ini-penyebab-air-sumur-pamsimas-tak-layak-konsumsiTower air program Pamsimas tahun 2018 di Dusun Genengsari Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)


masal-gurusinga-2

Ini Penyebab Air Sumur Pamsimas Tak Layak Konsumsi

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2018 di Desa Sapen Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten diduga menyisakan masalah.

Hingga penghujung Juni 2019 air belum juga mengalir ke rumah warga. Seharusnya program yang bersumber dari bantuan keuangan khusus kabupaten itu selesai akhir 2018.


Baca Lainnya :

Informasi yang dihimpun dari warga, terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya masalah program tersebut. Di antaranya sarana dan prasarana berupa panel di sekitar sumur bor yang belum terpasang hingga pertengahan bulan Juni 2019.

Warga juga menginformasikan kedalaman sumur bor itu tidak sesuai ketentuan sehingga mempengaruhi sumur warga sekitar.


Baca Lainnya :

Sumur bor untuk program Pamsimas berlokasi di Dukuh Genengsari Desa Sapen hanya berkedalaman 40 meter dari ketentuannya sekitar 100 meter.

"Ketentuannya seratus meter tapi yang dibor 40 meter artinya ada sisa anggaran. Lokasinya juga bukan di tanah warga tapi tanah keraton," kata warga.

Akibat kedalaman sumur bor yang kurang dari 100 meter berdampak pada kadar Fe (besi) pada air tinggi sehingga tidak layak dikonsumsi.

"Jelas saja kadar Fe-nya tinggi karena yang dibor cuma 40 meter. Seharusnya dinas terkait ngecek di lapangan dan tidak hanya menerima begitu saja dari pelaksana. Katanya sudah mengalir tapi faktanya belum. Katanya kandungan Fe-nya tinggi ya jelas saja tinggi karena yang dibor cuma 40 meter," terang warga.

Program Pamsinas tahun 2018 di Desa Sapen dimaksudkan untuk mengalirkan air bersih kepada warga di tiga dusun yakni Dusun Granting Kulon, Jombor dan Sembir.

Warga yang ingin mengalirkan air ke rumah dikenakan biaya pemasangan jaringan Rp 350 ribu.

Pemkab Klaten pada 2018 mengucurkan bantuan keuangan kabupaten kepada Desa Sapen untuk program Pamsimas sebesar Rp 300 juta.

Untuk kelancaran program itu, kata warga, Pemerintah Desa mengalokasikan anggaran Rp 40 juta pada 2018. Namun sayangnya hingga penghujung Juni 2019 air belum mengalir ke rumah warga.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perwaskim Kabupaten Klaten Agus Pancaji Sukarno menyatakan benar air program Pamsimas di Desa Sapen belum mengalir ke rumah warga karena air dari sumur yang dibor kadar Fe-nya tinggi dan tidak layak konsumsi.

Sekitar dua pekan lalu saat koranbernas.id menanyakan penyebab air belum mengalir juga, dia menjawab karena panelnya belum dipasang. Pengelola sanggup memasang antara 2 hingga 3 hari.

Di lapangan, warga kecewa atas program Pamsimas di Desa Sapen. Kekecewaan mereka memuncak karena program itu jelas-jelas molor namun tidak ada tindakan dari dinas terkait.

"Kemarin panel belum terpasang. Sekarang alasannya kadar Fe di air tinggi. Mbok dari kemarin-kemarin dinas itu tegas dan cek kondisi riil dilapangan. Kami warga sudah bayar tapi belum merasakan air," ungkap warga Dusun Sembir. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini