Kamis, 23 Sep 2021,


kasihan-kalah-lomba-anakanak-dimarahiPeserta foto bersama saat menerima piagam penghargaan sebagai pendongeng cilik di acara Awicarita Festival di Joglo Onta Gembira Loka Zoo Sabtu (03/11/2018). (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


ronnee
Kasihan, Kalah Lomba Anak-anak Dimarahi

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Dua kali sukses digelar, tahun ini sayembara pendongeng cilik hadir lagi. Awicarita Festival namanya. Awicarita adalah bahasa Sanskerta yang berarti penutur, pencerita atau pendongeng.


Salah seorang penggagas Awicarita Festival sekaligus pentolan Rumah Dongeng Mentari, Ayu Purbasari, menyampaikan sayembara ini dibuat untuk memberikan panggung kepada anak untuk bercerita serta memberikan pengalaman bertutur sejak dini.

  • Sleman Juara Umum MTQ Pelajar DIY
  • Audisi Liga Dangdut Indonesia Digelar di Yogyakarta

  • Sayembara Pendongeng Cilik dikemas sedemikian rupa supaya peserta merasa nyaman dan lebih merasakan pengalaman berkolaborasi, saling mengapresiasi bukan kompetisi.

    "Konsep kali ini benar-benar beda dari tahun sebelumnya. Kali ini kami tidak memilih pemenang, tidak ada juara satu dan seterusnya. Kami memilih sepuluh pendongeng cilik untuk kami pentaskan di sini. Semua bagus, semua punya kelebihan masing-masing," terang Ayu kepada koranbernas.id di sela-sela gelaran Awicarita Festival di Gembira Loka Zoo, Sabtu (03/11/2018).

  • Kesuksesan Dimulai dari Tempat Tidur
  • Zonasi Hapuskan Kastanisasi Sekolah

  • Untuk mengikuti festival ini peserta hanya perlu mengunggah video mendongeng mereka ke instagram dan menandai Awicarita Festival sepanjang 20-26 Oktober 2018.

    Panitia menyeleksi video berdurasi satu menit itu untuk tampil di panggung Awicarita Festival.

    Menurut Ayu, belajar dari pengalaman festival sebelumnya, panitia tidak menjadikan festival ini laiknya sebuah kompetisi pencarian juara.

    “Masih banyak orang tua teman-teman cilik kita yang punya mindset anakku paling apik dan anakku kudu menang, hal ini memprihatinkan,” kata dia.

    Selain merepotkan, para juri juga kasihan menyaksikan anak-anak didikte agar selalu menang lomba, bahkan mungkin dimarahi saat kalah.

    Ayu menambahkan, tidak ada tema khusus buat pendongeng cilik yang mengikuti Awicarita Festival ini.

    "Kami sengaja membiarkan anak sebebas-bebasnya mengekplorasi imajinasi dan kemampuan bercerita mereka, karena masing-masing anak punya cara dan keunikan sendiri," ungkapnya.

    Puncak Awicarita Festival ini digelar Minggu (11/11/2018) di Sekolah Hutan Pinussari Imogiri Bantul.

    Kemah dongeng yang rencananya dibuka GKR Hemas ini juga menampilkan pendongeng dari luar negeri, Giovanna Conforto (Itali) dan Richard Dian Villar (Filipina).

    Digelar pula workshop bercerita oleh Rumah Dongeng Mentari dan teman-teman komunitas dongeng nasional.

    "Silakan datang, cukup bawa tiga buah buku, novel anak, komik anak, ensiklopedi, buku gambar dan buku mewarnai. semua buku ini akan disebarkan ke komunitas buku yang ada di Yogyakarta," kata Ayu. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini