Kamis, 04 Mar 2021,

hasil-refocusing-anggaran-seluruh-skpd-setara-rp-125-miliarWakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana. (istimewa)


Siaran Pers
Hasil Refocusing Anggaran Seluruh SKPD Setara Rp 125 Miliar

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKDP) Pemda DIY saat ini sedang melakukan refocusing anggaran. DPRD DIY mengingatkan upaya menekan kasus Covid-19 harus dijadikan indikator penggunaan anggaran yang bersumber dari Biaya Tidak Terduga (BTT).

“Sekda DIY atas arahan Kementerian Keuangan mengeluarkan edaran untuk menambah alokasi anggaran penanganan Covid-19 dalam BTT sebesar 8 persen dari setiap SKPD atau setara kurang lebih Rp 125 miliar,” ungkap Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY, Selasa (23/2/2021), di DPRD DIY.

  • Menjadi Guru Milenial
  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY

  • APBD DIY tahun 2021 menganggarkan Rp 66,9 miliar untuk penanganan Corona. Dengan tambahan anggaran hasil refocusing maka BTT akan menjadi sekitar Rp 191 miliar untuk penanganan Covid-19.

    Adapun penggunaannya  meliputi berbagai program seperti vaksinasi, insentif tenaga kesehatan, pencegahan, dukungan posko dan sebagainya.

  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • “Kami minta harus ada indikator yang jelas dan mudah dinilai terkait penggunaan anggaran ini, yaitu penurunan kasus harian Covid-19 secara signifikan dalam tahun 2021 dan seterusnya,” pesan Huda.

    Jangan sampai indikator keberhasilannya sekadar kegiatan terlaksana, anggaran terserap, tetapi kasus Covid-19 tetap tinggi. Pengendalian kasus kunci perbaikan perekonomian yang saat ini terpuruk.

    Menurut Huda, program-program yang dilaksanakan harus tepat sasaran dan efisien  sehingga belanja anggaran akan memberikan dampak langsung bagi pengendalian kasus dan perbaikan ekonomi.

    “Kami mengapresiasi turunnya kasus Covid-19 pada PTKM tahap tiga, dari sekitar 320-an kasus harian pada PTKM tahap satu menjadi sekitar 200-an kasus per hari PTKM tahap tiga. Tapi kasus ini masih tetap saja tinggi sehingga perlu dilakukan lanjutan PTKM tahap empat,” kata dia.

    Huda juga meminta program 3 T yang menjadi tugas pemerintah betul-betul dilaksanakan secara efektif termasuk follow up-nya.

    Dia mengatakan, penggunaan anggaran juga harus menjangkau berbagai kegiatan pencegahan pada level bawah, seperti pemerintah desa atau dusun yang memerlukan dukungan, rumah sakit maupun laboratorium.

    Anggota Fraksi PKS ini menegaskan semua pihak yang strategis dan membantu penurunan kasus ini perlu mendapat alokasi. Dia tidak ingin anggaran hanya berputar untuk mebiayai kegiatan pemda.

    “Kami lebih suka anggaran ini terserap besar atau bahkan habis, tetapi kasus dapat ditekan seminimal mungkin daripada anggaran diirit-irit agar sisa dan bisa dipakai atau dikembalikan lagi ke dinas dinas, tetapi kasus tetap tinggi,” tandasnya. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini