atas1

Idulfitri, Kolusi Manusia dengan Tuhan

Senin, 10 Jun 2019 | 23:46:20 WIB, Dilihat 299 Kali - Oleh Yvesta Putu Sastrosoendjojo

SHARE


Idulfitri, Kolusi Manusia dengan Tuhan Budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun (kiri) bersama guru besar FBS UNY, Prof Dr Suminto A Sayuti menyampaikan hikmah Syawalan "Merajut Silaturahim untuk Memperkuat Persatuan Menuju UNY Unggul di UNY, Senin (10/6/2019).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : ASN Bolos Harus Bawa Surat Dokter


KORANBERNAS.ID -- Budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menyatakan, puasa selama Bulan Ramadan bukanlah prestasi. Bahkan Idulfitri setelah sebulan berpuasa merupakan bentuk kolusi antara manusia dengan Allah SWT.

Idulfitri sebagai kolusi Allah untuk manusia dan menjadi kemurahan-Nya yang tidak hanya melihat kelemahan manusia untuk berpuasa hanya selama sebulan di ramadan," ungkap Cak Nun dalam hikmah Syawalan "Merajut Silaturahim untuk Memperkuat Persatuan Menuju UNY Unggul di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (10/6/2019). Hadir dalam dialog tersebut guru besar FBS UNY, Prof Dr Suminto A Sayuti. 

Menurut Cak Nun, puasa seharunya tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan namun seumur hidup. Namun karena kelemahan manusia maka Allah memberikan kemurahan hanya di Ramadan.

Kelemahan manusia untuk bisa berpuasa adalah menahan nafsu. Bukan hanya membatasi makan sehari-hari karena bila demikian, binatang pun juga bisa melakukannya.

"Jadi sekarang ini perang yang kita hadapi sebenarnya bukan antara gerindra dengan pdip atau jokowi dengan prabowo namun perang melawan nafsu di bulan syawal setelah lebaran," selorohnya.

Sementara Rektor UNY, Sutrisna Wibawa mengungkapkan syawalan atau haklal bi halal di Indonesia diharapkan memberi spirit kepada untuk meningkatkan kinerja kita dalam rangka mewujudkan UNY unggul. Agar senantiasa dapat bergairah bekerja, khususnya untuk peningkatan kinerja, civitas akademika harus memberikan yang terbaik dari yang kita bisa. 

"Sekecil apapun mari kita berbuat, dari yang kecil-kecil, akan terkumpul kinerja bersama yang Insyaallah akan menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kinerja UNY ke depan," tandasnya. 

Rektor menambahkan, terdapat tiga hal penting untuk meningkatan kinerja. Yakni personal goal setting atau perencanaan tujuan, purpose atau kejelasan tujuan dan passion atau gairah.

"Besarnya kesulitan atau beratnya tantangan yang kita hadapi, penyelesaian dan ketemunya jalan keluar, lebih ditentukan oleh gairah kita dalam menjalankan tugas yang kita emban. Mari kita teguhkan tujuan karir berprofesi agar memiliki arti penting, relevan dan mendekatkan diri kepada niat kita untuk beribadah, yang  pada akhirnya akan mengantarkan kita  kepada kesuksesan," imbuhnya.(yve)



Senin, 10 Jun 2019, 23:46:20 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 332 View
ASN Bolos Harus Bawa Surat Dokter
Senin, 10 Jun 2019, 23:46:20 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 256 View
Ribuan Warga Antri Salami Sultan
Sabtu, 08 Jun 2019, 23:46:20 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 336 View
Jan Ethes Borong Batik di Beringharjo

Tuliskan Komentar