atas1

Jalan Penghubung Lintas Selatan Rusak Berat

Kamis, 16 Mei 2019 | 21:50:00 WIB, Dilihat 575 Kali - Oleh Nanang WH

SHARE


Jalan Penghubung Lintas Selatan Rusak Berat Jalan penghubung di Desa Jladri Kecamatan Buayan Kebumen rusak parah hanya tinggal  jalan makadam. (nanang wh/koranbernas.id)

Baca Juga : Kades Terpilih Harus Rangkul Lawan Politiknya


KORANBERNAS.ID -- Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kebumen memastikan sebagian ruas jalan kabupaten sebagai jalan penghubung dari jalur utama selatan Jawa ke Jalan Lintas Selatan (JLS) atau Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) pantai selatan Jawa masih bersifat fungsional.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Kebumen, Hanna  Widyawati ST MT, kepada koranbernas.id, Kamis (16/5/2019), menjelaskan sehubungan dengan keperluan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2019, beberapa bagian jalan kabupaten tidak nyaman dilintasi.

“Beberapa bagian jalan kabupaten penghubung bisa dilewati namun bersifat fungsional, disebabkan kondisi jalan rusak berat,” ujarnya.

Perbaikan atau peningkatan jalan sebulan mendatang tidak dimungkinkan karena berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa.

“Ada anggaran untuk peningkatan di beberapa ruas jalan, namun pekerjaan fisik baru bisa berjalan setelah lebaran,“ kata Hanna Widyawati.

Agar pengguna jalan bisa memanfaatkan ruas jalan itu, pihaknya hanya bisa meratakan lubang-lubang besar.

Pihaknya juga menguruk jalan yang rusak parah sehingga rata. Sedangkan jalan rusak ringan ditambal atau patching.

Hanna menyebutkan dua ruas jalan yang sebagian rusak parah  yakni  ruas jalan Selokerto (Gombong) ke arah selatan  JLS dan JLSS di Kecamatan Puring  dan ruas jalan Guyangan (Karanganyar) menuju ke JLS di Kecamatan Petanahan ke arah Yogyakarta.

Terdapat beberapa kilometer ruas jalan itu kondisinya rusak parah yaitu di  Desa Purwodesa dan Karangduwur, Kecamatan Petanahan dan di Desa Jladri (Buayan).

Kedua jalan kabupaten penghubung itu diminati pengemudi kendaraan bertonase tinggi bahkan melampaui beban jalan kabupaten.

Tahun 2019 dialokasikan anggaran Rp 16 miliar untuk peningkatan jalan kabupaten di Desa Purwodeso sepanjang 4 km.

Peningkatan jalan menjadi rigid beton merupakan salah satu upaya agar badan jalan awet, kendaraan tonase tinggi melewati jalur ini ke arah JLS atau JLLS sebaliknya. (sol)



Kamis, 16 Mei 2019, 21:50:00 WIB Oleh : Masal Gurusinga 608 View
Kades Terpilih Harus Rangkul Lawan Politiknya
Kamis, 16 Mei 2019, 21:50:00 WIB Oleh : Nila Jalasutra 433 View
Beli Telur dan Daging Ayam Secukupnya Saja
Kamis, 16 Mei 2019, 21:50:00 WIB Oleh : Sari Wijaya 633 View
Warga Menolak Truk Perusahaan Tambang Pasir Lintasi Dusunnya

Tuliskan Komentar