atas1

GO-FOOD Berkontribusi Rp 1,6 Triliun pada Perekonomian di DIY

Jumat, 03 Mei 2019 | 19:55:33 WIB, Dilihat 426 Kali - Oleh warjono

SHARE


GO-FOOD Berkontribusi Rp 1,6 Triliun pada Perekonomian di DIY Tim periset dari UI memaparkan hasil riset mereka tentang kontribusi GO-JEK terhadap perekonomian daerah, (Surya Mega/koranbernas.id)

Baca Juga : Rektor hingga Petugas Kebersihan Ikut Njathil di UNY


KORANBERNAS.ID—Kehadiran aplikasi ojek online GO-JEK, mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Di Yogyakarta, GO-JEK berkontribusi sebesar Rp 2,5 triliun setahun. Kontribusi terbesar berasal dari jenis layanan GO-FOOD yang mencapai Rp 1,6 triliun. Sisanya, berasal dari layanan GO- RIDE yang berkontribusi sebesar Rp 796 miliar, kemudian GO-CAR Rp 124 milliar dan GO-LIFE sebesar Rp 28 milliar per tahun.

Kontribusi GO-FOOD ini dihitung dari besara nilai transaksi atau omset UMKM yang menjadi mitra GO-FOOD.

Dalam konferensi pers terkat hasil riset “Dampak GO-JEK terhadap perekonomian Nasional & Daerah” di Yogyakarta, Ketua Tim Periset dari FE UI, Dr Paksi C.K. Walandouw mengatakan, bahwa kontribusi mitra GO-JEK kepada perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta di tahun 2018 mencapai Rp 2,5 triliun, dengan nilai kontribusi mitra UMKM GO-FOOD menjadi yang terbesar dari seluruh layanan GO-JEK yaitu Rp 1,6 triliun.

Nilai ini naik lima kali lipat dibanding hasil penelitian pada 2017 dengan adanya optimalisasi fitur teknologi GO-JEK yang semakin gencar digunakan mitra UMKM GO-FOOD.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini mengatakan, riset ini dilakukan tahun 2018 lalu dengan menyasar lebih dari 600 responden.

Dari riset ini juga terungkap, rata-rata pendapatan mitra GO-RIDE di Yogyakarta Rp 4 juta. Angka ini lebih tinggi 2,3 kali dari UMK Yogyakarta tahun 2018 sebesar Rp 1,7 juta.

Kemudian rata-rata pendapatan mitra GO-CAR di Yogyakarta sebesar Rp 5,6 juta atau lebih tinggi 3,2 kali dariUMK. Dan rata pendapatan mitra GO-LIFE di Yogyakarta sebesar Rp 4 juta, lebih tinggi 2,3 kali dari UMK.

“Riset ini merupakan lanjutan dari survei LD FEB UI di tahun 2017 yang menggunakan GOJEK sebagai studi kasus untuk survei industry,” kata Paksi, Jumat (3/5/2019).

Hasil riset ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan publik dan media mengenai potensi manfaat sosial ekonomi GO-JEK Indonesia, serta menghasilkan basis penelitian yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, dan pelaku industri di Indonesia.

“GOJEK menjadi pintu masuk pertama UMKM Yogyakarta masuk ke ekonomi digital,” imbuhnya.

Dijelaskan, mayoritas responden mitra GO-FOOD di Yogyakarta adalah usaha mikro dan kecil dengan omset Rp 300 juta/ tahun (69%) dan omset Rp 300 juta - 2,5 miliar/ tahun (26%).

Sebelum menjadi mitra GO-FOOD, mayoritas UMKM tidak mempunyai aset digital dimana 87% hanya memiliki bangunan fisik. Setelah menjadi mitra GO-FOOD, 99% responden UMKM langsung dapat membuka usaha secara digital (go-online).

UMKM mengenal teknologi pembayaran elektronik saat gabung ke ekosistem GOJEK. Mayoritas UMKM (79%)baru menerapkan pembayaran non-tunai setelah menjadi mitra GO-FOOD.

GO-FOOD meningkatkan penghasilan mitraUMKM dan membuat mereka naik kelas

“Mayoritas mitra UMKM mengalami rata-rata peningkatan omzet sebesar Rp 8.500.000 / bulan setelah bergabung di GO-FOOD,” kata Paksi.

Menurut Paksi, kontribusi yang semakin besar dari GOJEK menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi tidak hanya secara secara nasional. Namun juga ke perekonomian daerah.

GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan di daerah. (SM)



Jumat, 03 Mei 2019, 19:55:33 WIB Oleh : Muhammad Zukhronnee Ms 644 View
Rektor hingga Petugas Kebersihan Ikut Njathil di UNY
Kamis, 02 Mei 2019, 19:55:33 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 415 View
Lebih Baik Biometrik di Indonesia
Kamis, 02 Mei 2019, 19:55:33 WIB Oleh : warjono 597 View
Setelah Go-Jek, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab

Tuliskan Komentar