ingat-polisi-yang-tetap-tenang-saat-dicaci-maki-warga-ini-dia-orangnyaBriptu Syaiful Ulum, anggota Satuan Brimob Polda Jateng.(b maharani/koranbernas.id}


maharani

Ingat Polisi yang Tetap Tenang Saat Dicaci Maki Warga? Ini Dia Orangnya

SHARE

KORANBERNAS.ID -- "Tetap tenang, itu kuncinya," ujar polisi muda itu berusia 26 tahun tersebut. 

Ditopang baby face, kalem dan tuturnya lembut. Itu gambaran sekilas dari sosok dari Briptu Syaiful Ulum, anggota Satuan Brimob Polda Jateng.


Baca Lainnya :

Tidak menyiratkan sedikitpun kegaharan dalam penampilan diri polisi, meskipun mengenakan seragam yang dikenakan lekat dengan kemampuan tempur dan satuan elit kepolisian

Ketenangan inilah yang akhirnya membuahkan penghargaan. Ia dan sejumlah rekan sejawatnya mendapat penghargaan dari Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono lantaran mampu mengemban tugas pengamanan kegiatan masyarakat di Solo, Minggu (13/1/2019) dengan baik dan profesional.


Baca Lainnya :

"Kuncinya adalah bertugas ikhlas untuk melayani masyarakat dan sesuai SOP (standard operation procedure)," ujar Syaiful, polisi yang bertugas di Kompi 3 Pasadena, Semarang itu.

Syaiful layak mendapat apresiasi positif dari institusinya. Di video yang viral di media sosial, ia nampak tenang menghadapi cercaan seorang pria yang hendak menghadiri acara tablig akbar di Gladak. 

Pria yang mengenakan baju putih dan bertopi hitam bertuliskan kalimat tauhid tersebut nyerocos, memprotes aksi penutupan jalan oleh polisi.

Dengan nada lantang, pria itu terus memprovokasi Saiful. Bahkan dengan nyinyir ia menanyakan agama yang dianut Saiful dan rekannya, mempertanyakan sebagai polisi yang seagama malah menghalangi akses masuk menuju lokasi tablig akbar.

Namun hardikan demi hardikan dihadapi dengan diam. Syaiful enjoy menghadapi protes tersebut meski jelas terlihat rasa jengah mendengar omelan tanpa henti.

Demikian pula dengan kawan-kawan Saiful yang bertugas di lokasi sama. Mereka hanya diam sembari terus mengawasi pergerakan orang-orang yang protes.

Sikap tegas hanya diperlihatkan ketika si pria berusaha membuka paksa besi barikade. Tapi ketegasan itu sifatnya pencegahan, tidak dengan tindakan berlebih. Syaiful dan rekan-rekannya hanya berusaha mempertahankan dan mengembalikan pagar besi ke posisi semula.

Video yang semula disebar untuk mendiskreditkan polisi dengan isu sentimen agama tersebut malah berbalik arah. Banyak nitizen yang justru kagum dengan ketenangan Saiful. 

Pada akhirnya, mayoritas komentar menyalahkan si pembuat video maupun pria yang marah-marah di video tersebut. 

"Bukan bully-an. Ya, seperti yang ada di video itu. Hanya sindiran-sindiran yang menganggap kita menghalangi kegiatan mereka," kata Syaiful merendah.

Total ada 18 polisi yang bertugas di Solo yang mendapat penghargaan serupa dari Kapolda Condro. Selain dari Satuan Brimob, ada pula anggota Dalmas Polrestabes Semarang dan Kapolsek Pasar Kliwon AKP Ariakta Gagah Nugraha. 

Kapolda Condro mengapresiasi kinerja anggotanya yang profesional di pengamanan tablig akbar. Tidak semata menjalankan perintah secara kaku tapi lebih mengedepankan kemanusiaan, sabar dan tidak mudah terpancing emosinya.

"Dan itulah wujud dari profesional Polri dan sosok anggota Polri yang mengedepankan hati nurani dan kemanusiaan," kata Kapolda.

Tak hanya dari dirinya selaku pimpinan Polda Jateng, tanggapan positif atas kerja Syaiful dan rekan-rekannya juga dipuji masyarakat luas. 

"Apresiasi ini justru selain kita lihat, masyarakat WA ke saya, ke institusi termasuk menyampaikan ke saya bagaimana melatih anggota bisa sabar seperti itu," tambahnya.

Penghargaan berupa piagam tersebut diharapkan mampu memotivasi anggota Polri lain berbuat serupa. "Piagam ini tentu akan jadi penilaian sendiri saat kenaikan pangkat, sekolah," tandas Kapolda.(yve)


TAGS:

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini