atas1

Ini Alasan Warga Lereng Merapi Pilih SMK

Jumat, 17 Mei 2019 | 23:15:35 WIB, Dilihat 458 Kali - Oleh Nila Jalasutra

SHARE


Ini Alasan Warga Lereng Merapi Pilih SMK Tarling Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Masjid Nurul Khasanah Kedung Desa Wukirsari Cangkringan, Kamis (16/5/2019) malam. (istimewa)

Baca Juga : Personel Linmas Jaga Perlintasan KA Tak Berpalang


KORANBERNAS.ID – Warga lereng Gunung Merapi wilayah Kecamatan Cangkringan yang relatif jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) daripada SMA (Sekolah Menengah Atas).

“Warga Cangkringan cenderung memilih SMK, dengan alasan setelah lulus langsung siap kerja sehingga membantu perekonomian keluarga,” ungkap Suparmono, Camat Cangkringan.

Saat mengikuti kegiatan tarawih keliling (tarling) Pemkab Sleman di Masjid Nurul Khasanah Kedung Desa Wukirsari Cangkringan, Kamis (16/5/2019) malam, dia mengatakan kelulusan UNBK SMA dan SMK di Cangkringan persentasenya 100 persen untuk SMA.

"19 orang siswa yang lulus diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Lulusan SMK sebagian besar langsung bekerja di industri-industri," tambahnya.

Rombongan tarling yang dipimpin langsung Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI kali ini menyerahkan bantuan untuk pembangunan masjid sebesar Rp 28,6 juta, diterima oleh takmir masjid setempat.

Sri Purnomo mengapresiasi kesadaran demokrasi warga Kecamatan Cangkringan luar biasa. Partisipasi pemilih pada Pemilu 17 April 2019 mencapai 92 persen.

Dia juga mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena pelaksanaan Hari Jadi Sleman pada 15 Mei silam sukses dan lancar.

Tak lupa Sri Purnomo juga mengimbau warga Sleman untuk semakin bersemangat menjalankan ibadah puasa hingga akhir Ramadan.

“Kecamatan Cangkringan terkenal dengan daerah obyek wisata lereng Merapi dapat mengembangkan wisatanya ke wisata pertaniaan, karena wilayah ini memiliki potensi pertanian yang baik,” kata bupati.

Sri Purnomo menyarankan pemanfaatan dana desa sehingga akan muncul Bumdes-Bumdes baru.

“Wisata alam dapat dikolaborasikan dengan pertanian yakni minapadi, sehingga muncul alternatif obyek wisata baru yaitu Agrowisata Minapadi,” katanya.

Sedangkan kepada pengelola obyek wisata Lava Tour diimbau selalu meprioritaskan keamanan wisatawan. (sol)



Jumat, 17 Mei 2019, 23:15:35 WIB Oleh : Masal Gurusinga 406 View
Personel Linmas Jaga Perlintasan KA Tak Berpalang
Jumat, 17 Mei 2019, 23:15:35 WIB Oleh : Prasetiyo 5937 View
Novenda Raih Nilai UN Tertinggi SMA se Jawa Tengah
Jumat, 17 Mei 2019, 23:15:35 WIB Oleh : Redaktur 1108 View
Waasops Kasad Cek Kesiapan Pasukan Operasi Pamtas

Tuliskan Komentar