atas1

Karena Sate, Pondok Pesantren Rodhathul Ulum Geger

Kamis, 04 Apr 2019 | 09:43:45 WIB, Dilihat 5491 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Karena Sate, Pondok Pesantren Rodhathul Ulum Geger Sate yang dijadikan barang bukti kasus dugaan keracunan puluhan santri di Karangtanjung, Kebumen. (Humas Polres Kebumen)

Baca Juga : DPC PDIP Jenguk Korban Pengeroyokan


KORANBERNAS.ID--Pengasuh Pondok Pesantren Rodhathul Ulum, di Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Selasa (2/4/2019) malam disibukan dengan kejadian puluhan santri mengeluh mual.

Diduga mereka keracunan, setelah santri makan sate sumbangan dari sebuah panti di Kecamatan Kebumen.

“Sampai Rabu malam ada 55 orang santri yang diduga keracunan setelah makan sate,“ kata Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno dalam siaran persnya yang diterima koranbernas.id, Rabu (3/4/2019) malam.

Ke-55 orang telah menjalani perawatan. Sebanyak 48 orang dirawat jalan dan inap di Rumah Sakit dr Soedirman Kebumen. Tujuh orang dirawat di Klinik Siti Khotijah. Mereka menjalani rawat inap dan jalan.

Menurut Suparno yang mengutip pengelola Panti Nurul Barokah, Fatahudin, pemberi sumbangan sate kambing dan nasi putih, pondok menerima sumbangan 90 paket sate dan nasi putih dari Panti Nurul Barokah, Selasa (2/4/2019) siang.

Panti tidak memasak sendiri melainkan memesan sate dan gulai kambing di sebuah warung sate di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen.

“Penderita masih diobservasi RSUD Kebumen,“ kata Suparno.

Dari observasi ini baru diketahui penyebab santri mengalami mual dan pusing. Beberapa sample nasi dan sate yang belum dikonsumsi sudah diamankan petugas untuk keperluan penyelidikan. (SM)



Kamis, 04 Apr 2019, 09:43:45 WIB Oleh : W Asmani 521 View
DPC PDIP Jenguk Korban Pengeroyokan
Kamis, 04 Apr 2019, 09:43:45 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1002 View
Berburu Broadway di Kota Batu
Kamis, 04 Apr 2019, 09:43:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 469 View
Slamet Tidak Ingin Kasusnya Dipolitisasi

Tuliskan Komentar