atas1

Insiden Listrik Padam Kacaukan Lomba Tari Dolalak

Senin, 12 Agu 2019 | 21:01:59 WIB, Dilihat 644 Kali
Penulis : W Asmani
Redaktur

SHARE


Insiden Listrik Padam Kacaukan Lomba Tari Dolalak Penampilan SD Karangdalem dalam Lomba Tari Dolalak di Kecamatan Banyuurip. (w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Peringatan HUT RI Banyak Libatkan Veteran


KORANBERNAS.ID – Suasana lomba Tari Dolalak tingkat SD (Sekolah Dasar) mendadak kacau gara-gara listrik padam. Akibat insiden itu, otomatis iringan musik tari ikut berhenti.

Saat kejadian, tim tari Dolalak SD Pakisrejo sedang berada di panggung. Tiba-tiba musik berhenti. Penari langsung menghentikan tariannya dan turun panggung. Tampak kekecewaan di wajah siswa-siswi SD tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Purworejo, Agung Pranoto, kepada koranbernas.id mengatakan kegiatan tersebut telah di-breakdownke masing-masing kecamatan.

Mereka membentuk tim kepanitiaan lomba. "Karena tidak mungkin kami melaksanakan sendiri  di 16 kecamatan  dalam waktu bersamaan," terang Agung.

Sebelum mati lampu beberapa peserta lomba sudah tampil di antaranya SD Karangdalem dan SD Sumbersari.

Kelompok tari dari SD Karangdalem Kecamatan Banyuurip yang tampil di urutan empat sukses membawakan tarian dengan maksimal.

Kekompakan, keserasian, penghayatan dan didukung kostum yang terkesan mewah, menambah serasi penampilannya.

Kepala SD Karangdalem, Sri Murni, mengatakan siswa siswinya mempersiapkan diri selama dua minggu.

"Kami mengundang pelatih dari Sanggar Tari Prigel, untuk mengajari siswa- siswi kami selama empat hari," paparnya.

Selanjutnya siswa-siswi bersama guru berlatih sendiri. Pihak sekolah berkoordinasi dengan wali murid untuk pengadaan kostum.

"Kami mengharapkan, semoga SD Karangdalem  mampu mendapatkan kejuaraan," papar Sri Murni.

Lain halnya Kepala SD Sumbersari, Setyastuti. Dia menyampaikan siswa-siswinya mempersiapkan diri selama sepuluh hari. Pelatihnya dari guru sendiri.

"Sebelum lomba, guru sudah mendapatkan pelatihan selama empat hari," ujarnya.

Dia berharap siswa-siswinya bisa melestarikan kebudayaan lokal tari Dolalak.

Eko Marso dari Disparbud Purworejo selaku dewan juri lomba tari Dolalak yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Banyuurip, Senin-Selasa (12-13/9/2019), menerangkan penilaian lomba terdiri dari wiraga.

Artinya penilaian dilihat dari penguasaan gerak dan tari. Kemudian mirasa kemantapan penghayatan, tata rias dan busana serta kekompakan tim.

Peserta memperebutkan juara 1 sampai 3 dan harapan 1 sampai 3. Sedangkan tingkat SMP dan SMA berhak mendapatkan kejuaraan 1 sampai 3.

Eko menambahkan dewan juri terdiri tiga orang. Selain dirinya  ada dua lainnya berasal dari delegasi yang ditunjuk dari kecamatan. (sol)



Senin, 12 Agu 2019, 21:01:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 390 View
Peringatan HUT RI Banyak Libatkan Veteran
Senin, 12 Agu 2019, 21:01:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 636 View
Pakai Jas dan Dasi, Anggota Dewan Naik Traktor ke Acara Pelantikan
Senin, 12 Agu 2019, 21:01:59 WIB Oleh : Nila Jalasutra 1502 View
Senyum Cerah 50 Anggota DPRD Sleman Usai Diambil Sumpah

Tuliskan Komentar