Rabu, 27 Okt 2021,


jadi-isoter-177-kamar-eks-hotel-mutiara-mati-lampuEks Hotel Mutiara yang akan dijadikan isoter oleh Pemda DIY (dok.koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Jadi Isoter, 177 Kamar Eks Hotel Mutiara Mati Lampu

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Eks Hotel Mutiara rencananya dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19 di DIY. Namun pasca-dibeli Pemda DIY pada September 2020, 177 kamar eks hotel tersebut mati lampu, terdiri dari 41 kamar pada eks bangunan Hotel Mutiara 1 dan 76 kamar pada eks Hotel Mutiara 2.


“Saya sudah tanda tangan surat, minta PLN menyambung kembali aliran listrik di eks Hotel Mutiara. Listrik harus menyala supaya dapat difungsikan secepat mungkin sebagai tempat isolasi terpadu (isoter) pasien Covid-19,” ungkap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY, di Kompleks Kepatihan, Selasa (3/8/2021).


Menurut Sultan, pengerjaan aliran listrik dilakukan Dinas PUP-ESDM DIY. Tim Kementerian PUPR juga sudah datang mengecek lokasi.

Selain kebutuhan listrik, melalui Surat Permohonan No.443/15780 tanggal 30 Juli 2021, Gubernur DIY juga telah mengajukan permohonan bantuan sarana dan prasarana kepada Menteri PU-PR. Sebab dua bangunan tersebut belum dilengkapi fasilitas penunjang isolasi bagi pasien Covid-19.


Pada dua bangunan bekas hotel di Malioboro ini akan disediakan sekitar 220 bed  bagi pasien. Hotel yang sisi utara tercatat memiliki 80 bed, sedangkan sisi selatan bisa menampung 130-140 bed.



Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (istimewa)

Pengadaan isoter ini diharapkan bisa mengurangi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman) di rumah sehingga angka kematian akibat isoman di DIY bisa ditekan.

Dua bangunan akan dimanfaatkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Mereka ditampung di isoter bila shelter ataupun rumah sakit darurat tidak mencukupi menampung pasien.

Di isoter, pasien yang dirawat akan mendapat pengawasan yang baik termasuk kebutuhan vitamin, obat dan makanan terjamin.

“Pasien Covid-19 bergejala bisa pindah ke isoter daripada isoman di rumah. Sebab pasien Covid-19 yang melakukan isoman tidak mudah dikontrol dan berakibat banyak korban meninggal dunia,” ungkapnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini