atas1

Gundala Satukan Ragam Penggemarnya Pada Satu Titik

Minggu, 11 Agu 2019 | 22:47:26 WIB, Dilihat 632 Kali
Penulis : Muhammad Zukhronnee Ms
Redaktur

SHARE


Gundala Satukan Ragam Penggemarnya Pada Satu Titik Ditemani para pemeran dalam film Gundala, sutradara Joko Anwar memberi penjelasan kepada media terkait film terbarunya itu di Jogja City Mall, Yogyakarta, Sabtu (10/8/2019). (Muhammad Zukhronnee ms/koranbernas)

Baca Juga : Tingkatkann Produktivitas, Mari Berjuang #AntiNgaret


KORANBERNAS.ID -- Gundala, film pahlawan super asli indonesia akan tayang perdana pada 29 Agustus 2019. Film yang di sutradarai oleh sineas Joko Anwar ini akan mempersatukan para penggemar Gundala mulai dari komik klasik hingga penggemar baru, kaum milenials.

Sejak dikenalkan pertama kali dalam komik berjudul "Gundala Putra Petir" 1969. Superhero ciptaaan Harya Suraminata (Hasmi-red) merupakan salah satu superhero yang populer di tanah air, Gundala memiliki penggemar dengan rentang usia yang beragam.

Setelah terbit sebanyak 20 edisi, komik Gundala pernah difilmkan oleh Perum Produksi Film Negara (PPFN) pada 1981 dengan judul yang sama "Gundala Putra Petir". Meski sukses pada eranya, tak banyak generasi kini yang tahu dengan film yang disutradarai Lilik Sudjio tersebut.

Sebagai fans Gundala, Joko Anwar mengaku tidak mau apa yang dicintainya dari Gundala sejak kecil hilang. Bahkan Joko melakukan beberapa kali screening internal dengan penggemar Gundala lintas generasi untuk menjaga kenangan itu tetap ada.

"Akan ada satu titik dalam film Gundala yang menjelaskan kenapa larinya ke sana. nah satu titik itu nanti membuat kita jadi mengerti maksud dan menjelaskan semua hal yang terjadi, titik ini akan mempersatukan nostalgia penggemar. jadi jangan khawatir, karena Gundala yang kita buat ini masih tetap sebagai Gundala yang kita kenal," terang Joko saat meet and greet dengan para pemeran Gundala di Jogja City Mall, Yogyakarta, Sabtu (10/8/2019).

"Aku besar dengan Gundala, sejak kecil secara emosi sangat dekat sekali dengan karakter Gundala yang dibikin oleh pak hasmi ini. gundala adalah jagoan yang sangat dicintai oleh rakyat Indonesia karena gundala adalah seorang patriot," imbuhnya.

Seorang patriot tidak pernah mementingkan dirinya sendiri, lanjut Joko, Begitupun untuk membuat film Gundala ini. Dia ingin jujur sejujurnya, bahkan orang-orang yang terlibat adalah orang-orang yang memiliki sifat seperti Gundala.

"Tidak boleh orang yang negatif dan mementingkan diri sendiri jadi harus orang-orang yang mencerminkan sifat Gundala, tidak narsis dan tidak selfish," lanjutnya.

Meski demikian, Joko Anwar mengaku cukup kesulitan untuk menterjemahkan Gundala ke dalam sebuah film.

"Pertama, karena komik berbeda dengan medium film. Kita harus punya cerita yang bisa membuat orang rela duduk selama dua jam mantengin layar. kedua, selain kita harus bisa membuat cerita Gundala yang diinginkan oleh pak hasmi, tapi juga harus memiliki sensibilitas yang membuat generasi zaman sekarang ingin menonton," tandasnya.

Melesat Ke Festival Internasional

Meski belum rilis di Indonesia, namun film yang diadaptasi dari serial komik karya Hasmi ini telah dijadwalkan diputar di Toronto International Film Festival (TIFF). Nantinya, Gundala akan diputar di program Midnight Madness, bersama film terbaru Nicholas Cage dan satu film dari Takashi Miike. Gundala menjadi satu-satunya film Asia Tenggara yang ditayangkan di program tersebut.

Digelar sejak 1976, Tahun ini TIFF berlangsung pada 5 -15 September 2019. Festival film tersebut kini menjadi salah satu ajang paling bergengsi di industri perfilman, bahkan TIFF kerap dianggap sebagai 'pembuka' menuju Oscar. Joko melanjutkan, ketika membuat film Gundala Dia hanya menargetkan konsumsi dalam negeri saja. Menurutnya, Gundala ini sangat Indonesia baik dari cerita kekeluargaan hingga kekonyolannya yang sangat Indonesia.

"Kita tidak pernah berfikir akan tayang di luar negeri, Apalagi sampai diterima di Amerika yang notabene mereka punya semua fasilitas untuk bikin film superhero model apapun," lanjutnya.

"Ternyata cara bertutur kita dalam gundala cukup universal, hal ini membuat orang luar menjadi bisa menikmati film yang kita buat," tandasnya.



Minggu, 11 Agu 2019, 22:47:26 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 824 View
Tingkatkann Produktivitas, Mari Berjuang #AntiNgaret
Minggu, 11 Agu 2019, 22:47:26 WIB Oleh : warjono 584 View
Ibadah di Gereja Mundur 2,5 Jam
Minggu, 11 Agu 2019, 22:47:26 WIB Oleh : Putut Wiryawan 480 View
Matur Nuwun Ibu, Semoga Sukses...

Tuliskan Komentar