atas1

Jogja Juarai Ajang Mister Global Dua Tahun Berturut-turut

Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:57:02 WIB, Dilihat 895 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Jogja Juarai Ajang Mister Global Dua Tahun Berturut-turut Bersama Bayu Malik, Herman Yosef pemenang ajang Mister Global 2019 memberikan keterangan kepada media di Liquid Kitchen dan Bar, Jalan Magelang Yogyakarta, Kamis (9/5/2019).(muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Seribu Anak Yatim Buka Puasa di Mall


KORANBERNAS.ID -- Yogyakarta kembali mengukir prestasi di ajang Mister Global 2019. Setelah tahun lalu Hafizh Ragah berhasil membawa gelar Mister Global Indonesia 2018. Berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini DIY dan Jawa Tengah memiliki Regional Director sendiri, Steffan Adji. Di bawah bimbingannya DIY dapat merebut gelar Mister Global Indonesia 2019, sedangkan Jawa Tengah yang diwakili oleh Bayu Malik masuk dalam jajaran 10 Besar.

Adalah Herman Yosef Cahyono, Sosok yang mengenyam pendidikan bahasa inggris di salah satu kampus swasta di Yogyakarta berhasil mempertahankan gelar Mister Global Indonesia pada 2019. Herman yang juga pernah menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa ingin tetap melanjutkan perjuangan persatuan dan kebhinekaan yang biasa Ia dapati dikampus ke dunia luar.

Momentum pertemuan dengan Sujiwo Tejo secara pribadi membuat Herman semakin mengerti arti kebhinnekaan. Ia menjadi sadar bahwa sebelum melakukan sesuatu Ia harus mampu menerima keadaan dan dari mana dirinya berasal.

"Dia (sujiwo tejo-red) berpesan bahwa seseorang akan mampu sampai pada tujuan akhir jika dia tahu dari mana asalnya. Hal ini tidak lagi membuat saya rendah diri dengan etnis yang saya sandang," paparnya kepada media, Kamis (9/5/2019) di Liquid Kitchen and Bar. 

"Hal ini justru membuata saya ingin semakin menunjukan kepada semua orang bahwa dengan perbedaan inilah Indonesia menjadi lebih indah," imbuhnya.

Mengaku siap mewakili Indonesia ke ajang internasional, Herman tetap akan mengangkat bahwa kebhinekaan Indonesia. Menurutnya Indonesia bukan tidak toleran, Indonesia bukan kurang toleran tetapi Herman tetap ingin menunjukkan bahwa ini lho Indonesia dengan segala kebhinekaannya. 

"Ketika kita tetap menjaga toleransi dimulai dari sekarang itu dampaknya akan terasa puluhan tahun mendatang. Saya tidak tahu jika kita berhenti menjaga toleransi saat ini apa yang akan terjadi pada masa mendatang," lanjut Herman.

"Saya akan berbicara bahwa toleransi tidak hanya untuk negara Indonesia tetapi akan saya tunjukan kepada dunia bahwa betapa pentingnya toleransi ini buat semua," tandasnya.

Sementara Bayu Malik sebagai wakil Jawa Tengah yang masuk dalam peringkat 10 besar tahun lalu mengaku baru pertama kali mengikuti ajang kontes seperti ini. Pria yang berbicara medhok ini mengaku kalau dirinya sangat pemalu. 

"Saya susah untuk berbicara di depan umum, tetapi dengan mengikuti kontes ini saya latihan-latihan terus. Hasilnya saat ini menjadi lebih pede jika ngomong di depan umum," pungkas Bayu.(yve)

 


Sabtu, 11 Mei 2019, 13:57:02 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 509 View
Seribu Anak Yatim Buka Puasa di Mall
Jumat, 10 Mei 2019, 13:57:02 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 708 View
Gastronomi, Cara Mengemas Wisata Lebih Menarik
Jumat, 10 Mei 2019, 13:57:02 WIB Oleh : Sari Wijaya 1588 View
Empat Jenis Nasi Tersaji di Lapas Ini

Tuliskan Komentar