Selasa, 15 Jun 2021,


disambati-anak-seminggu-kemudian-doanya-langsung-terkabulSutarto menerima secara simbolis hadiah dari program Daihatsu Virtual Event yang diserahkan Kepala Cabang Astra Daihatsu Yogya Magelang, Sigit Suryanto. (istimewa)


Warjono
Disambati Anak, Seminggu Kemudian Doanya Langsung Terkabul
Kisah Mantan Sopir Yang Kini Menjadi Penjual Aksesoris Hanphone
SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA — Tanggal 5 Maret 2021 boleh jadi adalah hari paling berkesan bagi Sutarto (45). Ayah tiga orang anak warga Kalasan, Sleman, DIY ini mendapat kejutan dari program Customer Virtual Event Daihatsu. Ia menjadi salah satu dari penerima hadiah utama berupa sepeda motor baru BeAt Street. Padahal secara nasional, hanya ada empat konsumen yang berhak menerima hadiah serupa.


Berkesan bagi Sutarto. Sebab, inilah hadiah yang baru pertama kali dia terima sepanjang umurnya. Lebih istimewa lagi, kabar gembira yang disampaikan Arin Indartami, Sales Counter Astra Daihatsu Yogyakarta Jalan Magelang ini, ia terima persis sepekan setelah anak keduanya minta dibelikan sepeda motor matik untuk kendaraan berangkat dan pulang sekolah nantinya.


Kok ya kebetulan. Seminggu lalu anak saya minta matik untuk menggantikan motornya yang sudah tua. Saya tidak menyangka akan mendapatkan hadiah ini. Benar-benar syukur alhamdulillah. Doa kami terkabul,” kata Sutarto, pekan lalu.

Tak kalah gembiranya Arin Indartami. Wanita yang selalu tampil ramah ini mengaku sangat senang seorang customernya beruntung mendapatkan hadiah tersebut. Arin mengaku sudah menjadi tugasnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap customer dan bahkan calon customer. Bukan hanya pelayanan terkait informasi produk dan penjualan, tapi juga segala hal yang menjadi hak dan benefit bagi customer.


Sama halnya pelayanannya untuk Sutarto, mantan sopir yang sejak 2005 lalu membanting stir mencoba peruntungan menjadi pedagang aksesoris handphone. Tanpa diminta, Arin telaten menelisik setiap peluang untuk dapat membantu Sutarto. Ini pula yang ia lakukan saat Januari lalu untuk yang ke sekian kalinya Sutarto ingin membeli unit baru di Daihatsu Jalan Magelang.


Ceritanya, Sutarto ingin membeli Gran Max guna menambah armada kanvasing dan penetrasi pasar. Berhubung di awal tahun, Sutarto besar kemungkinan akan dikenakan harga baru. Arin mengaku sudah menerima kisi-kisi tentang besaran kenaikan harga setiap unit mobil.


Negosiasi pun terjadi. Dengan alasan sudah menjadi customer cukup lama dan sudah membeli Daihatsu sebanyak empat unit, Sutarto meminta agar mendapatkan diskon dan sebisa mungkin dikenakan harga lama.

Alasan yang cukup masuk akal. Ingin membantu, tapi Arin tidak serta merta dapat menuruti. Arin berusaha mengejar agar Sutarto segera membuat Surat Pemesanan Kendaraan SPK, dan bisa diikutkan harga lama. Tapi ternyata usaha itu gagal. Pesanan Sutarto tetap harus masuk ke daftar harga baru.

“Kebetulan, sejak 2020 (pandemi), kita ada Customer Virtual Event yang diselenggarakan oleh kantor pusat. Event bulanan ini menawarkan banyak fasilitas, termasuk hadiah berupa sepeda motor BeAt Street sebanyak empat  unit yang diundi secara nasional dan berbagai hadiah lainnya. Saya minta izin dan memberitahukan ke Pak Sutarto untuk saya ikutkan dalam program ini bersama puluhan customer lain di Jogja. Saya juga berkoordinasi dengan pihak leasing untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan yang lebih lunak,” kata Arin memberi penjelasan.

Tak disangka, ternyata Pak Tarto menjadi salah satu yang menerima hadiah utama berupa sepeda motor. Selain dia, masih ada beberapa customer lain di Jogja yang mendapatkannya, meski bukan hadiah utama.

