Sabtu, 24 Okt 2020,


diprediksi-perang-hoax-semakin-gencarSindikat Anti Hoax Jawa Tengah menggelar aksi simpatik untuk mengajak masyarakat supaya lebih selektif dalam menyaring informasi. (Bekti Maharani/koranbernas.id)


maharani

Diprediksi Perang Hoax Semakin Gencar


SHARE

KORANBERNAS.ID--Menjelang hari tenang pemilu 2019, diprediksi perang hoax melalui media sosial (medsos) akan semakin gencar.

Masyarakat diminta tidak mudah terhasut dan menjadikan media mainstream baik cetak, radio, televisi dan online yang yang sudah terverifikasi dewan pers sebagai rujukan informasi.


Baca Lainnya :

Berdasarkan hal tersebut, Sindikat Anti Hoax Jawa Tengah menggelar aksi simpatik untuk mengajak masyarakat supaya lebih selektif dalam menyaring informasi.

Koordinator Sindikat Anti Hoax Jateng, Agus Hermanto mengatakan, informasi yang beredar di medsos belum tentu kebenarannya.


Baca Lainnya :

“Jadikan media mainstream sebagai rujukan informasi. Karena media mainstream dipastikan benar dengan narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mudah percaya dengan informasi di medsos,” tandas Agus Hermanto yang juga jurnalis Indosiar ini disela-sela aksi, Jumat (5/4/2019).

Agus Hermanto menambahkan, di minggu tenang, sudah saatnya untuk menghentikan aksi saling menghujat, saling menjatuhkan antar pendukung dan saling melempar informasi yang menyesatkan.

“Untuk lembaga penyelenggara pemilu baik KPU, Bawaslu supaya menjalankan tugas dengan baik tanpa mendukung salah satu peserta pemilu,” tandasnya.

Sementara itu lanjut Agus Hermanto, TNI-Polri juga diminta supaya tetap menjaga netralitasnya dan turut mengamankan jalannya pemilu dengan baik.

Ketua Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng Damar Sinuko mengaku prihatin dengan masifnya berita hoax di medsos.

“Kita sangat prihatin, karena saat ini banyak kabar berita hoax yang beredar secara masif di medsos. Salah satunya hoax soal alat server KPU yang di setting untuk memenangkan salah satu paslon di Pilpres. Itu jumlah yang dishare mencapai jutaan akun,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Tengah adalah salah satu wilayah yang strategis untuk penyebaran hoax karena menjadi sasaran kemenangan para paslon di Pilpres.

“Kita sebagai insan media/jurnalis harus ikut memerangi hoax. Diawali dari nurani dan komitmen kita dalam membuat dan menyajikan berita yang sebenarnya,” pungkasnya.(SM)


TAGS:

SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini