hgb-pasar-klaten-dua-versi-pedagang-bingungBangunan Matahari Plasa di Jalan Pemuda Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)


masal-gurusinga-2

HGB Pasar Klaten Dua Versi, Pedagang Bingung

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Para pedagang Pasar Klaten, Sub Terminal Angkot dan Matahari Plasa memilih tetap berjualan seperti hari biasa meski muncul pro-kontra tentang masa berlaku hak guna bangunan (HGB) yang didirikan investor PT Inti Griya pada 1993 lalu.

Ditemui di Pasar Klaten, Sabtu (22/6/2019) pagi, beberapa pedagang mengaku tetap berjualan karena telah memperbarui izin sewa ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Klaten.


Baca Lainnya :

"Izin sewa kios ini sudah saya perpanjang karena bangunan ini sudah milik pemda. Izinnya untuk dua tahun ke depan," kata Satimin.

Dia mengaku memiliki kewajiban menyewa kios tersebut. Besarnya biaya sewa Rp 24.000 per bulan dan retribusi kebersihan Rp 9.000 ribu per bulan.


Baca Lainnya :

Sependapat, Sulis, pedagang yang sehari-hari berjualan di lantai basement Pasar Klaten kepada koranbernas.id mengaku tetap berjualan seperti biasa karena sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Bambang Sigit Sinugroho mengatakan terkait adanya dua versi HGB Pasar Klaten, Sub Terminal Angkot dan Matahari Plasa, yang dibangun PT Inti Griya pada tahun 1993, Pemkab Klaten telah menunjuk Kejaksaan Negeri Klaten sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk menyelesaikan.

"Pemda sudah menunjuk kejaksaan sebagai JPN," ujar mantan Kepala Bappeda itu.

Beberapa waktu lalu sudah ada permohonan ke Kanwil Badan Pertanahan Negara (BPN) Jawa Tengah untuk membatalkan sertifikat HGB Pasar Klaten, Sub Terminal Angkot dan Matahari Plasa yang berakhir tahun 2023.

"Kalau Kanwil BPN menerbitkan pembatalan HGB yang 2023 maka sertifikat itu otomatis tidak berlaku dan yang ada hanya HGB 2018 yang telah berakhir bulan April 2018," jelasnya.

Pemkab Klaten dengan investor PT Inti Griya menandatangani MoU pembangunan dan pengelolaan Pasar Klaten, Sub Terminal Angkot dan Matahari Plasa pada 1993.

Kerja sama yang berlaku 25 tahun itu seharusnya berakhir April 2018.

Kenyataannya HGB atas bangunan itu ada dua versi yakni berakhir April 2018 dan tahun 2023.

Keberadaan HGB yang berbeda itu justru membuat pedagang kebingungan. Sebagian pedagang bersikukuh menolak memperbarui izin sewa kios dan los karena memiliki bukti HGB yang berakhir 2023.

Sebagian lagi memahami HGB tempatnya berjualan berakhir April 2018. (sol



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini