atas

Emilia Contessa Tak Tahan Lihat Lansia Bernyanyi

Rabu, 20 Mar 2019 | 14:49:56 WIB, Dilihat 360 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Emilia Contessa Tak Tahan Lihat Lansia Bernyanyi Emilia Contessa melayani foto bersama dengan pegawai Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Baca Juga : Ada Apa di Balik Booming Penduduk Lansia?


KORANBERNAS.ID – Emilia Contessa, aktris sekaligus penyanyi terkenal era 1970-an, rupanya tidak tahan saat menyaksikan para lansia tampil menyanyi.

Dia pun langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian berdiri mendampingi para lanjut usia itu seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti irama lagu.

Inilah kegembiraan penyanyi kelahiran Banyuwangi Jawa Timur yang kini menjadi anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, saat mengadakan kunjungan kerja ke Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta, Rabu (20/3/2019).

Begitu para  lansia penghuni panti yang berlokasi di Kasongan Bantul itu selesai membawakan dua buah lagu, Emilia Contessa sontak bertepuk tangan.

Tak hanya itu, didampingi seorang rekannya yang juga anggota DPD RI,  Intsiawati Ayus SH MH, dia langsung menyalami mereka satu per satu.

Di sela-sela pertemuan, Emilia Contessa bersedia melayani para pegawai panti  yang berebut foto bareng dengan artis idolanya.

Kedatangan para anggota Komite III DPD RI dipimpin Dr Abdul Aziz Khafia SSi M Si ke Yogyakarta kali ini untuk mencari masukan dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) inisiatif DPD RI Perubahan atas Undang-undang Nomor  13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

“Maksud dan tujuan kedatangan kami ke Yogyakarta untuk mencari masukan, harapan kami melalui penyempurnaan dan pembenahan, UU Nomor 13 Tahun 1998 ini semakin baik,” ujar Abdul Aziz Khafia.

Dia didampingi anggotanya yakni Drs Muhammad Afnan Hadikusumo, KH Ahmad Sadeli Karim Lc, Habib Abdurrahman Bahasyim SE MM serta Ir H Abd Jabbar Toba.

Rombongan DPD RI disambut Asisten Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Setda DIY Ir Arofa Noor Indriani MS serta Kepala Dinas Sosial DIY Drs Untung Sukaryadi MM.

Mewakili Gubernur DIY, Arofa mengatakan di DIY masih banyak lansia produktif dan aktif namun karena faktor usia mereka tetap perlu memperoleh bantuan termasuk peningkatan kesejahteraan.

Menurut dia, perhatian terhadap lansia merupakan bagian dari pelestarian nilai agama dan budaya bangsa yang berbudi luhur,  menghormati dan menghargai lansia.

Bagaimana pun, lansia memiliki kebijakan dan kearifan yang bisa diteladani oleh generasi penerus. “Menjadi tua memang tidak bisa dihindari tetapi lansia harus sehat dan kuat,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi menambahkan, jumlah lansia di Yogyakarta sebesar 14 persen atau 575 ribu jiwa dari total penduduk provinsi ini 3,6 juta jiwa. Berdasarkan catatan, pada tahun lalu masih terdapat lansia telantar sejumlah 42.417 jiwa.

“Kita menyadari ada lansia potensial, setengah potensial dan telantar,” ujarnya.

Lansia telantar terbagi dua kategori yaitu telantar secara ekonomi karena kondisinya miskin dan telantar secara sosial.

Bagi Yogyakarta, lanjut dia, lansia memiliki peran penting sebagai penjaga nilai dan transfer budaya. Itu sebabnya Dinas Sosial DIY berupaya agar para lansia tetap berdaya guna dan bahagia sampai akhir hayat. (sol)



Rabu, 20 Mar 2019, 14:49:56 WIB Oleh : Sholihul Hadi 315 View
Ada Apa di Balik Booming Penduduk Lansia?
Selasa, 19 Mar 2019, 14:49:56 WIB Oleh : Arie Giyarto 1070 View
Puisi dan Geguritan Bertemu di Sastra Bulan Purnama
Selasa, 19 Mar 2019, 14:49:56 WIB Oleh : Sholihul Hadi 255 View
Dua Korban Longsor Belum Ditemukan

Tuliskan Komentar