Rabu, 19 Jan 2022,


dprd-purworejo-kawal-proses-pemindahan-pasar-jangan-terjadi-jual-beli-kios-dan-losPasar Purworejo siap menampung pedagang dari Pasar Suronegaran. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
DPRD Purworejo Kawal Proses Pemindahan Pasar, Jangan Terjadi Jual Beli Kios dan Los

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Rencana perpindahan pasar pagi Suronegaran ke pasar baru yang bernama Pasar Purworejo di Brengkelan Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Jateng), menuai berbagai persoalan. DPRD Kabupaten Purworejo menerima beberapa pengaduan dari masyarakat terkait pemindahan pasar tersebut.


Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi,  mengungkapkan proses pemindahan pedagang pasar lama ke pasar baru di daerah mana pun selalu diwarnai permasalahan.

  • Kios Selesai Dibangun Listrik Belum Terpasang
  • Karya Mebel DIY Merebut Pasar Dunia

  • Termasuk pemindahan pedagang dari pasar Suronegaran ke pasar Purworejo di Brengkelan. Sejak awal dewan sudah banyak menerima aduan dari pedagang. Tidak hanya teknis pemindahan tetapi juga permasalahan yang cukup banyak dan pelik. Mulai dari praktik pungli, permasalahan jual beli kios dan los di atas saluran dan lain sebagainya.

    "Justru dari pengaduan awal terkait praktik jual beli lapak itu telah kami tindak lanjuti, ternyata tidak hanya dilakukan petugas tetapi juga antarpedagang untuk pemindahtanganan. Bahkan ada juga yang pindah tangan sampai dua hingga tiga kali, semua itu tentu harus diurai, ada juga upaya dari sejumlah oknum menawarkan lokasi di pasar Purworejo kepada orang yang notabenenya justru bukan pedagang pasar Suronegaran. Pemkab sudah mengambil langkah dan beberapa petugas kemudian dirotasi dan semoga itu bisa menjadi efek jera," paparnya.

  • 21 Kios Ludes Terbakar di Pasar Muntilan

  • Atas pengaduan tersebut, dewan telah berkomunikasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo. Akibatnya ada 16 orang harus mengalami rotasi jabatan. Dewan juga menyarankan agar DIKUKMP melakukan validasi ke pedagang yang akan masuk ke Pasar Purworejo di Brengkelan.

    “Kami berharap ke depan dinas terkait agar melakukan pengawasan secara ketat pasar-pasar di seluruh Kabupaten Purworejo. Untuk Kepala pasar dan jajarannya, hendaklah melakukan rotasi jabatan, agar tidak menyalahgunakan jabatan," jelas Dion usai rapat dengar pendapat antara Asisten II Sekda Purworejo, Budi Hardjono, Kepala DIKUKMP dan Kepala Satpol PP, Budi Wibowo, di Gedung B Komplek DPRD Kabupaten Purworejo, Jumat (3/12/2021).

    Rapat kali ini merupakan proses tindak lanjut dari hasil pertemuan sebelumnya dan hasil cek lapangan. Setelah mendengarkan paparan, DPRD khususnya Komisi III akan melakukan pengawalan lebih lanjut. "Harapannya data yang disajikan itu betul-betul memenuhi asas keadilan bagi para pedagang yang memiliki hak," ungkapnya.

    Legislatif juga meminta los dan kios pasar Suronegaran (pasar lama) yang ada sekarang kondisinya dibiarkan dalam sebulan ke depan atau jangan dibongkar terlebih dahulu. Jika ada permasalahan di lapangan bisa menjadi rujukan untuk pembuktian apakah pedagang yang bersangkutan benar-benar pedagang yang menempati kios atau los di pasar Suronegaran atau bukan.

    "Kami juga minta dinas terkait membuat pusat pengaduan di pasar Purworejo untuk memfasilitasi kemungkinan pedagang yang memiliki hak namun belum terakomodir," ucapnya.

    Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo, Gathot Suprapto, telah melakukan validasi pedagang Pasar Suronegaran yang rencananya akan dipindahkan ke Pasar Purworejo. Proses pengundian dijadwalkan tiga hari mulai Senin (6/12/2021). "Pengundian pedagang pasar Suronegaran akan dilakukan selama tiga hari meliputi tiga tahap," ucapnya.

    Menurut dia, proses pemindahan pedagang pasar Suronegara tetap menggunakan skala prioritas dengan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya berkaitan dengan izin penempatan lokasi, e- retribusi dan pedagang bersangkutan benar-benar berkegiatan atau berjualan di pasar Suronegaran.

    "Jumlah pedagang yang divalidasi sebanyak 1912 pedagang, hasilnya 1.570 pedagang masuk ke pasar Purworejo. Rinciannya 79 pedagang menempati kios, 1.025 pedagang los dan 466 pedagang menempati selasar," jelasnya kepada wartawan.

    Kepada media, Gathot mengakui pihaknya telah merotasi 16 orang staf. "Rotasi tersebut kami lakukan untuk penyegaran saja, agar mereka fresh," ujarnya. (*)


    TAGS: Pasar  Purworejo 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini