Sabtu, 27 Nov 2021,


jogja-pelopor-tanda-tangan-digitalR. Purwanto Subroto, Kepala Sub-Direktorat Kerjasama PT Kemenristekdikti memberikan paparan dalam sosialisasi uji coba penggunaan tanda tangan digital pada layanan izin belajar mahasiswa asing di UKDW, Kamis (1/11/2018). (Muhammad Zukhronnee Ms/koranbernas.id)


ronnee
Jogja Pelopor Tanda Tangan Digital

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Yogyakarta sebagai kota pelajar yang memiliki lebih dari 100 perguruan tinggi (PT), masih menjadi daya tarik mahasiswa asing untuk menuntut ilmu. Karenanya kota ini sangat cocok untuk menjadi kota yang dipilih untuk uji coba aplikasi tanda tangan digital pada layanan izin belajar mahasiswa asal luar negeri. Selain koordinasi antar PT yang baik, Yogyakarta juga dipilih karena kontribusi terhadap pengembangan aplikasi ini pun sangat besar.

"Walaupun kita lambat tapi tetap sportif, jadi kalau boleh saya menyampaikan layanan ini bisa tetap eksis karena dukungan terbesar datang dari teman-teman Jogja" papar Crisna Julius, selaku Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan Karir dalam Sosialisasi Uji Coba Penggunaan Tanda Tangan Digital pada Layanan Izin Belajar Mahasiswa Asing di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Kamis (1/11/2018).

Kepada koranbernas.id Crisna yang juga koordinator Operator Layanan Aplikasi Tanda Tangan Digital se-Yogyakarta ini mengaku sudah tiga tahun mengembangkan dan mensimulasi platform ini.
"Kalau gak digenjot ya gak maju-maju, rela meski harus bolak-balik jogja-jakarta," ujarnya.

Sementara R. Purwanto Subroto, Kepala Sub-Direktorat Kerjasama PT Kemenristekdikti mengatakan pengembangan layanan digital ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan layanan terhadap masyarakat khususnya PT. Walau masih terus dikembangkan, aplikasi ini sudah sangat baik.

"Alhamdulillah, aplikasi ini memotong proses yang tadinya bulanan menjadi satu minggu saja," imbuhnya.

Purwanto menambahkan, kedepannya layanan ini akan merata diterapkan diseluruh Indonesia. Sehingga selain menghemat waktu, juga sangat menghemat biaya. Sebab mahasiswa tidak perlu lagi mengirim fisik dokumen asli ke perguruan tinggi yang tersebar di seluruh indonesia.

"Selain berintegrasi dengan perguruan tinggi dan kantor imigrasi, kemenristekdikti juga bekerjasama dengan badan siber dan sandi negara," jelasnya.

Eko Yon Handri, Kepala Seksi Pemenuhan Teknis Sertifikasi Elektronik, Badan Siber dan Sandi Negara meyakinkan tanda tangan digital yang digunakan dalam layanan izin belajar khusus mahasiswa asing ini benar-benar aman dan sangat sulit dipalsukan.

"Sekilas orang akan berpikir bahwa tanda tangan digital ini adalah tanda tangan basah yang di atas kertas lalu diubah menjadi dokumen dengan menggunakan scan atau foto, padahal bukan itu maksudnya. Justru model tanda tangan seperti itu sangat mudah dipalsukan," papar Eko.


Eko menerangkan, tanda tangan digital itu adalah rekaman pengguna yang dienkripsi dalam kode-kode. Dalam ilmu Matematika dan komputer disebut Kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi, seperti kerahasiaan, keabsahan, integritas, serta autentikasi data.

  • Rela Tombok demi Mobil Klasik Amerika
  • Gara-gara Nonton Ebeg, Siswi Ini Raih Juara Nasional

  • "Tentunya tidak hanya berisikan nama, tapi juga biodata dan rekaman lainnya. Jika terjadi pemalsuan data, komputer langsung mengetahui bagian yang palsu tanpa harus mengecek per satu kata atau per kalimat, bahkan langsung bisa melakukan penolakan terhadap dokumen yang tidak sah," tandasnya.(yve)

  • Dari 33 Museum di DIY Hanya Separonya Rutin Dikunjungi Wisatawan
  • Keluarga Keraton Yogyakarta Tercatat sebagai Alumni Sekolah Ini



  • SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini