atas1

Drama Seri Logat Banyumasan Siap Putar Perdana

Senin, 04 Feb 2019 | 20:56:23 WIB, Dilihat 784 Kali - Oleh Prasetiyo

SHARE


Drama Seri Logat Banyumasan Siap Putar Perdana Salah satu adegan drama seri Keluarga Pak Carik yang diproduksi Cinema Lovers Community (CLC), komunitas pegiat film pendek di  Purbalingga. (istimewa)

Baca Juga : Pengidap TBC Sulit Terdeteksi


KORANBERNAS.ID -- Cinema Lovers Community (CLC), sebuah komunitas pegiat film pendek di  Purbalingga, terus berkarya. Kali ini, CLC memproduksi drama seri berjudul Keluarga Pak Carik atau KPC.

Drama seri berbahasa Jawa logat Banyumasan ini akan  diputar perdana di pelataran SMA Santo Agustinus Purbalingga, Sabtu (16/2/2019) mulai  pukul 19:30.

Direktur CLC Purbalingga, Bowo Leksono kepada koranbernas.id, Minggu (3/2/2019) malam di Purbalingga mengatakan, drama seri KPC didukung Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

“Kami baru memproduksi dua episode. Harapannya ada pihak-pihak yang terus mendukung agar tema-tema lain dapat diproduksi,” ujar Bowo Leksono yang juga penulis skenario KPC.

Pemutaran KPC ini masuk program Bioskop Rakyat (Biora) CLC Purbalingga, sebuah program pemutaran reguler yang memasuki tahun 2019 digelar di lokasi Bangunan Cagar Budaya (BCB) wilayah Purbalingga kota.

Selain pemutaran film dan diskusi, akan diramaikan gelaran musik, sastra, rupa dan ngopi gratis.

Sutradara KPC Nur Muhammad Iskandar menambahkan, KPC diproduksi akhir tahun 2017. Namun baru dirilis ke publik awal Februari 2019, karena kendala keuangan.

Produksi drama seri ini menghasilkan dua episode untuk durasi tayang masing-masing 24 menit. “Episode 1 berjudul Kandang Sapi dan episode 2 berjudul Penganten Cilik,” jelasnya.

Drama seri yang pengambilan gambarnya di Desa Wanogara Kulon Kecamatan Rembang Purbalingga ini mengisahkan keluarga Tukiran , yang bekerja sebagai sekretaris desa (carik).

Tukiran memiliki istri bernama Sutimah, dan dua anak yakni Wanto dan Ndari.

Setiap episode mengangkat tema tertentu dengan persoalan yang selalu muncul dari ibu-ibu tukang gosip di warung Bu Carik, selain persoalan khas keluarga Pak Carik.

Pada episode 1 Kandang Sapi, mengangkat kisruh bantuan sapi bernilai ratusan juta rupiah dari pemerintah pusat bagi para kelompok peternak sapi.

Kades Pranowo yang berwatak korup, di bawah pengaruh istri, berusaha dengan berbagai cara mendapatkan sebanyak-banyaknya bantuan sapi tersebut.

Sementara episode 2 Penganten Cilik tentang geger perawan desa yang hamil di luar nikah. Mereka gadis yang masih duduk di bangku sekolah.

Ibu-ibu penggosip di warung Bu Carik terdepan mengabarkan. Masalah berhilir pada Tukiran yang menghadapi perempuan desa yang meminta surat nikah.

“Seperti halnya film-film pendek Purbalingga lainnya, KPC mengangkat persoalan-persoalan yang dekat dengan masyarakat Banyumas Raya pada umumnya,” ujarnya. (sol)



Senin, 04 Feb 2019, 20:56:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 454 View
Pengidap TBC Sulit Terdeteksi
Senin, 04 Feb 2019, 20:56:23 WIB Oleh : Nila Jalasutra 398 View
Anak-anak Mulai Bosan dengan Gawai
Senin, 04 Feb 2019, 20:56:23 WIB Oleh : Arie Giyarto 528 View
Ayam Hadiah Meronta-ronta Saat Diserahkan

Tuliskan Komentar