hatihati-kalian-bawa-jenazah-tokoh-yang-sangat-dicintaiKeranda jenazah Drs KH Sunardi Syahuri diusung keluar dari rumah duka. (arie giyarto/koranbernas.id)


arie-giyarto

Hati-hati, Kalian Bawa Jenazah Tokoh yang Sangat Dicintai

Ribuan Pelayat Melepas Kepergian Almarhum Drs KH Sunardi Syahuri
SHARE

KORANBERNAS.ID -- Ribuan pelayat, Senin (12/11/2018) bakda Dhuhur, melepas jenazah Drs KH Sunardi Syahuri, Ketua Umum Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI), dari Omah Ledhok ke tempat peristirahatan terakhir makam Babadan Banguntapan Bantul kompleks Masjid Pathok Negara Keraton Yogyakarta.

Menilik nomor polisi mobil dan bus-bus pelayat, mereka tidak hanya datang dari Yogyakarta saja tetapi dari luar kota.


Baca Lainnya :

Jenazah tidak dibawa mobil ambulans melainkan dipanggul oleh para pemuda dari berbagai komunitas Islam, meski jarak rumah ke makam cukup jauh sekitar satu kilometer.


Baca Lainnya :

Pelayat mengantarkan jenazah KH Sunardi Syahuri  menuju tempat pemakaman. (istimewa)

Ini merupakan sebuah penghormatan bagi almarhum yang sangat banyak jasanya dalam syiar Islam.

"Kalian saya minta supaya tertib dan hati-hati karena kalian membawa jenazah tokoh yang sangat dicintai masyarakat," kata H Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta, dalam sambutannya mewanti-wanti.

Iring-iringan pembawa jenazah diawali puluhan pasukan pelajar berseragam putih-putih Menurut walikota, hari ini masyarakat Yogyakarta menjadi saksi, betapa besar jasa dan perjuangan almarhum untuk kemaslahatan umat.

Hal ini terbukti dari warga yang memberikan penghormatan terakhir sangat luar biasa jumlahnya. Untuk itu dia mengajak meneruskan perjuangan almarhum.

Mubaligh Prof Dr H Yunahar Ilyas menyatakan Yogyakarta sangat kehilangan seorang pegiat syiar Islam. Sejak muda almarhum sudah berdakwah tanpa kenal lelah.

Puluhan pelajar berseragam putih-putih mengawali iring- iringan pengusung jenazah almarhum Drs KH Sunardi Syahuri. (arie giyarto/koranbernas.id)

Dia juga penggerak pembangunan mushala dan masjid yang sangat banyak jumlahnya. Selain menjadi Ketua Umum PDHI,  almarhum juga aktif di berbagai organisasi Islam di antaranya Dewan Dakwah, UII dan sebagainya.

“Tetapi kematian adalah sebuah kebenaran. Ketika Allah SWT  telah memanggilnya, tak seorang pun mampu menolak ataupun menundanya,” kata Prof Yunahar.

Usai pemberangkatan jenazah, lalu lintas sekitar Gembira Loka Zoo macet total meski aparat kepolisian Polsek Kotagede sudah bekerja keras dibantu masyarakat.

Para pelayat pun memarkir kendaraannya di tempat-tempat kosong seputar Gembira Loka meski cukup jauh dari rumah duka.

Kondisi lalin yang macet sudah terjadi sejak Senin pagi. Diprediksi ada ratusan ribu orang datang melayat sejak Minggu malam hingga saat pemberangkatan jenazah.

Ratusan karangan bunga duka cita ukuran besar dikirim dari para pejabat, organisasi, pribadi maupun kalangan pengusaha. Sebagai pemilik tujuh toko swalayan Pamela, almarhum cukup banyak relasinya.

Seperti diberitakan, Sunardi Syahuri meninggal hari Minggu pukul 16L38 di RS JIH. Pria kelahiran Sleman 66 tahun yang lalu itu meninggalkan seorang istri, Hj Pamela, lima orang anak dan 16 cucu. Ibundanya masih hidup dan segar meski usianya sudah 85 tahun. (sol)


TAGS: koranbernasid 

SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini