Kamis, 23 Sep 2021,


erada-hiraswati-wasit-sepak-bola-yang-juga-penariErada Hiraswati (18), seorang wasit sepak bola perempuan asal Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Erada Hiraswati, Wasit Sepak Bola yang Juga Penari

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Spirit emansipasi wanita yang digelorakan RA Kartini telah tumbuh dalam diri Erada Hiraswati (18), seorang wasit sepak bola perempuan asal Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.


Gadis semampai yang bercita-cita menjadi pramugari ini beralih meminati dunia sepak bola. Pemilik tubuh dengan tinggi badan 164 cm dan berat badan 46 kilogram ini sebelumnya menjadi pemain sepak bola perempuan di kota asalnya Wonosobo.

"Saya menjadi pemain sepak bola sejak kelas 3 SMP. Awalnya saya hanya sebagai pemain saja, tetapi ternyata saya ingin memperdalam lagi dunia sepak bola," jelas mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan seni tari ini.

Keinginan memperdalam pengetahuan tentang sepak bola akhirnya membawanya mengikuti diklat wasit yang diselenggarakan di Hotel PKP-RI Purworejo, 11 hingga 16 Juli 2021 lalu. Sebagai perempuan pecinta sepak bola, ia ingin memberikan contoh untuk kaum hawa bahwa dunia sepak bola layak untuk digeluti oleh perempuan.

"Saya pernah beberapa kali mengikuti pertandingan sepakbola perempuan. Saya masuk ke klub GMM Wonosobo, pernah ikut lomba Piala Pertiwi Jateng 2019," jelas Erada disela Diklat Wasit C-3 di Hotel PKP-RI Kabupaten Purworejo, Kamis (15/7/2021).

Setiap pertandingan sepak bola yang butuh waktu dua kali 45 menit, tidak menyulitkan Erada secara fisik. "Kuncinya adalah rajin latihan fisik dengan berlari. Dengan olah fisik yang baik, kita tidak akan merasa ngos-ngosan saat bermain sepakbola," jelas Erada.

Wasit perempuan asal Wonosobo tersebut berharap dirinya akan belajar terus di dunia sepak bola. Karena dia berkeinginan memperdalam dunia sepak bola tersebut. "Saya ingin bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya,"ujarnya.


Lantas, apa saran Erada kepada kaum hawa yang berminat mengikuti jejaknya?

"Pertama, tulus dari hati. Kita akan melewatinya dengan senang hati. Kedua adalah usaha. Jika dalam memperdalam sepak bola ada hambatan, haruslah selalu berusaha mengatasi," sebutnya.

Selanjutnya adalah pola hidup juga menentukan. Pola hidup menyangkut pola makan dan tidur dan selalu berpikir positif mempengaruhi kekuatan sebagai pemain sepakbola.

Diklat Wasit

Diklat wasit dengan tajuk PSSI License C-3 Referee Course 2021 yang diikuti Erada tersebut diselenggarakan 11-16 Juli 2021 di Hotel PKP-RI Purworejo. Dillat diikuti 31 peserta, tiga orang diantaranya adalah peserta perempuan dan tujuh orang berasal dari Purworejo. Peserta Diklat adalah wasit perempuan berasal dari Wonosobo, Purwakarta dan Purworejo.

"Diklat wasit tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan perangkat pertandingan yang baik. Karena Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Purworejo bersiap mengikuti pertandingan nasional Liga Profesional 2023," jelas Angko Setiyarso Widodo, Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Purworejo.


Dia menyambut baik keikutsertaan wasit perempuan dalam diklat kali ini. Sebab Kabupaten Purworejo juga memiliki klub putri sepakbola.


Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Purworejo telah selesai menyelenggarakan pendidikan kilat (diklat) berlisensi untuk wasit. Setelah sebelumnya menyiapkan diklat pelatih berlisensi.

"Askab PSSI Kabupaten Purworejo mempersiapkan diri berlaga di ajang Liga Profesional 2023. Kami mulai menyiapkan perangkat pertandingan sepak bola yang profesional," jelas Angko.

Menurutnya, organisasi yang dipimpinnya telah menyiapkan pelatih atau guru sepak bola dengan kursus berlisensi.
"Saat ini kami telah selesai melakukan pelatihan wasit berlisensi nasional," ujar Angko kepada koranbernas.id.

Pelatihan wasit tersebut, lanjutnya, disiapkan untuk mempersiapkan perangkat pertandingan profesional dengan wasit serta pengawas pertandingan yang berkualitas. Apalagi, Askab PSSI Kabupaten Purworejo mempersiapkan diri tampil pada Liga Profesional 2023.


Menurutnya, tim yang disiapkan adalah untuk pertandingan nasional. Untuk itu pihaknya juga menyiapkan pelatih sekaligus wasit kelas nasional. Sebuah pertandingan bermutu tidak akan terwujud jika pelatih dan wasit tidak bermutu.

Ada 37 orang mendaftar Diklat wasit, namun enam orang diantaranya positif Covid-19 saat menjalani rapid tes antigen. "Enam orang terpapar Covid-19 harus pulang, selanjutnya peserta yang berhak mengikuti Diklat 31 orang, tiga orang (diantaranya) perempuan," kata Angko.

Instruktur Diklat wasit dari PSSI ada 2 orang yaitu Instruktur Teknik, Rahmad Hidayat, dari Yogyakarta dan Instruktur Fitness, Hadi Suroso, dari Kabupaten Semarang. Pelaksanaan pelatihan wasit dimulai dari Minggu (11/7/2021) dan ditutup Kamis (15/7/2021), lebih awal sehariu dari rencana semula.

"Walaupun materi dipadatkan, maju sehari, namun tidak mempengaruhi daya serap peserta Diklat. Karena setiap ada masalah krusial langsung dipecahkan," ujarnya.

Melalui Diklat wasit tersebut, Angko berharap dapat memacu sepak bola khususnya di Purworejo. "Bahwa sepak bola Purworejo bisa dipercaya. Dengan penyelenggaraan seperti ini tim kita bisa jadi tim andalan 2023 kita mengikuti liga nasional," ujarnya.

Diklat Wasit C3 tersebut diambil tiga besar terbaik yaitu Deri Suswanto dari Purworejo, Ahmat Irian dari Wonosobo dan Khafid Maulana dari Kulonprogo. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini