atas

Jangan Pernah Berpikir Ganti Pancasila

Sabtu, 30 Mar 2019 | 15:47:56 WIB, Dilihat 205 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Jangan Pernah Berpikir Ganti Pancasila Anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan HM Idham Samawi tampil dalam sarasehan kebangsaan di Hotel Ros In, Jumat (29/3/2019) siang. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Jenang Gempol Jadi Daya Tarik Pasar Tani


KORANBERNAS.ID -- Indonesia adalah negara besar dengan ribuan suku bangsa, ribuan seni budaya dan lebih dari 700 bahasa.

Untuk tetap menyatukan segala perbedaan tersebut, maka dasar negara Pancasila tetap harus dipertahankan dan tidak boleh diganti.

Pancasila adalah ruh bangsa Indonesia yang paling sesuai dan bisa menyatukan seluruh komponen anak bangsa tadi.

Demikian benang merah yang bisa ditarik dari kegiatan sarasehan kebangsaan dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, Jumat (29/3/2019) siang hingga sore hari di Hotel Ros In.

Tampil sebagai narasumber adalah anggota DPR/MPR RI Drs HM Idham Samawi, Sekretaris Disdikpora Drs Daeng Daeda MPd dan Kasatbinmas Polres Bantul AKP Partuti.

"Dalam sejarah kita pasti mengenal negara Uni Soviet. Bangsa yang besar ini sekarang tinggal nama dan sekarang telah terpecah. Karena di sana tidak memiliki  alat pemersatu. Nah kita menilai, Pancasila adalah yang paling tepat dan tidak boleh diganti. Karena Pancasila yang mampu menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote," kata Idham.

Sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menjaga Pancasila di bumi pertiwi agar  tidak tergantikan dengan  ideologi lain yang tidak sesuai dengan kondisi NKRI yang beragam.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Drs Daeng Daeda MPd, menyampaikan materi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila dan Kearifan Lokal Dalam Penanganan Klithih.

Nilai-nilai Pancasila harus tertanam dalam diri siswa dan anak muda,sehingga mereka tidak hanya cerdas secara akademik namun juga memiliki karakter yang kuat serta cinta terhadap bangsa dan negaranya.

Selain itu anak-anak saat ini harus dipersiapkan untuk siap menyambut masa depan. "Untuk bisa survive tentu butuh pekerjaan. Dan kita harus memberi bekal dan skill untuk menyambut pekerjaan di masa depan tersebut," katanya.

Pekerjaan di masa depan adalah terkait dengan dunia digital dan revolusi industri ke-4. "65 persen anak-anak  yang kini usia SD di masa depan akan menghadapi pekerjaan yang saat ini belum ada," kata  Daeng.

Diperlukan adanya pembentukan siswa secara utuh. Baik dari sisi akademik, karakter dan skill sehingga bisa berkompetisi di masa depan.

Sedangkan AKP  Partuti mengatakan anak harus diberi perhatian yang cukup agar terhindar dari perilaku kejahatan jalanan atau di masyarakat sering disebut klitih.

"Karena dari kasus yang ada, pelaku banyak yang menggunakan kendaraan roda dua terbaru yang harganya bisa 30-an juta. Juga kendaraan lain keluaran masa kini. Artinya secara ekonomi mereka tidak kekurangan, namun mereka membutuhkan perhatiaan dan bimbingan," katanya. Sebab mereka yang di jalanan biasanya karena di rumahnya ada masalah. (sol)



Sabtu, 30 Mar 2019, 15:47:56 WIB Oleh : Arie Giyarto 316 View
Jenang Gempol Jadi Daya Tarik Pasar Tani
Kamis, 28 Mar 2019, 15:47:56 WIB Oleh : Nanang WH 319 View
Anak-anak Punya Hak Pakai Helm Standar
Kamis, 28 Mar 2019, 15:47:56 WIB Oleh : Sari Wijaya 640 View
Penutupan TPST Piyungan Tanpa Batas Waktu

Tuliskan Komentar