atas1

Kades Punya Peran Penting Cegah Terorisme

Kamis, 01 Agu 2019 | 16:09:45 WIB, Dilihat 792 Kali
Penulis : Sholihul Hadi
Redaktur

SHARE


Kades Punya Peran Penting Cegah Terorisme Peserta Rembug Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DIY mengikuti sesi foto bersama, Kamis (1/8/2019), di The Atrium Hotel and Resort Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Mahasiswa Asal Bantul Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar


KORANBERNAS.ID – Sebagai aparat pemerintah di tingkat paling bawah, kepala desa (kades) maupun lurah beserta perangkatnya memiliki peran penting mencegah penyebaran paham radikal maupun munculnya aksi-aksi terorisme.

Lurah dan kepala desa merupakan ujung tombak yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat serta mengetahui dinamika perkembangan lingkungan di masyarakat.

Inilah yang melandasi diselenggarakannya Rembug Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DIY, Kamis (1/8/2019), di The Atrium Hotel and Resort Yogyakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan FKPT DIY bertema Saring sebelum Sharing kali ini dibuka oleh Kasubag TU Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Ahadi Wijayanto SE.

Peserta yang terdiri dari perwakilan lurah, kades, Babinsa serta Bhabinkamtibmas se-DIY memperoleh pembekalan materi dari narasumber praktisi jurnalistik senior Willy Pramudya dan Drs Hudono.

Ketua FKPT DIY Prof M Mukhtasar Syamsudin M Hum Ph D menyampaikan, aparat di tingkat desa perlu memiliki panduan agar mereka mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun langkah-langkah praktis mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

Pada kegiatan kali ini mereka juga diberikan strategi atau kiat-kiat khusus untuk mengolah informasi agar tidak mentah-mentah dicerna oleh masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan.

Inilah pentingnya untuk memilih dan memilah informasi. “Pada kesempatan ini kita semua mendapatkan pencerahan untuk menyaring informasi sebelum membagi ke kelompok masyarakat atau teman-teman,” kata Mukhtasar.

Menurut dia, FKPT sebagai bentukan dari BNPT sampai detik ini sudah terbentuk di 32 provinsi di seluruh Indonesia kecuali Papua dan Papua Barat.

“DIY sudah dibentuk sejak sembilan tahun lalu. Ketuanya pertama kali Kiai Haji Abdul Muhaimin dari Kotagede,” ungkapnya.

Ahadi Wijayanto menyampaikan sambutan saat membuka acara. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Deteksi

Mewakili Pemerintah DIY, Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyono mengatakan pentingnya fungsi deteksi dan cegah dini.

Dengan terciptanya kebersamaan antara masyarakat dan aparat di tingkat desa maka ancaman akan kemungkinan munculnya aksi terorisme bisa terdeteksi.

Selain kades dan lurah, Pemerintah DIY juga memiliki personel Jaga Warga. “Alhamdulillah sudah terbentuk 400 lebih Jaga Warga berbasis kampung dan pedukuhan,” kata dia.

Menurut dia, terorisme disertai penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan, apalagi merusak fasilitas pemerintahan, selain menimbulkan suasana tidak nyaman dan takut di masyarakat, juga bisa mengganggu jalannya pemerintahan.

Selain melakukan pencegahan, dia sepakat untuk memperkuat kembali fondasi kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu.

Sedangkan Ahadi Wijayanto menyampaikan terorisme saat ini menjadi perhatian dunia karena nyata-nyata melanggar hak hidup nyaman di masyarakat.

Terorisme juga merusak stabilitas negara bahkan bisa menjadi ancaman peradaban modern. Kejahatan terhadap kemanusiaan ini selain meresahkan juga menciptakan ketakutan publik.

FKPT sebagai kepanjangan tangan dari BNPT didorong agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah aksi terorisme yang dampaknya bisa mengoyak persatuan maupun fondasi toleransi.

“Sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat disertai pelibatan aparatur desa merupakan langkah yang tepat untuk mencegah aksi-aksi terorisme,” ujarnya.

Tindakan pencegahan itu antara lain masyarakat didorong agar tanggap terhadap lingkungan sosialnya sehingga tercipta sikap waspada terhadap dinamika di lingkungan sosialnya.

Apalagi mengetahui atau melihat ada kegiatan yang dirasakan mencurigakan, maka wajib melapor ke pihak yang berwenang. (sol)



Rabu, 31 Jul 2019, 16:09:45 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 791 View
Mahasiswa Asal Bantul Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
Rabu, 31 Jul 2019, 16:09:45 WIB Oleh : Nila Jalasutra 653 View
Kementerian PPPA Pilih Sleman untuk Studi Banding
Rabu, 31 Jul 2019, 16:09:45 WIB Oleh : Nila Jalasutra 666 View
Pegiat Seni dan Budayawan Peroleh Penghargaan

Tuliskan Komentar