atas1

Jangan Sembarangan Menolong, Salah-salah Bisa Meninggal

Selasa, 21 Mei 2019 | 23:46:56 WIB, Dilihat 400 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Jangan Sembarangan Menolong, Salah-salah Bisa Meninggal dr Ida Ayu Putu Diana Janaki, Head of Emergency Department RS Siloam Yogyakarta dalam "Health Talk: Management on Trauma" dan Media Gathering Bersama Yayasan Sayap Ibu di Hotel New Saphir, Selasa (21/5/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Ribuan Orang Ikuti Apel Kebangsaan di Solo


KORANBERNAS.ID -- Bila melihat korban kecelakaan, kita pasti ingin langsung membantu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun ternyata, menolong korban tidak sesederhana yang kita kira. Salah penanganan saat menolong, maka kondisi korban justru bisa bertambah parah atau bahkan meninggal dunia.

"Selama ini banyak yang salah dalam menangani korban kecelakaan. Padahal menolong korban kecelakaan, baik lalu lintas atau lainnya harus cepat dan benar, kalau salah bisa memperburuk kondisi korban," ungkap dr Ida Ayu Putu Diana Janaki, Head of Emergency Department Rumah Sakit (RS) Siloam Yogyakarta dalam "Health Talk: Management on Trauma" dan Media Gathering Bersama Yayasan Sayap Ibu di Hotel New Saphir, Selasa (21/5/2019).

Menurut Dayu-sapaan Ida Ayu, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan saat menolong korban kecelakaan. Langkah pertama adalah call for help atau sesegera mungkin mencari bantuan. Sebab kita tidak dengan menolong sendiri korban kecelakaan, apalagi bila kondisinya parah.

Untuk bisa mencari bantuan, yang paling penting adalah memiliki nomor emergency atau darurat seperti ambulans atau rumah sakit. Kita harus menyimpan nomor-nomor penting tersebut di smartphone sebagai antisipasi.

"Jangan hanya nomor keluarga atau teman yang disimpan di handphone, namun juga nomor-nomor emergency bila sewaktu-waktu menemui kondisi kecelakaan," jelasnya.

Langkah kedua, lanjut Dayu melihat kondisi lingkungan di sekitar korban. Pastikan korban aman dari hiruk pikuk orang yang berkerumun untuk sekedar melihat atau kondisi lainnya seperti kendaraan bermotor yang masih berseliweran di dekat korban.

Penolong juga harus mengetahui jumlah korban saat terjadi kecelakaan. Hal ini penting untuk memberikan informasi pada petugas medis atau ambulans yang ditelepon.

"Bila kita memberitahu jumlah korban secara tepat maka petugas medis bisa mempersiapkan bantuan juga sesuai kebutuhan," jelasnya.

Selanjutnya penolong harus mengetahui kondisi korban agar tahu penanganannya. Diantaranya dengan mengecek respon korban dari pergerakan napas atau nadi.

Setelah itu jangan sekali-kali memindahkan korban ke tempat lain karena bisa berpotensi semakin parah bila korban mengalami patah tulang. Jangan beri makan atau minum korban karena saat mereka tidak sadar atau terluka, makanan dan minuman yang masuk justru membuat mereka tersedak.

"Bila korban mengenakan helm, jangan dibuka untuk mengantisipasi makin parahnya trauma di kepala. Helm dibuat memang untuk melindungi kepala saat terjadi trauma," tandasnya.

Jajaran Direktur RS Siloam Yogyakarta berfoto bersama anak-anak Yayasan Sayap Ibu. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Direktur RS Siloam Yogyakarta, drg Wiana R Maengkom MARS, rumah sakit tersebut menyediakan nomor darurat ambulans di 1500-911 yang bisa dihubungi saat terjadi kecelakaan. Nomor ini terkoneksi di 37 cabang RS tersebut di seluruh Indonesia.

"Fasilitas ini memudahkan masyarakat yang membutuhkan pertolongan gawat darurat dengan cepat," jelasnya.

Terkait kerjasama dengan Yayasan Sayap Ibu, di bulan Ramadan ini, RS Siloam coba berbagi dengan anak-anak yang berada dibawah yayasan tersebut.

"Ini adalah kesempatan kami untuk lebih dekat dengan masyarakat," imbuhnya.(yve)



Selasa, 21 Mei 2019, 23:46:56 WIB Oleh : Redaktur 326 View
Ribuan Orang Ikuti Apel Kebangsaan di Solo
Selasa, 21 Mei 2019, 23:46:56 WIB Oleh : Redaktur 1715 View
Aparat Tidak Boleh Jadi Bagian dari Konflik
Selasa, 21 Mei 2019, 23:46:56 WIB Oleh : Redaktur 258 View
Saat Anggota TNI Bagikan Takjil Gratis

Tuliskan Komentar