Minggu, 01 Agu 2021,


ini-respons-dprd-diy-tanggapi-sultan-soal-lockdownWakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (kanan) menyampaikan keterangan pers. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Siaran Pers
Ini Respons DPRD DIY Tanggapi Sultan Soal Lockdown

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ketua DPRD DIY Nuryadi mendukung gagasan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mewacanakan lockdown sehubungan naiknya kasus positif Covid-19 di provinsi ini. Merespons pilihan orang nomor satu di DIY itu, DPRD DIY bisa memahami situasinya memang seperti itu.


“Memang situasinya sangat memprihatinkan, kondisi sebelum lebaran tidak bisa kita pertahankan. Tetapi justru berbalik 180 derajat. Saat ini angka penularan sudah di atas 500 orang. Antisipasinya yakni di wilayah kita harus ada pembatasan. Daripada kondisi DIY semakin tidak terkendali, maka saya mendukung gagasan Ngarso Dalem tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di DPRD DIY, Jumat (18/6/2021).

  • Kecelakaan Motor, Paku Alam X Dirawat di Sardjito
  • Ingin Punya Kantor Gratis ? Gabung Start Up Jogja

  • Namun demikian Nuryadi mengingatkan dalam situasi seperti ini jangan lantas saling menyalahkan satu sama lain. “Kita tidak perlu menyalahkan siapa pun, justru saat seperti ini kita harus kompak untuk melawan Covid,” tandasnya.

    Seperti diberitakan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan apabila Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tidak maksimal, Pemda DIY bisa mengambil kebijakan lockdown. Dijadwalkan Senin mendatang Gubernur DIY akan memimpin rapat dengan pemerintah kabupaten/kota.

  • Menjadi Guru Milenial
  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

  • Sependapat dengan Ketua DPRD DIY Nuryadi, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana juga sepakat tidak perlu saling menyalahkan melainkan semaksimal mungkin berupaya melakukan pencegahan. Apalagi saat ini keterisian bed Covid di beberapa rumah sakit sudah 70 persen. Bahkan ada yang penuh. “Kita tidak ingin warga kita yang harus dirawat di rumah sakit tidak mendapatkan perawatan. Kita tidak ingin sistem kesehatan kita kolaps dan tenaga kesehatan mendapatkan beban berat,” ujarnya.

    Menurut dia, wacana Sultan HB X untuk me-lockdown DIY merupakan pilihan logis ketika PPKM Mikro tidak mampu menahan laju penularan Corona. Hanya saja perlu dipikirkan, lockdown harus dirumuskan secara detail termasuk anggaran, cara dan mekanismenya.

    DPRD DIY menilai pernyataan Gubernur DIY adalah warning atau peringatan bagi semua pihak. “Wacana lockdown ini warning bagi kita semua dan masyarakat agar betul-betul menjaga protokol kesehatan sampai tingkat RT, RW, padukuhan. Kalau kemudian belum bisa mencegah, opsi terakhir harus diambil seperti yang disampaikan Ngarso Dalem yaitu lockdown,” kata Huda didampingi Sekretaris DPRD DIY, Haryanta.

    Sekali lagi, itu perlu dipikirkan secara lebih baik sebab lockdown biayanya tidak sedikit. “Ngarso Dalem sudah pangandikan jika PPKM Mikro tidak berhasil menahan laju Covid bukan tidak mungkin akan memberlakukan lock down. Apakah bisa menganggarkan lockdown untuk kondisi APBD seperti sekarang ini? Kita perlu juga memikirkan pekerja harian. Anggarannya sangat besar. Harus dipikirkan jika diambil opsi itu. Kalau terpaksa harus dilalukan, susah semua kita,” paparnya.

    Itu sebabnya Pemda DIY perlu betul-betul membangkitkan kesadaran masyarakat agar menjaga diri jangan sampai tertular. Saat ini pun hajatan diatur sangat ketat dan jangan sekali-sekali mencuri prokes. “Nggak mungkin petugas kita mengawasi masyarakat sampai bawah kalau sudah masif seperti ini. Yang bisa kita lakukan adalah menjaga diri sendiri,” kata Huda.

    Begitu pula soal sanksi, menurut dia, sudah ada di dalam peraturan gubernur (pergub). “Tapi saya tekankan mbok jangan berbasis sanksi. Kita ubah kesadaran masyarakat karena penyebaran ini sudah sampai bawah. Jika ada acara kerumunan oleh penyelenggara event memang pantas disanksi. Tutup sementara. Sedangkan individu kita minta kesadarannya mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (*)


    TAGS: dprd diy lock down 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini