atas1

Emak-emak Turun Jalan Sambil Bawa Panci
Permintaan Hentikan Kecurangan Pemilu Kembali Bergema

Selasa, 14 Mei 2019 | 22:14:11 WIB, Dilihat 1625 Kali - Oleh Rosihan Anwar

SHARE


Emak-emak Turun Jalan Sambil Bawa Panci Emak-emak peserta aksi membawa panci serta peralatan dapur lainnya. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Baca Juga : Kejadian Aneh Saat Tarawih di Masjidil Haram


KORANBERNAS.ID -- Presidium Jogjakarta Ganti Presiden (JGP) wilayah DIY-Jawa Tengah mengadakan aksi unjuk rasa damai, Selasa (14/5/2019) siang, di Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Pada aksi tersebut, ratusan pendemo dengan tegas menolak kecurangan pada pemilu serentak tahun ini.

Lebih dari 100 peserta aksi yang sebagian besar merupakan kaum ibu atau emak-emak menyuarakan kecurangan yang bermunculan pada pelaksanaan pemilu serentak tahun ini.

“KPU jangan curang, KPU jangan curang…” kata seorang demonstran sambil membentangkan poster diikuti pendemo lainnya.

Muhammad Dadang Iskandar selaku Koordinator Aksi Ketua Umum JGP menyatakan pihaknya menolak beragam kecurangan yang terjadi seperti aksi politik uang, penggalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk mendukung salah satu paslon, kecurangan di TPS dan rekapitulasi tingkat bawah, hingga sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU RI yang dinilai telah direkayasa.

“Kita dari Yogyakarta, menolak segala bentuk kecurangan yang terjadi saat ini, yang dilakukan KPU dengan perangkatnya. Baik proses situng, proses penghitungan suara, dan pengumpulan suara,” katanya kepada sejumlah media.

Aliansi masyarakat Jogjakarta Ganti Presiden (JGP) menyuarakan aksi penolakan terhadap berbagai bentuk kecurangan yang terjadi pada pemilu serentak 2019. (rosihan anwar/koranbernas.id)

JGP meminta proses situng dihentikan dan segera dimulai rekapitulasi manual yang dilakukan secara transparan.

“Hentikan kecurangan KPU sekarang juga, hentikan proses situng yang kami duga sangat curang. Kesalahan yang dilakukan KPU itu bukan satu atau dua kali, tapi sudah ribuan kali dan saya yakin itu disengaja dan terencana,” ungkap Dadang.

Saat disinggung apakah JGP memiliki bukti-bukti kecurangan pemilu yang dimaksud. Dadang mengungkapkan, pada Selasa sore, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Badan Pemenangan Nasional (BPN) akan memaparkan data-data kecurangan yang dihimpun.

“Data kecurangan itu secara nasional, tidak hanya di Yogyakarta saja,” ungkapnya.

JGP juga mengeluarkan 20 pernyataan sikap di antaranya meminta KPU menghentikan segala bentuk kecurangan dan rekayasa.

Gunakan C1 secara benar dan hitung manual secara jujur, dan jangan pindahkan satu suara rakyat pun kepada yang tidak berhak.

Aksi JGP yang berlangsung Selasa (14/5/2019) siang berjalan damai dan diikuti ratusan peserta aksi. (rosihan anwar/koranbernas.id)

Selain itu, Dadang juga menyatakan demo yang dilakukan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta merupakan persiapan menjelang people power.

Rakyat Jogja, menurut Dadang, juga akan berangkat untuk memperjuangkan pemilu yang jurdil ke KPU.

“Rakyat seluruh Indonesia akan bergerak ke Jakarta untuk melakukan gerakan people power. Gerakan people power bukan gerakan makar ataupun gerakan inkonstitusional. Itu adalah hak rakyat Indonesia,” tandasnya. (sol)



Selasa, 14 Mei 2019, 22:14:11 WIB Oleh : Arie Giyarto 83824 View
Kejadian Aneh Saat Tarawih di Masjidil Haram
Selasa, 14 Mei 2019, 22:14:11 WIB Oleh : Sholihul Hadi 593 View
Dulu Legenda, Kini Penyuluh KB Harus Siap Mental
Senin, 13 Mei 2019, 22:14:11 WIB Oleh : Masal Gurusinga 442 View
Tak Perlu Operasi Pasar, Harga Bawang Putih Turun

Tuliskan Komentar