atas1

Jangan Anggap Remeh Pelatihan Menjahit

Sabtu, 16 Mar 2019 | 00:30:27 WIB, Dilihat 715 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Jangan Anggap Remeh Pelatihan Menjahit Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana menyampaikan sambutan saat menghadiri pembukaan pelatihan menjahit di Tamanan Banguntapan Bantul. (istimewa)

Baca Juga : Penyakit Ini Berbahaya Tapi Pemerintah Terkesan Abai


KORANBERNAS.ID – Sebagian orang mungkin menganggap pelatihan menjahit kurang berkelas. Namun demikian, pelatihan keterampilan ini jangan dianggap remeh karena mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Setidaknya ini terlihat ketika para ibu-ibu bersemangat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY di Tamanan Banguntapan Bantul, Selasa (12/3/2019).

Pelatihan Keterampilan Mobile Training Unit (MTU) APBD Tahun Anggaran 2019 Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas DIY Sub Kejuruan Menjahit Pakaian Dasar II itu, dihadiri Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana.

Turut mendampingi, Kepala Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas DIY, Drs Basuki Murdowo MSI, Kasubag TU, Rini, perwakilan lurah setempat, perwakilan Polsek Banguntapan maupun Dukuh.

Di hadapan puluhan ibu-ibu, Yoeke menyampaikan kepemimpinan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono periode 2017-2022 mengedepan keseimbangan. Artinya tidak hanya membangun  secara fisik tapi juga meningkatkan sumber daya manusia.

“DIY tidak hanya membangun fisik tetapi tidak lupa membangun manusianya. Banyak program Pemda DIY di berbagai dinas, itu semua dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia,” ungkap Yoeke.

Menurut dia, Pemda DIY betul-betul menggalakkan pembangunan agar pada 2022 visi Gubernur DIY benar-benar terwujud sehingga masyarakat Yogyakarta bermartabat, sejahtera dan mandiri. Kemandirian itu salah satunya diterjemahkan melalui pelatihan keterampilan.

“Pelatihan menjahit ini hanya salah satu bagian saja. Masih banyak pelatihan yang lain. Pelatihan bukan hanya untuk segmen ibu-ibu saja tetapi bapak-bapak dan anak muda,” kata Yoeke.

Yoeke kemudian meminta Hika Raya Tunggal selaku perwakilan desa apabila menginginkan program pelatihan mengajukan ke dinas dan DPRD DIY.

“Kalau ngersakke pelatihan yang lain, mangga. Nanti bisa berhubungan dengan kami dan dinas. Dengan demikian kita akan mempunyai masyarakat yang betul-betul berketerampilan sehingga dapat meningkatkan pendapatan tanpa harus bergantung pihak-pihak lain,” tambahnya.

Yoeke bercerita, beberapa hari lalu dirinya menghadiri pelatihan sosioenterpreuner yang dilaksanakan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Anak-anak muda dilatih agar mereka memiliki keterampilan bisnis, berwirausaha dan berwiraswasta  menggunakan teknologi internet. “Ini (sosioenterpreuner) bisa dipadukan untuk menunjang pelatihan menjahit,” kata dia.

Yoeke sengaja menyempatkan hadir pada acara pelatihan menjahit ini untuk melihat sendiri kegiatan tersebut.

“Mungkin kegiatannya hanya diikuti 20 orang tetapi bagi saya ini luar biasa. Sangat penting sekali, dengan tujuan yang sangat baik. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemda DIY khususnya BLKPP,” tambahnya.

Kepada Basuki Murdowo, Yoeke berpesan tidak perlu ragu-ragu mengajukan anggaran pelatihan. “Panjenengan kalau mau nganggarke pelatihan sebanyak-banyaknya, ajukan ke dewan, saya tanda tangani sambil merem,” ujarnya setengah bercanda.

Menurut Yoeke, inilah bentuk keseriusan DPRD DIY membantu masyarakat. “Betul itu. Ini serius. Pak Basuki nanti panjenengan bisa melalui Pak Andung (Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi Santosa), katakan ternyata kegiatan pelatihan ini bermanfat bagi masyarakat. Panjenengan lipatkan berkali-kali kami siap menyetujui dan saya tanda tangani sambil merem,” kata Yoeke disambut antusias peserta pelatihan.

Demi kepentingan masyarakat, DPRD DIY siap memberikan persetujuan tanpa syarat apapun. “Pelatihan ini tujuannya sangat jelas, bukan untuk kepentingan pribadi dan pemerintah tetapi benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” tegas yoeke.

Kegiatan seperti ini bisa disinergikan dengan dinas-dinas lain seperti Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun Dinas Koperasi dan UKM.

Dinas Kebudayaan berperan di bidang pelatihan desain kerajinan. Sedangkan produk kerajinan dimanfaatkan Dinas Pariwisata untuk mengisi kelengkapan destinasi.

“Obyek wisata kita saat ini jumlahnya banyak sekali, ternyata cenderamata belum bisa disediakan sepenuhnya oleh masyarakat kita. Indah sekali kalau kerajinan bordir dan industri kreatif bisa menunjang pariwisata,” papar Yoeke.

Kenapa harus disinergikan? Menurut dia, agar usaha-usaha kecil bisa dipromosikan. “Para perajin kita sudah mengikuti berbagai pameran di Jakarta. Ada Inacraft, Pekan Raya Jakarta (PRJ), pameran di Surabaya bahkan sampai luar negeri seperti Thailand dan Berlin,” ucap Yoeke.

Dia berharap promosi dan pemasaran melibatkan perajin yang betul-betul baru belajar. “Jadi tujuan pelatihan ini bisa berkembang dan nanti secara kongkret menggerakkan roda perekonomian di masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Yoeke Indra Agung Laksana mengapresiasi peserta pelatihan yang bersemangat. Pengalaman dia selama ini, pemerintah kesulitan saat melakukan jemput bola.

“Ternyata ibu-ibu di sini semangat. Saya siap mendukung ada pelatihan lain. Ini modal dasar karena tidak semua wilayah memberi tanggapan yang baik. Ada yang sak penake dhewe dan ada yang akeh ngeyele. Di sini berbeda. Ini langkah awal yang baik,” jelas Yoeke.

Sedangkan Basuki Murdowo berpesan peserta pelatihan harus sungguh-sunguh mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 30 hari itu.

Ilmu, pengalaman serta keterampilan yang mereka peroleh bisa menjadi bekal untuk berusaha.

Kalaupun peserta memperoleh modal usaha berupa mesin dan peralatan, jangan sekali-kali bantuan dari pemerintah itu disalahgunakan misalnya dipindahtangankan. (sol)



Jumat, 15 Mar 2019, 00:30:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 2057 View
Penyakit Ini Berbahaya Tapi Pemerintah Terkesan Abai
Kamis, 14 Mar 2019, 00:30:27 WIB Oleh : Sholihul Hadi 1285 View
BNN Kota Yogyakarta Latih Mantan Pecandu Jadi Peracik Kopi
Kamis, 14 Mar 2019, 00:30:27 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 1971 View
Navis, Idol Junior Asal Jogja Buat Album

Tuliskan Komentar