“Kalau dihitung-hitung, nilai hadiah dan fasilitas pembiayaan lunak ya hampir sebandinglah dengan kenaikan harga mobil yang harus dibayar Pak Tarto,” ujar Arin lagi.

Sebulan Koordinasi

Bagi Arin, hasil ini merupakan ikhtiar yang harus dilakukan untuk membantu setiap customer. Manajemen sudah membuat program-program pemasaran, yang dimaksudkan untuk memberikan benefit terbaik untuk pelanggan. Dan menjadi kewajiban bagi semua staf dan karyawan untuk mendukung program, sehingga lebih maksimal membawa manfaat ke pelanggan.

“Kira-kira sebulan kami terus berkoordinasi sebelum akhirnya Pak Tarto benar-benar membeli unit dan mendapatkan armada seperti yang beliau inginkan. Sangat senang bisa membantu mewujudkan apayang diinginkan Pak Tarto,” katanya.

Perkenalannya dengan Arin, kata Sutarto, sudah berlangsung sejak lama. Di awal menggeluti penjualan aksesoris handphone, Sutarto sudah mengenal Arin saat hendak menjual mobilnya untuk menambah modal usaha.

Dari sanalah, Sutarto dan Arin terus berkomunikasi. Saat usaha Sutarto semakin maju dan memerlukan tambahan armada, Arin pun menawarkan unit Gran Max blind van yang ternyata langsung diminati Sutarto. Dari pembelian pertama itu sampai saat ini, Sutarto sudah membeli unit Daihatsu sebanyak lima kali. Semuanya dipakai untuk armada kanvasing aksesoris handphone.

“Saya saat ini mengelola sekitar 400 outlet di DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk wilayah DIY cukup merata. Kemudian untuk Jawa Tengah, paling utara sampai Ungaran. Jawa Timur sampai Ngawi dan Trenggalek, sedangkan Jawa Barat sampai Pangandaran. Memang lumayan luas dan jauh, karena saya sekarang fokus ke retail dan tidak lagi menggarap pasar grosir. Saya sudah kapok, karena menyuplai grosiran risikonya terlalu besar. Ketika ada kendala di pembayaran, saya juga langsung kena imbas. Kalau melayani retail, misalnya ada satu atau dua mitra yang mengalami kendala, saya masih bisa jalan,” kata Sutarto.

Usaha Sutarto benar-benar mulai menanjak sejak 2014. Strategi pemasaran dan upayanya untuk terus memperbaiki operasional, membuat usahanya makin berkembang stabil. Sutarto terus memperluas jangkauan pemasaran, dengan menambah sales atau marketing dan menambah armada kanvasing.

“Ibarat toko berjalan. Setiap hari mobilnya meluncur berkeliling mengunjungi outlet mitra, dan mendatangi outlet-outlet baru untuk diajak bermitra. Jadwalnya, dua minggu sekali luar kota, seminggu sekali berkeliling dalam kota dan hanya libur saat Minggu,” kata Sutarto.

Meskipun terbilang bekerja keras, armada miliknya ternyata tetap tangguh dan tidak rewel. Yang paling tua, Sutarto masih mengoperasikan unit buatan 2008 dan tidak ada kendala. Padahal, dia mengaku tidak melakukan servis rutin ke dealer dan hanya tertib mengganti oli yang dilakukannya sendiri.

“Saya hanya servis ke dealer untuk perawatan yang saya tidak bisa melakukannya sendiri. Misal mengganti kanvas rem, dan lain sebagainya. Itulah yang membuat saya tidak pindah ke merek lain. Konsumsi bahan bakarnya irit, tangguh dan kalau pun harus perawatan lebih, suku cadangnya mudah dan terjangkau,” katanya.

Selain produknya, informasi dan pelayanan Arin bagi Sutarto juga terasa istimewa. Sebagai customer, Sutarto mengaku selalu mendapatkan solusi dari setiap keluhan terkait produk. Bahkan, Sutarto juga merasa sering mendapatkan masukan-masukan yang membantu usahanya mengembangkan bisnis. Sehingga Sutarto sampai kini yakin, kebutuhan armada untuk menunjang operasional usahanya, ada di Daihatsu.

“Saya pernah mencoba membeli unit dari merek lain. Tapi ternyata benar yang dikatakan Mbak Arin, ada saja kelemahannya untuk usaha seperti saya. Saya jadi yakin, untuk menunjang usaha, saya gak perlu mencari merek lain,” pungkas Sutarto. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini