Rabu, 27 Okt 2021,


hasil-tracing-puskesmas-bambanglipuro-14-orang-otgKepala Puskesmas Bambanglipuro Bantul, dr T Glory. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Hasil Tracing Puskesmas Bambanglipuro 14 Orang OTG

SHARE

KORANBENAS.ID, BANTUL -- Hingga saat ini 14 orang di wilayah Bambanglipuro diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab  PCR oleh Puskesmas dan masuk dalam klaster senam. Kasus ini  awalnya dari seorang warga yang hendak balik ke Kalimantan, saat dilakukan tes ternyata positif.


“Dari kasus tersebut kita kemudian menguatkan 3 T yakni testing, tracing dan treatment. Kita lakukan tes terhadap Kontak Erat (KE) dan kebetulan dari pihak keluarga,” kata dr T Glory, Kepala Puskesmas Bambanglipuro kepada koranbernas.id, Kamis (14/10/2021) di kantornya.


Dari tes terhadap terhadap KE muncul kasus positif kedua dan ketiga. Dari positif ketiga inilah diketahui yang bersangkutan melakukan senam di wilayah Kalurahan Sidomulyo. Kemudian anggota senam dilakukan swab PCR dan didapatkan hasil delapan orang positif, dilakukan tracing lagi dan ditemukan tiga positif.

“Jadi total ada 14 orang yang sudah positif dan semua Orang Tanpa Gejala (OTG),” katanya.


Yang bersangkutan  diminta isolasi mandiri sepuluh hari. Jika tidak ada gejala dan sehat, maka yang bersangkutan akan mendapatkan surat keterangan selesai melalukan Isoman dan kondisi sehat.

“Inilah pentingnnya vaksinasi. Kenapa kita gencarkan. Sebab saat terpapar virus Corona, ketika sudah divaksin gejalanya tidak berat. Virus juga tidak bisa bermutasi,” katanya.

Menurur dokter Glory pihaknya terus melakukan tracing terhadap KE. Pada Jumat (15/10/2021) besok akan dilakukan swab PCR kepada 6 orang KE. “Hasilnya kita belum tahu seperti apa. Jadi memang klaster senam ini mungkin bertambah,” katanya.

Dokter Glory mengimbau masyarakat jangan lalai atau kendor menerapkan protokol kesehatan kendati sudah divaksin. Selalu mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta kurangi mobilitas yang tidak penting.

“Jadi kalau sudah vaksin jangan euforia berlebihan lalu lalai menjaga diri. Ini pandemi kita tidak tahu kapan akan berakhir, karena memang bergelombang atau berjilid. Maka terapkan prokes,” katanya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini