Selasa, 21 Sep 2021,


karya-mebel-diy-merebut-pasar-duniaMebel dan aksesoris bernilai seni tinggi dipamerkan di event Saexpo. Pameran ini berlangsung di JEC hingga 29 Oktober 2018. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Karya Mebel DIY Merebut Pasar Dunia

SHARE

KORANBERNAS.ID – Event Saexpo (Stock Sales Exhibition) 2018 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Kamis (25/10/2018).


Pameran yang didukung Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) serta Asmindo tersebut berlangsung lima hari hingga 29 Oktober 2018.

  • UMKM Indonesia Rajai Pasar Online, Ini Caranya
  • Kenali Asuransi yang Sehat, Bukan Bodong

  • Kali ini peserta sejumlah 140 UMKM mebel dan kerajinan dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Ketua SC Saexpo, Dr Timbul Raharjo M Hum, menjelaskan Saexpo digelar berkolaborasi dengan Pameran Produk Ekspor Daerah (PPED) yang digelar Disperindag DIY. Adapun target market pameran ini adalah lokal dan ekspor,

  • Bisnis Fashion Sulit Hindari Plagiasi
  • Nella Kharisma Meriahkan Pengundian Tabungan Sutera Bank BPD DIY

  • “Produk berkualitas ekspor dengan harga terjangkau yang dipamerkan berciri khas bahan terutama kayu jati untuk mebel community ekspor. Dari 500 buyer mancanegara yang dihubungi hampir 100 buyer menyatakan menghadiri Saexpo,” ujarnya.

    Apalagi pada saat yang sama berlangsung pameran internasional di Jakarta yakni Trade Expo Indonesia (TEI).

    Menurut Timbul, bulan Oktober merupakan putaran kedua kunjungan buyer mancanegara ke Indonesia setelah putaran pertama di bulan Maret.

    Umumnya mereka melakukan visit factory ke wilayah DIY dan Jateng serta dipastikan berkunjung ke pameran ini.

    Selama ini wilayah DIY, Jateng dan Jatim merupakan basis terbesar UMKM mebel dan kerajinan berbahan kayu jati terbesar di Indonesia.

    Tiga daerah itu menjadi destinasi yang memiliki sumber daya, bahan dan keterampilan membuat seni mebel dan kerajinan.

    SDM-nya pun memiliki kreativitas tinggi sehingga mampu menghasilkan karya mebel dan kerajinan yang dapat merebut pasar dunia.

    Pada event Saexpo antara lain dipamerkan produk mebel dan home accessories seperti kursi, dinning table, cabinet, wall accessories, table ware dan karya seni.

    Seremonial pembukaan Saexpo 2018. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Tersedia pula lukisan yang menarik dari para seniman yang tergabung dalam Asosiasi Perupa Republik Indonesia (Aperi) dan Asosiasi Kriyawan Indonesia (Askrina). Harganya pun terjangkau.

    Lukisan dan karya kriya menjadi salah satu daya tarik sebab bisa dijadikan investasi seni yang makin tinggi nilainya.

    Yang menarik, pada pameran Saexpo ini ada diskon 20 sampai 40 persen dari harga sebenarnya. Selain itu, juga ada tambahan diskon terutama bagi komunitas atau profesi tertentu misalnya ASN, tentara, asosiasi hotel, dokter. Semua itu bisa diperoleh dengan cara menunjukkan bukti diri.

    Ke depan Saexpo diproyeksikan menjadi pameran penting. “Saexpo bisa menjadi pameran terbesar di setiap bulan Oktober yang dihadiri para pembeli dari dalam dan luar negeri,” kata Timbul.

    Mengingat Saexpo baru pertama kali digelar, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menegaskan perlu ada keberlanjutan dari gelaran acara tersebut.

    Keberlanjutan dari sebuah kegiatan yang bermanfaat itu sangat penting, bahkan dapat diperluas hingga bisa melibatkan lebih banyak pihak.

    “Harapan saya ada keberlanjutannya. Pemerintah dengan segala keterbatasannya pasti juga akan mengambil peran. Misalnya saja, kegiatan ini sudah melibatkan koperasi, jadi Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang mengurusi koperasi bisa diajak serta,” tuturnya. (sol)


    TAGS: pasar ekonomi 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini