atas

Diduga Panik, Mbenggol Loncat dari Lantai 2 RS

Minggu, 10 Feb 2019 | 08:38:48 WIB, Dilihat 888 Kali - Oleh Sari Wijaya

SHARE


Diduga Panik, Mbenggol Loncat dari Lantai 2 RS Dwi Mbenggol warga Tegallayang Pandak dirawat setelah loncat dari lantai 2 RS PKU Bantul, Sabtu (9/2/2019)malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

Baca Juga : Ingin Jadi Pengawas TPS? Ini Syaratnya


KORANBERNAS.ID--Suasana malam di RS PKU Muhammadiyah Jalan Janderal Sudirman Bantul mendadak geger, Sabtu (9/2/2019) malam. Ini terjadi setelah salah satu pengunjung pasien bernama Dwi Mbenggol asal Tegallayang, Desa Caturharjo, Pandak loncat dari lantai 2 Bangsal Al Insan 1.

Mbenggol loncat setelah sebelumnya menabrak kaca jendela ukuran 1 x 1 meter dan kemudian tersangkut di atap lantai bawahnya.

Mbenggol lantas lari melewati dua atap rumah penduduk di utara RS tersebut dan loncat ke halaman belakang rumah yang terdapat pekarangan.

Petugas medis maupun satpam RS PKU kemudian menghubungi pihak kepolisian yang segera mengevakuasi Mbenggol sekitar pukul 23.00 WIB.

Mbenggol yang kala itu memakai kaos warna hitam dan celana senada itu nampak terluka di beberapa bagian. Darah juga mengucur dari wajah, hidung dan tangan.

Proses evakuasi tersebut disaksikan ratusan orang yang berdesakan di depan RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Usai dievakuasi Mbenggol dirawat di IGD RS PKU Muhammadyah.Polisi juga masih nampak berjaga di RS hingga Minggu (10/2/2019) dini hari.

Keterangan yang dihimpun koranbernas.id dari lokasi kejadian diketahui jika Dwi ke RS tersebut sejak pagi jam 08.00 WIB bersama temanya bernama Soni Ambar Purnawan asal Koripan, Desa Poncosari, Srandakan.

Tujuan Dwi adalah untuk menengok adik Soni bernama Rela Ari yang baru saja dioperasi.

Di RS, Dwi sempat juga sempat minta dikerok oleh keluarga Soni karena masuk angin dan juga keluar RS untuk keperluan membeli makanan.

“Setelah keluar RS, teman saya ini kembali ke RS malam harinya,”kata Soni kepada koranbernas.id di lokasi.

Karena sudah kenal hampir 2 bulan, Soni mengaku tidak menaruh curiga kendati Dwi di RS sejak pagi hingga sore, lalu menjelang malam datang lagi.

Hingga sekitar pukul 22 WIB, Soni tertidur di dekat ranjang adiknya tersebut. Begitupun orang tuanya Suwardi (60 tahun) dan ibunya semua tertidur.

Betapa kagetnya ketika tiba-tiba sekitar jam 22.30 WIB adiknya yang kondisi lemah berteriak melihat Dwi yang sedang membuka-buka laci di dekat tempat tidurnya. Diduga karena panik aksinya kepergok, Dwi langsung menabrak jendela berkaca hitam pekat di dekatnya untuk melarikan diri.

Ditabrak Dwi, kaca hancur berantakan dan sempat ada yang melukai kaki Ny Suwardi yang ada di lokasi.

Nek saya tidak dengar karena sama batih (istri-red) saya tidur.Tahu-tahu kaget setelah ada suara kaca pecah,”kata Suwardi.

Sedangkan Rela mengatakan saat itu dirinya terjaga dari tidur dan melihat teman kakaknya sedang membuka-buka laci.

“Kebetulan dompet ibu saya disitu,”kata Rela.

“Saya pernah ke rumah teman saya ini di Tegallayang dan dia sudah berkeluarga. Saya kenal karena sering melihat tontonan dan ketemu,”sambung Soni. (SM)



Minggu, 10 Feb 2019, 08:38:48 WIB Oleh : W Asmani 285 View
Ingin Jadi Pengawas TPS? Ini Syaratnya
Sabtu, 09 Feb 2019, 08:38:48 WIB Oleh : Redaktur 263 View
Tanam Sayuran Sistem Vertikal Dukung Keluarga
Sabtu, 09 Feb 2019, 08:38:48 WIB Oleh : Redaktur 174 View
Gunungkidul Panen Raya Jagung Hibrida

Tuliskan Komentar