Pihaknya juga melaporkan, sebanyak 34 pasien sembuh. Penambahan ini membuat angka kumulatif konfirmasi positif Covid-19 Gunungkidul menembus 4.109 kasus.


Jika dirinci, sebanyak 3.073 kasus sudah dinyatakan sembuh dan sebanyak 184 kasus meninggal dunia. Sedangkan kasus aktif atau dalam perawatan mencapai 852. “Sebanyak 805 kasus aktif kini menjalani isolasi mandiri, sisanya perawatan di rumah sakit karena bergejala,” jelasnya.

Menurut Dewi, angka kematian karena Covid-19 di Gunungkidul terbilang tinggi, yaitu sekitar 4,5 persen dari keseluruhan kasus. Kini hampir setiap hari ada laporan kasus meninggal dunia dari konfirmasi positif.

Dia mengungkapkan saat ini setidaknya ada 11 klaster yang bersifat aktif, atau masih ada kasus positif di sana. Klaster ini menyebar di Kapanewon Playen ada 3 klaster, Panggang, Karangmojo, Nglipar ada 4 klaster, Tanjungsari dan Tepus, masing-masing 1 klaster. "Saat ini kami juga sedang melakukan tracing  atau pelacakan di kawasan Pantai Drini," ungkapnya.

Semakin banyak klaster yang terungkap maka akan semakin membantu pihaknya melakukan penanganan, terutama bagi Pemkab dalam membuat kebijakan.

Terpisah, Direktur RSUD Wonosari dr Heru Sulistyowati menyatakan saat ini tempat tidur bagi pasien konfirmasi positif mulai penuh. Pihaknya baru saja menerima dua pasien baru. “Ada rujukan dari Playen dan Nglipar,” jelasnya.

RSUD Wonosari menyediakan sebanyak 44 tempat tidur secara keseluruhan. Saat ini tinggal  tersisa dua tempat tidur. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini