atas1

Dokter Kaget, Ada Jarum Berkarat Bersarang di Pundak Pasien

Selasa, 06 Agu 2019 | 13:07:14 WIB, Dilihat 1347 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Dokter Kaget, Ada Jarum Berkarat Bersarang di Pundak Pasien Fadilah Hartati didoakan Ustad Nurcholis sebelum pulang dari RS Nur Hidayah Bantul, Senin (5/8/2019) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Kejari Kumpulkan Keterangan Kasus Desa Bantul


KORANBERNAS.ID -- Tim medis dari RS Nur Hidayah dibuat heran dengan keluhan pasien Ny Fadilah Hartati (46) asal Dusun Paduresan Desa Imogiri Bantul.

Fadilah yang datang ke RS bersama suaminya Budi Purwanto (54), Mingggu (4/8/2019) siang, mengeluh sakit pada pundak kanannya. Mendapat keluhan tersebut, kemudian dilakukan rontgen.

Betapa kagetnya, tim medis ternyata menemukan di pundak kanan depan Fadilah ada benda yakni jarum jahit. Akhirnya diambil keputusan dilakukan bedah atau operasi untuk mengambil benda tersebut, Senin (5/8/2019) pukul 06:00 setelah pasien berpuasa.

Operasi  dipimpin Dr dr Sagiran SpB Mkes yang juga pernah menangani kasus ‘manusia paku’ Supiyati pada tahun 2012. Dokter Sagiran dibantu oleh tim lain termasuk dari  bagian anestesi, Hariyanto AMK.

Ternyata  saat  operasi, jarum yang terlihat di rontgen tidak ditemukan. Setelah itu, bedah ditutup kembali dan petugas melakukan rontgen ulang. Ternyata jarum posisi berubah ke pundak  kanan sebelah belakang.

“Jadi tadi pada operasi pertama, jarumnya tidak kita temukan, padahal saat rontgen posisi jarum sudah  saya tandai.  Jarum berhasil diangkat setelah dioperasi  yang kedua,” kata Hariyanto kepada koranbernas.id di RS  Nur Hidayah, Senin (5/8/2019) malam.

Jarum tersebut sudah berkarat dan  saat diambil sudah pecah menjadi empat bagian. Selanjutnya jarum disimpan keluarga pasien.

Hasil foto rontgen pasien. (istimewa)

Ustad Nurcholis dari bagian spiritual RS Nur Hidayah mengatakan, begitu melihat kasus aneh tersebut pihaknya  segera melakukan terapi dan penyembuhan.

Bukan hanya secara medis yakni dengan bedah dan obat, namun juga dengan jalan spiritual. “Kami melakukan komunikasi dan juga bertanya atau wawancara kepada keluarga pasien mengenai gejala atau keluhan yang dirasakan pasien. Kami simpulkan yang bersangkutan terkena sihir atau guna-guna (santhet),” kata Ustad Nurcholis.

Di antara tanda tersebut adalah  pasien sering mengalami emosi tinggi (temperamental), gelisah, tidak  nyaman atau merasa panas di rumah serta mengalami gangguan dalam ibadah cenderung malas-malasan.

Pasien juga sering lupa jumlah-jumlah rakaat saat salat.  “Jadi langkah penanganan setelah hari ini dioperasi, nanti akan kita ikuti dengan Ruqyah Syar’iyyah. Sekarang proses penyembuhan dulu dan agar kondisi pasien lebih kuat. Rencana ruqyah dilakukan pada kontrol pertama tiga hari mendatang,” katanya.

Jarum berkarat berhasil dikeluarkan dari bahu kanan Fadilah Hartati setelah dioperasi oleh tim medis RS Nur Hidayah, Senin (5/8/2019). (istimewa)

Tidak jarang ketika di-ruqyah penderita mengalami muntah, maka  ruqyah membutuhkan kondisi tubuh yang  kuat.

Menurut Ustad Nurcholis, tujuan ruqyah untuk membersihkan badan dari gangguan jin. Juga membetengi dari segala sihir yang bisa saja datang kembali.

Biasanya orang terkena sihir karena faktor sering berurusan dengan hal gaib misalnya memiliki benda-benda pusaka, memiliki jimat, belajar ilmu kebatinan atau hal lain.

Fadilah sebelum pulang tadi malam mengatakan kejadian aneh dirasakan dirinya sejak sepuluh tahun lalu. Saat bekerja di perusahaan jasa pengiriman barang, tiba-tiba saja kaki kananya kala itu tidak bisa digerakkan.

Dari hasil pemeriksaan diketahui ada jarum dan sakitnya akan terasa setiap Magrib. Kemudian setelah diobati, ternyata sakit itu berpindah ke pundak.

“Rasanya pundak saya sakit sekali, nyeri dan kepala juga sakit tidak karu-karuan. Akhirnya dengan diantar keluarga saya berobat ke sini karena ingin sembuh setelah menderita sakit seperti ini cukup lama,” kata Fadilah yang membuka usaha laundry.

Dia mengakui selama ini memang kerap marah, termasuk kepada suaminya sering berani dan melawan. Merasa tidak betah di rumah, panas  dan juga sering lupa jumlah rakaat saat salat. “Semoga setelah ini saya bisa sembuh total,” katanya.

Sedangkan Budi mengatakan keluarganya tidak bersuudon pihak mana yang melakukan sihir kepada istrinya. “Yang penting istri saya berobat dan sembuh. Dan saya memang ingin Pak Dokter Sagiran yang menangani. Alhamdulillah semua telah selesai dioperasi,” katanya.

Selanjutnya mereka akan melakukan kontrol dan ruqyah seperti yang disarankan. Sebelum keluarga ini pulang pukul 20:00, Ustad Nurcholis membacakan doa keselamatan dan kesembuhan bagi pasien. (sol)



Selasa, 06 Agu 2019, 13:07:14 WIB Oleh : Sari Wijaya 837 View
Kejari Kumpulkan Keterangan Kasus Desa Bantul
Selasa, 06 Agu 2019, 13:07:14 WIB Oleh : Sholihul Hadi 470 View
Mbah Moen Wafat di Tanah Suci Makkah
Selasa, 06 Agu 2019, 13:07:14 WIB Oleh : Sholihul Hadi 467 View
Musnahkan Sampah di TPST Piyungan secara Permanen

Tuliskan Komentar