Rabu, 29 Sep 2021,


hoaks-sarumpaet-bagian-dari-perilaku-menyimpang-hanum-raisNaufil Istikhari Kr (Direktur Cantrik Pustaka), Halili Hasan (Direktur Riset Setara Institute) dan Valentina Wiji (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) menyampaikan paparannya dalam peluncuran Majalah Sinergia dan Dialog Publik Refleksi Sumpah Pemuda dengan tema “Teladan Kepahlawanan Cut Nyak Dhien – RA Kartini Pasca Kesaksian Hoaks Hanum Rais, di UIN Sunan Kalijaga, Rabu (31/10/2018).(w asmani/koranbernas.id)


asmani
Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Heboh hoaks yang disampaikan Ratna Sarumpaet, aktivis sekaligus tim sukses  calon presiden (capres) Prabowo-Sandiaga Uno terkait luka lebam yang akibat kekerasan yang ternyata operasi plastik menyeret banyak nama. Salah satunya putri penasehat PAN, Amien Rais, Hanum Rais yang ikut menyebarkan hoaks dengan menyebut luka tersebut sebagai salah satu bentuk kekerasan terhadap aktivis perempuan.


Bahkan Hanum menyamakan Ratna dengan pahlawan nasional, Cut Nyak Dhien. Pernyataan tersebut akhirnya membuatnya harus berhadapan dengan hukum karena Ratna akhirnya mengakui operasi plastik alih-alih dikeroyok orang seperti pernyataan Prabowo dalam jumpa pers sebelumnya.

  • Pendirian Negara Khilafah Salah Kaprah
  • Jangan Sampai ke Kraton Jogja Pakai Visa

  • “Kami memberikan  apresiasi terhadap hanum rais atas perilaku yang menyimpang, menyamakan ratna sarumpaet  dengan cut nyak dhien,” ujar Muclas Jaelani Samorano, Direktur Utama LAPMI SINERGI dalam peluncuran Majalah Sinergia dan Dialog Publik  Refleksi Sumpah Pemuda dengan tema “Teladan Kepahlawanan Cut Nyak Dhien – RA Kartini Pasca Kesaksian Hoaks Hanum Rais, di UIN Sunan Kalijaga, Rabu (31/10/2018).

    MenurutMuchlas, putri Amin Rais tersebut telah menyampaikan preseden buruk. Tanpa pertimbangan historis yang matang dirinya memaksa menyeragamkan jasa heroik pahlawan nasional dengan sosok pembuat hoaxs  Ratna Sarumpaet.

  • Mengembalikan Jogja Kota Sepeda
  • Pecahkan Rekor MURI, 12.000 Pelajar SMP Khataman Quran

  • Cut Nyak Dhien maupun RA Kartini merupakan pahlawan bangsa milik negeri  ini. Ketika seorang Hanum Rais menyamakan keduanya dengan sosok Ratna Sarumpaet, banyak masyarakat yang menentangnya.

    Cut nyak dhien adalah pahlawan mempertaruhkan nyawanya  karena perang gerilya mengusir  penjajahan dari  Indonesia. Sedangkan ra  kartini menjadi simbol gerakan emansipasi, karena keberaniannya dalam berupaya mencerdaskan kaumnya,” tandasnya.

    Muchlas menilai Amin Rais yang seorang cendekiawan dan putrinya yang seorang dokter dan memiliki literasi yang luas tentang pengetahuan, kenapa bisa terjebak dalam drama hoaks Ratna Sarumpaet. Hal itu sangat disayangkan karena keduanya tidak mengkonfirmasi realitas namun justru menggunakannya untuk tujuan tertentu

    Karenaya sebagai kecintaan terhadap hanum rais, lembaga pers hmi sinergia akan mengirimkan majalah sinergia edisi XXII kepada keluarga amien rais, terutama hanum rais, sebagai koleksi literatur agar makin arif menyikapi persoalan publik,” jelas muchlas.

    Valentina Wiji, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia mengatakan pada saat Ratna Sarumpaet mengalami lebam di wajahnya dan mengaku telah dianiaya beberapa orang, dokter Tompi sudah menampiknya. Apalagi ada bukti latar belakang foto Ratna yang berada di klinik Bina Estetika.

    “Tompi mengatakan kalau ratna sarumpaet baru operasi plastik. Tetapi kenapa  hanum rais seseorang yang berpendidikan tinggi bisa mengatakan dirinya sudah memeriksa luka di wajah ratna benar akibat dianiaya. Kenapa Hanum Rais tidak lakukan cek fakta seperti halnya yang dilakukan tompi. Sebagai seorang dokter mestinya hanum memiliki cukup alat untuk cek fakta,” jelas Wiji.

    Direktur Riset Setara Institute,  Halil Hasan mengatakan  informasi  yang ada hendaknya harus diklarifikasi. Hanum Rais ketika mendukung informasi dari Ratna Sarumpaet sebaliknya yang justru pada akhirnya dibantah sendiri oleh pengakuan Ratna Sarumpaet.

    “Kasus Ratna Sarumpaet bisa jadi merupakan kerjaan oknum partai politik untuk propaganda, untuk itu media harus cek dan nitezen harus cerdas. Cegah dengan pengecekan fakta,” imbuh Halil.

    Direktur Cantrik Pustaka, Naufil Istikhari menyampaikan tentang tema refleksi Cut Nyak Dien dan RA Kartini serta Hanum Rais.  Pada masa Cut Nyak Dhien, hoaks diciptakan suaminya, Teuku Umar. Namun tujuannya untuk mengelabuhi musuh.

    “Hoaks itu bisa menipu, bisa juga untuk alat kritik bahkan bisa sebagai mengungkapkan alat kebenaran,” imbuh Naufil.(yve)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini