Kamis, 04 Mar 2021,

harus-ada-solusi-jangan-asal-memperpanjang-ptkmRany Widayati. (istimewa)


--
Harus Ada Solusi Jangan Asal Memperpanjang PTKM

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Perpanjangan  kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) dikeluhkan oleh masyarakat terutama para pelaku ekonomi. Sejumlah aspirasi masuk ke lembaga legislatif.

Kegelisahan itu pun direspons anggota Komisi D DPRD DIY, Rany Widayati. Di satu sisi muncul keprihatinan banyak warga terpapar Corona namun di sisi lain kegiatan mencari nafkah harus tetap berjalan. Artinya sektor kesehatan dan ekonomi harus mampu berjalan bersama-sama.


“Memang memperpanjang PTKM itu salah satu solusi. Kita sepakat itu. Tetapi jangan kemudian sekadar memperpanjang tidak disertai solusi apapun,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (25/1/2021), di sela-sela Diskusi Forum Wartawan DPRD DIY.

Rany yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD DIY ini mengaku pernah melihat sendiri ada pedagang melanggar jam buka malam kemudian dibubarkan petugas. “Mestinya ada solusi, misalnya tidak boleh dimakan di tempat tetapi dibawa pulang,” ujarnya.


Dia mengakui, DIY dengan karakteristiknya memang ada pedagang kuliner khusus buka malam hari. Contohnya bakmi godok. “Bakul bakmi kan cocoknya buka malam, kalau ada orang ingin (bakmi) dan tidak ada yang buka  kan merepotkan,” ucapnya.

Menurut dia, yang terpenting mereka boleh berjualan asalkan  pembeli tidak makan di tempat. Selain itu, protokol kesehatan harus betul-betul diterapkan secara benar.

Solusi seperti ini sekaligus untuk menghindari kesan seolah-olah pemerintah mengeluarkan aturan tetapi dibiarkan begitu saja.

“Kenyataannya kan seperti itu, masuk Malioboro, masuk toko-toko, tidak bisa semua orang bisa diperiksa. Tidak mungkin. Mereka sama-sama membutuhkan (ekonomi),” jelasnya.

Kecuali, lanjut dia, memang ada yang benar-benar melakukan pelanggaran maka harus diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan.

Rany setuju semua pihak harus taat protokol kesehatan agar pandemi bisa segara berakhir. Jika tidak, maka masyarakat dan pelaku ekonomi yang rugi. “Eman-eman uang rakyat sekian banyak terbuang,” kata dia. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini