Kamis, 22 Apr 2021,


gandeng-lapas-fkpt-diy-dampingi-narapidana-terorismeProf Mukhtasar Syamsuddin (kiri) dan Arimin Bc IP SPd saat penandatanganan kerja sama. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Siaran Pers
Gandeng Lapas, FKPT DIY Dampingi Narapidana Terorisme

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Sebagai salah satu upaya mencegah paham radikalisme dan terorisme di masyarakat, Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY akan melakukan pendampingan terhadap narapidana terorisme (napiter).


Ke depan, pembinaan secara intens tidak hanya menyentuh napiter semata-mata melainkan juga keluarganya. Tujuannya supaya yang bersangkutan terbuka cakrawala pemikirannya, kemudian sadar.


Langkah FKPT DIY kali ini diawali dengan menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Wirogunan Yogyakarta melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Naskah kerja sama ditandatangani langsung Ketua FPKT DIY Prof Mukhtasar Syamsuddin dan Kalapas Kelas II A Yogyakarta, Arimin Bc IP SPd, Jumat (26/2/2021), di kantor lapas setempat Jalan Tamansiswa Yogyakarta.


“Program kerja sama ini memberikan kesempatan FPKT DIY bisa berinteraksi dengan napi terorisme. Kita dekati. Kita beri pencerahan untuk menyadari, bisa menerima Pancasila dan NKRI,” ungkap Muhtasyar Syamsuddin.


Didampingi Sekretaris FKPT DIY Sugeng Irianto serta Kepala Bidang (Kabid) Perempuan dan Anak FKPT DIY Fatma Amalia, lebih lanjut Muhtasyar yakin cara, konsep dan metode pendampingan ini mampu menyentuh hati napi terorisme.


“Kita sentuh napi terorisme ini untuk bersama-sama masyarakat membangun kehidupan yang lebih damai di Indonesia khususnya Yogyakarta,” paparnya.

Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menambahkan pihaknya memberikan apresiasi atas sambutan dan respons cepat Kalapas Kelas II A Yogyakarta yang memberikan dukungan penuh untuk bersama-sama melaksanakan upaya pencegahan terorisme.

Insyaallah kita berkomitmen mewujudkan kerja sama ini secara transparan, akuntabel dan bertanggung jawab,” kata Mukhtasyar. Salah satu bentuk pembinaan itu melalui ceramah yang sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman mereka.

Muhtasyar Syamsuddin mengakui FKPT DIY tidak bisa bekerja sendiri melakukan pencegahan maupun melindungi masyarakat dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme. Pihaknya juga terbuka bekerja sama dengan kalangan akademisi maupun masyarakat itu sendiri.

Gayung pun bersambut. Arimin menyatakan saat ini instansi yang dipimpinnya sedang berproses meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Baginya, kerja sama dengan FKPT DIY secara transparan serta akuntabel membawa dampak positif. Selain menambah semangat, ini juga merupakan bentuk dukungan meraih predikat tersebut.

“Prinsip, kita setuju berkerja sama dengan FKPT DIY. Respons kita sangat cepat. Kita fasilitasi FKPT DIY mengadakan pertemuan. Kita merasa prihatin ada saudara-saudara kita yang salah jalan,” ucap Arimin.

Napi terorisme yang menjalani pembinaan di lapas tersebut sudah menunjukkan berkelakuan baik, setidaknya terlihat dari perubahan sikap menjadi lebih baik. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini