atas1

Ini Cara Mahasiswa Jawab Kedaulatan Energi

Kamis, 13 Des 2018 | 01:29:52 WIB, Dilihat 455 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Ini Cara Mahasiswa Jawab Kedaulatan Energi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Waryono Abdul Ghafur hadir membuka diskusi dan peluncuran majalah Sinergia volume 23 di gedung teatrikal perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Rabu (12/12/2018). (Muhammad Zukhronnee Ms /koranbernas.id)

Baca Juga : Ingin Pakai Hak Pilih? Tak Perlu Pulang Kampung


KORANBERNAS.ID -- Saat ini, Indonesia sudah tidak dapat bergantung lagi pada sumber energi konvensional semata. Cadangan minyak, gas, dan batubara diprediksikan akan habis dalam waktu yang cukup singkat, tidak lebih dari 50 tahun lagi. Krisis energi yang pernah terjadi dalam skala global pada 70-an bisa saja terulang kembali dan bahkan lebih besar dampaknya bagi negara seperti Indonesia.

Semakin berkurangnya cadangan energi fosil pun menuntut munculnya alternatif energi terbarukan. Karenanya kajian yang bersifat komprehensif terhadap kondisi yang akan dihadapi oleh Indonesia di masa depan melalui pemanfaatan energi alternatif pun mendesak dilakukan.

Presiden mahasiswa Romli Muallim dalam peluncuran Majalah Sinergia Volume 23, di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Rabu (12/12/2018) siang menjelaskan, mahasiswa memiliki kegelisahan terhadap krisis energi di Indonesia. Karenanya Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) Sinergi pun memilih tema energi dalam edisi majalah kali ini yang bertepatan dengan tahun politik.

Sebab Indonesia dalam beberapa bulan lagi akan mengalami kontestasi politik pada April 2019 mendatang. Mahasiswa yang posisinya strategis pasti banyak menjadi incaran para calon legislatif.

"Semoga teman-teman menyadari bahwasannya teman-teman jangan mau menjadi objek para politisi yang haus akan kekuasaan, tetapi harus bisa berekspresi bebas sebebas-bebasnya sebagai elite mahasiswa," ajak Romli.

Sementara Elan Biantoro, Vice President Bidang Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan semua elemen lintas disiplin dibutuhkan untuk negara yang berkedaulatan energi. Semua ada porsinya dan area-areanya.

"Jadi jika kita bicara tentang energi tidak semata-mata melibatkan orang perminyakan saja," papar Elan. 

Dengan landasan itu pulalah, SKK Migas berulang kali mengadakan acara Goes to Campus. Menurut Elan, SKK Migas ingin mempopulerkan bahwa industri migas itu milik semua orang. Termasuk pemuda dan mahasiswa di kampus. Karena selama ini industri migas dianggap komunitas yang eksklusif, hanya milik para mafia-mafia saja, hanya milik pengusaha-pengusaha besar.

"Tetapi jika pemuda melek informasi terkait kegiatan migas, semua bisa jadi transparan. Tidak ada lagi yang ditelikung, tidak ada lagi orang yang dibodoh-bodohi," ujar Elan.

Acara yang juga diisi dengan diskusi ini mengajak mahasiswa sebagai entitas dan kelompok vital untuk aktif dalam pembangunan dan kepemimpinan bangsa. Sehingga generasi muda memiliki selera dalam melakukan kajian soal masa depan energi nasional.

"Paling tidak, minat dan gairah akademik ini akan mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian dalam persoalan energi Indonesia," terang Muchlas Jaelani selaku pemimpin umum majalah Sinergia UIN Sunan Kalijaga.

Diharapkan kedepannya gerakan mahasiswa mestinya mengambil posisi untuk mendorong terwujudnya tatanan stabilitas nasional. Salah satunya melalui pemanfaatan agenda strategis ketahanan nasional energi, seperti minyak, listrik, dan gas.

"Kenyataan bahwa Indonesia tengah mengalami defisit energi 2025 harus menjadi kaca-pandang mahasiswa untuk mengawal ketahanan energi menuju kedaulatan negara. Bagaimanapun, kedaulatan energi juga memiliki pengaruh terhadap kedaulatan bidang lain seperti sosial, politik, dan tentunya ekonomi," imbuhnya.(yve)



Kamis, 13 Des 2018, 01:29:52 WIB Oleh : W Asmani 619 View
Ingin Pakai Hak Pilih? Tak Perlu Pulang Kampung
Rabu, 12 Des 2018, 01:29:52 WIB Oleh : Rosihan Anwar 802 View
Ganja dan Pil Koplo Marak Sepanjang Tahun 2018
Rabu, 12 Des 2018, 01:29:52 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1948 View
Lawan Jerawat dengan Terapi IPL

Tuliskan Komentar