atas1

Dua Saudara Kembar Ini Tak Pernah Berhenti Menulis

Selasa, 12 Feb 2019 | 22:05:45 WIB, Dilihat 526 Kali - Oleh Arie Giyarto

SHARE


Dua Saudara Kembar Ini Tak Pernah Berhenti Menulis Noorca Massardi. (istimewa)

Baca Juga : Jadilah Anggota Persit Idaman Suami


KORANBERNAS.ID -- Dua saudara kembar yang dikenal sebagai sastrawan, Noorca Massardi dan Yudhistira Massardi, dijadwalkan tampil di Sastra Bulan Purnama Edisi 89, Rabu (20/2/2019) malam, di Tembi Rumah Budaya Jalan Parangtritis Km 8,5 Sewon Bantul.

Keduanya meluncurkan novel terbaru. Yudhis meluncurkan novel berjudul Penari dari Serdang. Sedangkan Noorca berjudul Simvlacrvm, yang ditulis bersama putri sulungnya Cassandra Massardi.

Judul novel Noorca terbilang unik, terutama pada pilihan huruf. Huruf U diganti V sehingga terbaca Simvlacrvm dari kata yang mestinya Simulacrum.

Selain masing-masing petikan novel dibacakan, ada juga pertunjukan musik dan puisi oleh Gema Isyak ‘Soloensis’, Gandhi Asta, Farida Klara Tika.

Noorca Massardi mengajak Nunung Deni Puspitasari membacakan petikan novel, serta Yoppi Smong dkk menampilkan musik puisi.

Yudhis telah menerbitkan sejumlah buku, salah satu novelnya ditulis tahun 1977 berjudul Arjuna Mencari Cinta.

Dia menerbitkan beberapa antologi puisi Sajak Sikat Gigi pada 2015, kemudian menerbitkan buku 99 Sajak, dua tahun kemudian (2017) menerbitkan Perjalanan 63 Cinta dan Luka Cinta Jakarta.

Noorca Massardi menulis sejumlah naskah drama dan dikenal sebagai sutradara. Dua novelnya yang pernah ditulis yaitu Sekuntum Duri (1978) dan Mereka Berdua (1981).

Karya lakonnya pernah menang pada Sayembara Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta, di antaranya  Perjalanan Kehilangan (1974), Terbit Bulan Tenggelam Bulan (1976).

Tinton (1976) dan Mencari Taman (1978) memenangkan Sayembara Penulisan Lakon Anak-anak Direktorat Kesenian Depdikbud. Kemudian, Sayembara Penulisan Lakon Pemerintah Daerah Jawa Barat Kuda-Kuda (1975).

Noorca dan Yudhistira selain dikenal sebagai sastrawan  juga sebagai wartawan. Aktivitas menulis tak pernah mereka tinggalkan. Novel terbaru karya Noorca dan Yudhistira merupakan bukti saudara kembar ini tidak pernah berhenti menulis.

Ons Untoro selaku koordinator Sastra Bulan Purnama, mengajak Noorca dan Yudhistira tampil di Sastra Bulan Purnama secara bersamaan. Sebelumnya, keduanya tampil terpisah pada bulan dan tahun yang berbeda.

“Noorca dan Yudhistira mempunyai novel yang baru saja terbit, saya minta petikannya dibacakan di Sastra Bulan Purnama, sekaligus untuk menyambut usia 65 tahun keduanya, tanggal 28 Februari 2019,” kata Ons Untoro.

Sastra Bulan Purnama memang terbuka untuk jenis karya sastra lainnya, tidak hanya buku puisi dan cerpen tetapi juga novel.

“Memang tidak mungkin membacakan semua kisah dari dua novel karya Noorca dan Yudhistira, maka akan dibacakan petikan novel tersebut,” ujarnya.

Meski yang diluncurkan novel, bukan berarti tidak ada pertunjukan puisi, karena keduanya dikenal sebagai penyair.

Noorca dan Yudhistira menyajikan musik puisi, dari kelompok musik yang mereka ajak tampil untuk mengolah lagu puisi, bahkan Yudhistira menyajikan keroncong puisi, bukan rock puisi seperti pernah dia lakukan. (sol)



Selasa, 12 Feb 2019, 22:05:45 WIB Oleh : Sari Wijaya 494 View
Jadilah Anggota Persit Idaman Suami
Selasa, 12 Feb 2019, 22:05:45 WIB Oleh : Redaktur 1292 View
Mutasi di Organisasi Militer Itu Hal Biasa
Selasa, 12 Feb 2019, 22:05:45 WIB Oleh : Redaktur 444 View
Sejumlah 500 Personel Amankan Kota Tegal

Tuliskan Komentar