atas1

Google Merenovasi Laman Jogja Belajar

Jumat, 23 Nov 2018 | 15:39:16 WIB, Dilihat 694 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Google Merenovasi Laman Jogja Belajar Pengunjung mengamati brosur jogjabelajar.org di Kantor Disdikpora DIY, Jumat (23/11/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Baca Juga : Saat Wali Murid Gantikan Guru Mengajar di Kelas


KORANBERNAS.ID –  Tertarik dengan konten laman jogjabelajar.org milik Balai Telekomunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, perusahaan raksasa digital Google sepakat menjalin kerja sama.

Melalui Program Sinergi Google for Education dan Jogjabelajar Jogja Smart Education, Google merenovasi laman tersebut. “Ibarat sudah ada rumah, kita tinggal merenovasi, menambah kamar,” ungkap Arya Sanjaya, President Director PT Duta Digital Informatika selaku mitra resmi Google for Education di Indonesia.

Dalam konferensi pers di Kantor Disdikpora DIY Jalan Cendana Yogyakarta, Jumat (23/11/2018), didampingi Kepala Balai Tekkomdik Disdikpora DIY, Isti Triasih, lebih lanjut Arya Sanjaya menyampaikan kerja sama ini untuk mewujudkan pendidikan Jogja kelas dunia.

Era digitalisasi yang berkembang begitu pesat saat ini berdampak besar pada semua sektor di Indonesia termasuk pendidikan.

Disdikpora DIY  melalui Balai Tekkomdik, sambung Isti Triasih, selalu berupaya cepat dan sigap menciptakan terobosan baru teknologi media pembelajaran bagi masyarakat. Ini semua  untuk mendukung tercapainya misi Yogyakarta sebagai pusat pendidikan di tahun 2025.

“Dalam rangka menyongsong revolusi pendidikan 4.0 dan mensukseskan program Jogja Smart Education untuk mewujudkan pendidikan jogja kelas dunia, pada tahun ini kami bekerja sama dengan Google melalui PT Duta Digital Informatika,” ungkapnya.

Salah satu bentuk kerja sama itu adalah meningkatkan domain jogjabelajar.org menjadi domain pendidikan berbasis teknologi Google.

Pengguna jogjabelajar.org secara otomatis dapat menggunakan seluruh aplikasi produktivitas untuk pendidikan yang terdapat di Google melalui  akun  pengguna  yang  berakhiran  nama  domain  @jogjabelajar.org.

“Dengan layanan baru ini, laman Jogja Belajar yang semula memiliki lima fitur utama JB Media, JB Budaya,  JB Radio, JB Class dan JB tube, kali ini bertambah fitur baru JB Mail,” jelas Arya.

Dia juga menjelaskan, G Suite untuk Pendidikan yang merupakan bagian dari Program Google for Education adalah rangkaian fitur produktivitas untuk membantu siswa dan pengajar berinteraksi dengan lancar dan aman di semua perangkat.

Selain itu, juga mendukung kegiatan di instansi maupun di sekolah di mana saja, kapan saja dan di perangkat apa saja.

“Dukungan 7x24 jam menjadi perhatian utama Google memberikan layanan kepada pengguna. Berbagai fitur yang tersedia diharapkan mendorong kompetensi berkomunikasi, berkolaborasi, kreativitas, dan pemikiran kritis serta memungkinkan pengajar berinteraksi  dengan  seluruh siswa di kelas atau secara individual,” kata Arya.

Berbagai layanan dan fasilitas yang dapat dinikmati di dalam G Suite untuk Pendidikan antara lain Gmail,  Drive  dan  Pengelolaan  Dokumen  (Google  Docs,  Google  Slides  dan  Google Sheets),  Google  Hangouts  Meet  Chat  dan Video Conference, Google Vault, Groups, Jamboard Service, Kalender, Keep, Sites serta Google Task.

Keseluruhan fasilitas ini bisa  diakses  oleh  semua  akun  pengguna  dengan  akhiran  nama  domain  Pendidikan @jogjabelajar.org.

Kepala Balai Tekkomdik Disdikpora DIY Isti Triasih bersama President Director PT Duta Digital Informatika, Arya Sanjaya, menyampaikan keterangan pers. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Isti Triasih mengatakan, selain berkolaborasi dengan Google untuk memberikan layanan pendidikan digital unggulan di DIY, Balai Tekkomdik juga memiliki layanan khusus JB Class.

“Pada tahun 2018 ini Balai Tekkomdik DIY  meluncurkan  aplikasi  terbaru  JB  Class  dalam  bentuk  aplikasi  mobile  berbasis Android,” kata dia.

Jb Class merupakan aplikasi learning management system berbasis website yang dirancang sebagai media tambahan atau pengayaan pembelajaran yang melengkapi pembelajaran konvensional melalui kelas maya.

Sejak dirilis pertama kali pada 2015 saat ini JB Class memiliki 27.631 pengguna, 4.842 kelas online, dan 8.204 konten pembelajaran.

“Tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi memanfaatkan JB Class versi website, memotivasi kami untuk mengembangkan JB Class  dalam bentuk aplikasi mobile yang diberi nama  JB Class Istimewa, untuk semakin mempermudah proses pembelajaran digital,” ujarnya.

Balai Tekkomdik juga meluncurkan konten edukasi berbasis video/audio yakni  empat film pendidikan untuk jenjang SMA dan SMK, dua film pendidikan untuk penanganan Anak Berkebutuhan Khusus, 30 media bahan siar radio, aplikasi JB Class Istimewa serta aplikasi untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

Dengan diluncurkannya Layanan Jogjabelajar yang bersinergi dengan Google for Education dan Layanan JB Class dalam bentuk Aplikasi Mobile berbasis Android ini, diharapkan pendidikan di provinsi DIY kelas dunia, terutama pendidikan dasar dan menengah yang menjadi sasaran pertama program ini.

Google  for  Education  merupakan layanan dari Google yang menyediakan versi beberapa produk Google yang dapat disesuaikan secara terpisah menggunakan nama domain yang disediakan  oleh  pelanggan  dan  khusus  digunakan  oleh  institusi pendidikan termasuk sekolah dasar dan menengah, serta perguruan tinggi.

Layanan Google for Education tidak terbatas pada G Suite for Education tetapi juga Teknologi Komputer pembelajaran Chromebook dan Program Peningkatan Profesionalitas Pendidik.

G Suite for Education dapat membantu siswa meningkatkan minat belajar dengan menggunakan teknologi. G Suite for Education merupakan rangkaian fitur produktivitas untuk membantu siswa dan pengajar berinteraksi dengan lancar dan aman di semua perangkat. (sol)



Jumat, 23 Nov 2018, 15:39:16 WIB Oleh : Sari Wijaya 6319 View
Saat Wali Murid Gantikan Guru Mengajar di Kelas
Jumat, 23 Nov 2018, 15:39:16 WIB Oleh : Prasetiyo 926 View
SMPN 3 Purbalingga Nanggap Wayang
Jumat, 23 Nov 2018, 15:39:16 WIB Oleh : Sholihul Hadi 545 View
Revolusi Digital Berlangsung Kejam

Tuliskan Komentar