atas1

Jangan Rendam Tabung Bocor

Sabtu, 30 Mar 2019 | 21:06:22 WIB, Dilihat 780 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Jangan Rendam Tabung Bocor Narasumber dari PT Pertamina (Persero) memberi materi saat sosialisasi penggunaan LPG di Balai Desa Argomulyo,Kecamatan Sedayu,Bantul, Sabtu (30/3/2019). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Pejabat Ini Diarak ke Rumahnya Saat Pensiun


KORANBERNAS.ID --  Saat ini kesalahan yang sering dilakukan oleh masyarakat ketika tabung LPG (tabung gas,red)  bocor adalah memasukan atau merendam kedalam air. Dengan harapan  kebocoran tersebut bisa teratasi dan tidak menimbulkan kebakaran ataupun ledakan. Padahal cara tersebut berbahaya.

Mengingat gas yang bocor tersebut walaupun dimasukan di dalam air, gas tetap keluar dan berkumpul di luar air  serta bisa memicu kebakaran ketika ada listrik dinyalakan, ada yang merokok atau sumber panas lainya.

“Kesalahan yang kerap dilakukan oleh  masyarakat adalah merendam tabung gas yang bocor. Itu salah dan tindakan  yang berbahaya,”kata M Ali Akbar Felayati bagian marketing  PT Pertamina (Persero) dalam sosialisasi penggunaan LPG di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu Bantul, Sabtu (30/3/2019).  Sosialisasi diikuti ibu rumah tangga, PKK , para dukuh dan Karang Taruna.

Kesalahan lain  lanjut Ali adalah seringnya ‘ngoklek-oklek’  kuningan di regulator menggunakan obeng atau paku karena  Itu bisa merusak klep.

Maka Ali meminta ketika terjadi kebocoran LPG regulator agar  dicopot. Tabung segera dibawa keluar  ruangan atau tempat terbuka. “Kita reomendasikan tempat yang agak lebar dan tidak ada bangunan. Maka gas akan habis oleh udara,” katanya.

Jika yang bocor adalah kompornya maka dipisahkan dengan mencopot regulator juga, kendati apinya sudah keluar dan tabung tidak akan rusak. Namun jika tabungnya yang bocor, maka ditaruh di ruang terbuka  hingga  habis.

Sementara Lurah Desa Argomulyo Bambang Sarwono mengatakan banyak hal yang telah dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dalam kiatan kemitraan. Salah satunya dengan program pendampingan kepada masyarakat termasuk pengembangan omah jamu  tradisiona di desa tersebut. “Juga turut mengembangkan tempat wisata yang ada disini,”katanya. 

Sementara Arya Yusa Dwicandra, Senior Supervisor Communicatio  dan Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogya mengatakan  pihaknya  mencatat kenaikan trend konsumsi LPG non subsidi di wilayah DIY  sebesar 5 persen  yaitu dari 4.723 Metric Ton (setara 858.000 tabung LPG bright gas 5,5 kg) pada tahun 2017 menjadi 7.294 Metric Ton (atau setara dengan 1.326.,181 tabung LPG bright gas 5,5 kg) untuk tahun 2018. 

“Trend ini memang meningkat setiap tahunnya dimana pada tahun 2016 ke 2017 juga terjadi peningkatan sebesar 179 persen yaitu dari 1.695 Metric Ton menjadi 4.723 metric ton,” terangnya.

Adapun peningkatan untuk  Kabupaten Bantul  tahun 2016 ke 2017 meningkat 269 persen (151 Metric Ton ke 558 Metric Ton). Tahun 2017 ke 2018 meningkat 67 persen (558 metric ton ke 931 metric ton). Kabupaten Kulon Progo  tahun 2016 ke 2017 meningkat 185 persen (214 Metric Ton ke 609 Metric Ton). Tahun 2017 ke 2018 meningkat 41 persen (609 metric ton ke 861 metric ton)

Kabupaten Sleman  tahun 2016 ke 2017 meningkat 340 persen (246 Metric Ton ke 1.083 Metric Ton). Tahun 2017 ke 2018 meningkat 93 persen (1.083 metric ton ke 2.092 metric ton)

Kota Yogyakarta  tahun 2016 ke 2017 meningkat 128 persen (1.084 Metric Ton ke 2.474 Metric Ton). Tahun 2017 ke 2018 meningkat 38 persen (2.474 metric ton ke 3.409 metric ton)

LPG Non Subsidi seperti Bright gas saat ini digemari oleh masyarakat karena fitur keamanan berkatup ganda (double spindle valve system) dan warnanya yang menarik. Selain itu, dengan tersedianya ukuran bright gas 5,5 kg sangat memudahkan para kaum wanita untuk membawa tabung tersebut. (yve)



Sabtu, 30 Mar 2019, 21:06:22 WIB Oleh : Nila Jalasutra 370 View
Pejabat Ini Diarak ke Rumahnya Saat Pensiun
Sabtu, 30 Mar 2019, 21:06:22 WIB Oleh : Masal Gurusinga 479 View
Jalan Pasar Cokro Kembang Semakin Rusak
Sabtu, 30 Mar 2019, 21:06:22 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 419 View
Gelap-gelapan, De Laxston Peringati Earth Hour

Tuliskan Komentar