atas1

Dengan Keris di Pinggang Melayang di Udara

Rabu, 12 Jun 2019 | 07:20:05 WIB, Dilihat 10561 Kali - Oleh Sholihul Hadi

SHARE


Dengan Keris di Pinggang Melayang di Udara Aksi badut manusia melayang menarik perhatian pengunjung GL Zoo Yogyakarta. (istimewa)

Baca Juga : Malioboro Bebas Kendaraan, Ini Dia Tanggalnya


KORANBERNAS.ID -- Mengenakan busana Jawa lengkap dengan keris di pinggang, kaca mata hitam serta blangkon di kepala, sosok yang satu ini menarik perhatian banyak orang.

Tak sedikit pengunjung Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta pada masa liburan Idul Fitri 1440 H, pekan lalu, dibuat penasaran menyaksikan badut “manusia melayang” tersebut.

Seraya tangan kanannya memegangi tongkat, dia seperti duduk tanpa kursi. Tubuhnya seperti melayang-layang di udara.

Penampilan badut manusia melayang di depan Museum GL Zoo itu pun mampu menghibur pengunjung.

Tim kreatif GL Zoo, Suyadi, menjelaskan pada masa libur lebaran ditampilkan pula badut-badut satwa seperti badut singa, celeng, gajah gogik, kera dan badut kepala menjangan. “Badut manusia melayang tampil bergantian tiap dua jam,” ujarnya.

Kabid Humas GL Zoo, Eros Yan Renanda, menambahkan pada masa liburan kali ini jumlah pengunjung bisa mencapai 14.500 orang per hari, bahkan lebih.

“Mereka kebanyakan wisatawan keluarga atau individu, lainnya datang secara berombongan,” kata Eros.

Selama di kebun binatang itu pengunjung selain menyaksikan koleksi satwa, juga memanfaatkan bermacam wahana permainan yang disediakan, seperti kapal katamaran, transpor keliling (taring), speedboad, becak air,  perahu senggol  dan gethek penyeberangan dari bambu.

Ditampilkan pula permainan tradisional egrang bambu, egrang batok, bakiak dan engklek. “Permainan tradisional ini untuk mengenalkan pada anak-anak, dan juga untuk bernostalgia bagi orangtua,” kata Isa Anggit Prasetya, Project Manager Dolanan Anak Yogya.

Komunitas dolanan anak ini dikelola alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Wisatawan diajari cara memainkan aneka dolanan anak tersebut.

Selain  itu, juga tampil kesenian tradisional gejog lesung dari Kampung Tahunan Yogyakarta. Kampung  Tahunan sejak dulu kondang dengan kesenian gejog lesung dan reog, namun kemudian lama mati suri.

“Sekarang kami coba hidupkan kembali untuk nguri-uri budaya agar kesenian tersebut tidak punah,” kata Supangat,  ketua kesenian gejog lesung. (sol)



Selasa, 11 Jun 2019, 07:20:05 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 584 View
Malioboro Bebas Kendaraan, Ini Dia Tanggalnya
Senin, 10 Jun 2019, 07:20:05 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 288 View
Idulfitri, Kolusi Manusia dengan Tuhan
Senin, 10 Jun 2019, 07:20:05 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 321 View
ASN Bolos Harus Bawa Surat Dokter

Tuliskan Komentar