atas

Ingin Jadi Pengawas TPS? Ini Syaratnya

Minggu, 10 Feb 2019 | 00:03:09 WIB, Dilihat 284 Kali - Oleh W Asmani

SHARE


Ingin Jadi Pengawas TPS? Ini Syaratnya Koordinator Pencegahan, Bawaslu Kota Yogyakarta, Nur Harsya Arya Samudra (kiri), Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi, Bawaslu Kota Yogyakarta, Muhammad Muslimin memyampaikan paparan di Kantor Kominfo dan Persandian, komplek Balai Kota Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).(w asmani/koranbernas.id)

Baca Juga : Tanam Sayuran Sistem Vertikal Dukung Keluarga


KORANBERNAS.ID --Untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu), yang berintegritas dan berkwalitas, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersiap merekut pengawas untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kebijakan ini didasarkan pada Undang-undang Nomer 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Perekrutan pengawas ini sebagai salah tugas Bawaslu dalam melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu.

"Selain itu pencegahan sengketa proses pemilu adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu," ungkap Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi, Bawaslu Kota Yogyakarta, Muhammad Muslimin, di Kantor Kominfo dan Persandian, kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurut Muslimin, Bawaslu memiliki jaringan dari pusat, ke ropinsi, ke kabupaten/kota, ke ecamatan, ke kelurahan/desa hingga ke tingkat TPS. Karena itulah dibutuhkan pengawas untuk tingkat TPS.

Pengawasan ini dibutuhkan karena Kota Yogyakarta saat ini memiliki 1.373 TPS. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan TPS berkaitan dengan formulir a5 corner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ada kesempatan warga negara untuk mendaftarkan diri," ungkapnya.

Lanjutnya, pendaftaran pengawas TPS dimulai 11 hingga 21 Februari 2019. Perekrutan calon pengawas TPS tersebut di koordinasi oleh Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan se-Kota Yogyakarta.

Adapun tugas Pengawas TPS nantinya melakukan pengawasan untuk persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara. Selain itu mengikuti pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya, warga negara Indonesia, berusia minimal 25 tahun dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

"Harapan kami yang mendaftarkan diri berjumlah 2 kali yang dibutuhkan," tambah dia.

Muslimin menambahkan, ada proses seleksi dalam perekrutan pengawas TPS. Kalaupun tidak terpenuhi jumlah tersebut, akan ada skenario lain yang akan mereka ambil yaitu dengan mengambil dari wilayah lain. Jika dalam salah satu wilayah tidak terpenuhi adanya pengawas di sejumlah TPS di wilayah tersebut.

Dalam tugasnya nanti, pengawasan bersifat pasif. Pengawas TPS membuat laporan setelah pelaksanaan, jika ada indikasi pelanggaran, pengawas bisa mengambil tindakan. Netralitas pengawas TPS merupakan kewajiban. Mereka harus memastikan mereka yang mendaftar, bebas dari intervensi pemilu, misalnya dari calon legislatif (caleg) maupun pengurus parpol.

"Potensi pelanggaran di TPS, adalah pemilih yang menggunakan eKTP (elektronik KTP). Persoalan eKTP tersebut belum selesai diatasi KPU. Kemudian adanya pemilih ganda karena sampai saat pun masih diproses," jelasnya.

Sedangkan, Koordinator Pencegahan, Bawaslu Kota Yogyakarta, Nur Harsya Arya Samudra, mengungkapkan pihaknya turut mengawal pendataan DPT dalam program formulir a5 corner.

"Kami mengawasi proses a5 corner KPU, yang berada di Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Bethesda, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Akademi Kebidanan (Akbid,)" kata dia.

Pleno terkait dengan formolir a5 akan diselenggarakan Jumat (15/2/2019) di tingkat kelurahan, Sabtu (16/2/2019l di tingkat kecamatan dan minggu (17/2/2019) pleno di KPU kota.

"Prosedur formulir a5 harus sesuai dengan tata kelola dan pengawasan dari Bawaslu," terangnya.(yve)



Sabtu, 09 Feb 2019, 00:03:09 WIB Oleh : Redaktur 263 View
Tanam Sayuran Sistem Vertikal Dukung Keluarga
Sabtu, 09 Feb 2019, 00:03:09 WIB Oleh : Redaktur 174 View
Gunungkidul Panen Raya Jagung Hibrida
Sabtu, 09 Feb 2019, 00:03:09 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 143 View
Terapi Individu Kurangi Resiko Pengobatan

Tuliskan Komentar