Kamis, 06 Mei 2021,


dprd-diy-beri-dukungan-kuliah-tatap-muka-dimulai-lagiKetua DPRD DIY Nuryadi (kanan) menyampaikan keterangan pers. (sholikul hadi/koranbernas.id)


Siaran Pers
DPRD DIY Beri Dukungan Kuliah Tatap Muka Dimulai Lagi

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Langkah Pemda DIY untuk memulai lagi perkuliahan tatap muka maupun pembelajaran di sekolah memperoleh dukungan DPRD DIY. Kembalinya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu membangkitkan perekonomian DIY.


Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyatakan sikap lembaga legislatis sudah jelas memberikan dukungan. Ini semua demi pemulihan ekonomi DIY. “Begitu nanti dibuka kuliah tatap muka pasti berdampak lebih baik bagi ekonomi DIY,” ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

  • Menjadi Guru Milenial
  • Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

  • Saat konferensi pers didampingi Sekretaris DPRD DIY, Haryanta, lebih lanjut Nuryadi menyatakan pasti keputusan itu membawa konsekuensi, mereka yang kembali ke Yogyakarta benar-benar sehat dan tidak terpapar. “Itu yang terpenting,” ujar Nuryadi.

    Dia mengatakan pembelajaran tatap muka pelajar SMA dan sederajat relatif lebih mudah. Tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena rata-rata para pelajar tinggal di wilayah DIY.


    Adapun pembukaan kembali kampus-kampus perguruan tinggi, menurut Nuryadi, perlu diatur sedemikian rupa menyesuaikan standar protokol kesehatan (prokes).


    “Kami tidak bermaksud menggurui perguruan tinggi, apalagi pemerintah pusat juga akan melonggarkan aturan mudik Lebaran Idul Fitri,” tambahnya.


    Secara teknis misalnya, tidak semua pelajar maupun mahasiswa masuk pada hari yang sama. Perguruan tinggi pasti punya cara misalnya fakultas mana yang dibuka terlebih dulu. Dengan begitu terhindar dari kerumunan.

    Ditanya mengenai uji coba Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY membuka pembelajaran tatap muka sepuluh sekolah, Nuryadi menyatakan dewan memberikan dukungan namun perlu juga langkah kehati-hatian.

    “Kita mendorong tetapi nasib murid yang lain seperti apa. Ini sulit. Melangkah itu konsekuensinya ada pengetatan atau masuk bergilir. Daripada kita punya kebijakan, dalam tanda petik, tidak dilakukan 100 persen maka percuma. Kita mau begini berapa tahun? Kualitas anak-anak kita seperti apa?” tambahnya.

    Nuryadi menegaskan, ada tiga hal penting saling terkait yaitu Covid-19, pendidikan dan ekonomi serta tidak bisa lepas dari kebijakan pemerintah pusat.

    “Bagaimana mahasiswa masuk kuliah lagi tapi dengan kehati-hatian, dengan cara yang memungkinkan dan aman untuk wilayah DIY. Saya tidak bicara ketat tetapi aman,” kata Nuryadi. (*)


    TAGS: dprd diy kuliah 

    SHARE

    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini