atas

Di Tempat Ini 90 Tahun Silam Digelar Kongres Perempuan

Sabtu, 22 Des 2018 | 18:41:43 WIB, Dilihat 510 Kali - Oleh Dwi Suyono

SHARE


Di Tempat Ini 90 Tahun Silam Digelar Kongres Perempuan Peringatan 90 Tahun Kongres Perempuan Indonesia, Sabtu (22/12/2018), di Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY, Ndalem Joyodipuran Yogyakarta. (dwi suyono/koranbernas.id)

Baca Juga : Sejumlah 360 Siswa Terima Beasiswa OSC


KORANBERNAS.ID -- Sejarah mencatat, perempuan memiliki peran signifikan memperjuangkan bangsa ini terutama pada periode abad ke-16 hingga abad ke-19.

Demikian sambutan tertulis Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, pada acara Peringatan 90 Tahun Kongres Perempuan Indonesia,  Sabtu (22/12/2018), di kompleks Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY, Ndalem Joyodipuran Yogyakarta.

Menurut Hilmar, terdapat nama-nama seperti Cut Nyak Dien dan Cut Mutiah dari Aceh, Nyi Ageng Serang dari Jawa maupun Christina Martha Tiahahu dari Maluku. Mereka aktif ikut angkat senjata menyusun strategi melawan penjajah Belanda.

“Tercatat pula nama nama perempuan dalam perang diplomasi politik dan pendidikan seperti R A Kartini,  Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Maramis,” ujarnya.

Pada era sesudah kemerdekaan peran perempuan kembali menguat dan berada di garis depan sebagai bagian dari pembentukan karakter nasional.

Mereka membuktikan kualitas dan perannya dengan menduduki berbagai posisi strategis, seperti jabatan menteri atau jabatan penting lainnya.

“Mereka membuktikan sebagai sebuah kekuatan moral dalam menjaga semangat nasional kebangsaan,” ungkapnya.

Direktur Sejarah Triana Wulandari menyampaikan, acara yang diselenggarakan kali ini memiliki tujuan untuk  implementasi penguatan pendidikan karakter bagi anak bangsa.

“Belajar sejarah tidak hanya dalam bentuk pembelajaran tekstual saja tetapi juga dalam berbagai kegiatan sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih berkualitas,” katanya.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY, Zaimul Azzah, menyampaikan peringatan 90 tahun Kongres Perempuan Indonesia digelar di kompleks BPNB DIY Ndalem Joyodipuran,  karena memang di tempat inilah 90 tahun lalu diadakan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali.

“Tempat ini memang memiliki nilai sejarah yang penting bagi perjuangan bangsa terutama bagi kaum perempuan. Dan di tempat ini pusat kegiatan yang dilakukan oleh kaum perempuan bangsa ini.  Karena itu kami gelar peringatan ini dengan berbagai kegiatan seperti seminar wokshop dan juga  pameran lukisan yang berisi tokoh tokoh perempuan Indonesia. Semoga gelaran kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini terutama kaum perempuan,” paparnya.

Kegiatan ini dihadiri 200 peserta berasal dari berbagai kalangan komunitas yang didominasi oleh kaum perempuan. (sol)



Sabtu, 22 Des 2018, 18:41:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 376 View
Sejumlah 360 Siswa Terima Beasiswa OSC
Jumat, 21 Des 2018, 18:41:43 WIB Oleh : Nila Jalasutra 414 View
Ratusan PNS Pemkab Sleman Pensiun
Jumat, 21 Des 2018, 18:41:43 WIB Oleh : Sholihul Hadi 437 View
ACT Siap Kirim Tim Kemanusiaan ke Uighur

Tuliskan Komentar