atas1

Dewan masjid Ingatkan Masjid Terlarang untuk Kampanye

Rabu, 26 Des 2018 | 20:22:44 WIB, Dilihat 754 Kali
Penulis : Sari Wijaya
Redaktur

SHARE


Dewan masjid Ingatkan Masjid Terlarang untuk Kampanye Muhammad, saat bertemu pengurus takmir se Kabupaten Bantul di Ponpes Ibnu Qoyyim Putra, Piyungan, Selasa (25/12/2018) lalu. (istimewa)

Baca Juga : Properti Mewah Diduga Dijual Tanpa Izin Lengkap


KORANBERNAS.ID--Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY, Muhammad memberikan pesan kepada pengurus takmir masjid se Kabupaten Bantul. “Bahwa masjid adalah perekat umat. Dan saya yakin di kampung bapak-bapak, semua partai politik itu ada. Saya berharap itu jangan sampai memecah persaudaraan,”kata Muhammad, Rabu (26/12/2018).

Hal itu juga sudah disampaikan saat pertemuan dengan takmir masjid se Kabupaten Bantul yang berlokasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Qoyyim Putra, Piyungan sehari sebelumnya.

Maka, lanjut Muhammad, takmir masjid memiliki fungsi mempersatukan umat Islam yang beda parpol tadi dan tidak membeda-bedakan.

“Saat di masjid harus bisa mempersatukan pada semuanya,” katanya.

Seorang takmir harus berani memberikan imbauan kepada jemaah untuk tidak menggunakan gambar parpol atau nama calon. Seorang takmir juga harus netral tidak boleh ada caleg yang nitip pesan,”tandas Muhammad.

Begitupun takmir harus melarang lingkungan masjid dipasangi atribut partai atau calon legislatif dan calon presiden.

Dewan masjid sendiri sudah membuat aturan mengenai hal tersebut.

“Kepada setiap takmir masjid agar dapat menjaga ketertiban dan kenyamanan jemaah dan masjid tidak boleh dijadikan kampanye partai,” katanya.

Takmir dihadapkan pada tugas bagaimana meningkatkan kualitas

ibadah jemaahnya dan menerangkan fungsi utama masjid sebenarnya. Yakni masjid sebagai sarana ibadah. Sedangkan fungsi lainnya seperti fungsi sosial dan pendidikan merupakan fungsi tambahan karena perkembangan zaman. Sementara fungsi politik praktis tidak diperbolehkan karena hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Takmir harus terus melakukan pembinaan kepada umat Islam di lingkungannya sehingga ukhuwah islamiyah bisa terjalin dengan baik.

Selain mewaspadai potensi adanya politisasi masjid, para takmir juga

harus mewaspadai adanya gerakan dan doktrinasi ajaran tertentu yang cenderung radikal dan pendukung teror. Apa yang marak terjadi di daerah lain jangan sampai terjadi di DIY. (SM)



Rabu, 26 Des 2018, 20:22:44 WIB Oleh : Rosihan Anwar 1250 View
Properti Mewah Diduga Dijual Tanpa Izin Lengkap
Rabu, 26 Des 2018, 20:22:44 WIB Oleh : Nanang WH 1246 View
Pengadaan Tanah JLSS Terancam Gagal
Rabu, 26 Des 2018, 20:22:44 WIB Oleh : warjono 959 View
Jauh dari Bekasi, WCI Usung Semangat Perdamaian di Jogja

Tuliskan Komentar