Rabu, 27 Okt 2021,


dpr-ri-prihatin-data-pribadi-bocor-ke-manamanaAnggota Komisi I DPR RI menjadi narasumber Seminar IKP Kementerian Kominfo RI. (istimewa)


Siaran Pers
DPR RI Prihatin Data Pribadi Bocor ke Mana-mana

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, merasa prihatin minimnya perlindungan data pribadi warga negara Indonea sehingga bocor ke mana-mana. Tidak sedikit data  tersebut disalahgunakan oleh pihak lain.


Keprihatinan dari anggota Fraksi PKS daerah pemilihan (dapil) DIY itu disampaikan saat menjadi narasumber Seminar IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Kamis (14/10/2021), yang berlangsung secara online.

  • Revolusi Digital Berlangsung Kejam
  • Generasi Milenial Lari Kencang, Pemerintah Ketinggalan

  • Melalui seminar bertema Langkah Aman dari Kejahatan Digital di Masa Pandemi Covid-19 kali ini, Sukamta menyatakan data pribadi termasuk NIK (Nomor Induk Kependudukan) tidak sedikit yang jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Kasus kebocoran data pribadi di Indonesia dari hari ke hari semakin meningkat. Data-data penting itu diambil orang lain. Masyarakat hanya bisa pasrah karena data pribadi itulah yang disetor ke instansi pemerintah atau penyelenggara sistem elektronik,” ungkapnya.

  • Yogyakarta Uji Coba Tanam Kopi di Lahan Perkotaan
  • Caleg Harus Bersentuhan dengan Masyarakat

  • Dia mendesak pemerintah agar Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi segera diselesaikan. Indonesia termasuk negara paling tertinggal karena belum memiliki regulasi perlindungan data pribadi.

    Doktor lulusan universitas di Inggris ini kemudian membandingkan negara-negara di ASEAN dan Asia sudah memiliki regulasi perlindungan data pribadi milik warga negaranya. “Sudah banyak. Jepang, Korea, China, Malaysia, Filipina,” sebutnya.

    Saat ini Eropa masih menjadi acuan berbagai negara di dunia karena perlindungan data pribadi di sana sangat kuat. Semua penyedia aplikasi patuh dan tunduk terhadap undang-undang. ”Karena undang-undangnya sangat kuat semua tunduk,” kata dia.

    Pakar teknologi informasi Ferry Wahyu Wibowo dari UGM memberikan dukungan pemerintah dan legislatif harus benar-benar melindungi data pribadi warga negaranya.

    Persoalannya, kata dia, data pribadi tersebut sudah tersebar, misalnya saat beli handphone baru otomatis memasukkan data pribadi. “Mau tak mau kita membuka data diri, apalagi ketika harus membuka app store  ditanya kartu kredit,” ucapnya saat menyampaikan makalahnya berjudul langkah aman dari kejahatan digital.

    Sedangkan Hasyim Gautama dari Kemenkominfo juga mengingatkan pengguna internet perlu memimalisasi risiko terutama tatkala melakukan transaksi bisnis dan perdagangan online, sebab internet juga memiliki banyak dampak negatif.

    “Bukan berarti kita tidak menggunakan internet tetapi harus tahu dan paham. Internet ini positif. Di masa depan  semua urusan dibawa ke internet menjadi lebih mudah dan cepat. Tapi di sisi lain ada risiko yang perlu kita perhatian. Mungkin kita tidak sadar dengan risiko tadi,” kata Hasyim seraya menyebutkan Kementerian Kominfo memfasilitasi pelatihan gratis penggunaan internet yang aman. (*)


    TAGS: DPR  Kominfo 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini