Rabu, 16 Jun 2021,


demam-gowes-rezeki-bagi-bengkel-sepedaZunan Prasetyo memperbaiki sepeda di bengkelnya. (arie giyarto/koranbernas.id)


Arie Giyarto
Demam Gowes Rezeki bagi Bengkel Sepeda

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Demam bersepeda atau gowes melanda masyarakat di berbagai kota. Di Yogyakarta hampir setiap hari jalanan diramaikan rombongan pesepeda, mulai dari anak-anak sampai lansia.


Anjuran olahraga sebagai salah satu cara mencegah terjangkitnya Covid-19 selain protokol kesehatan, diterjemahkan sebagian masyarakat dengan gowes.

  • Lima Sekolah Uji Coba KBM Tatap Muka Terbatas
  • Setengah Abad Mati Suri GPM Bertemu PWNU

  • Komunitas pesepeda pun melebarkan jejaringnya ke yang lain. Bersepeda ramai-ramai selain menyehatkan juga menyenangkan. Begitu tinggi antusiasme warga sampai-sampai rela antre di depan beberapa toko sepeda sebelum buka.

    Bagi Zunan Prasetyo (26), demam gowes berarti rezeki. Anak muda itu membuka bengkel sepeda di Jalan Sorogenen 35, sebelum turunan jalan menuju bekas Pasar Ikan Higienis Umbulharjo Yogyakarta.

  • Film Batik Haji Bilal Angkat Kisah 100 Tahun Lalu
  • Kegiatan Seni Tidak Boleh Mandek

  • Ya pendapatan bertambah sekitar 30 persen selama pandemi," kata Zunan kepada Koranbernas.id, Rabu (7/10/2020), di tempat kerjanya.


    Terlihat sejumlah sepeda menunggu antrean untuk perbaikan. Rekornya pernah mencapai 200 pesepeda antre dengan berbagai kebutuhan perbaikan sepedanya.


    Zunan selalu melihat apa yang perlu ditangani dan menginformasikan berapa hari perbaikan selesai. Dari 200 sepeda yang numpuk itu, rata-rata bisa ditangani 40 sampai 50 per hari.

    Itu dikerjakan bersama temannya, untuk servis kecil. Kebanyakan ganti ban, servis kampas, rantai dan sejenisnya. Karena gowes paling ramai hari Minggu, sepeda paling banyak datang hari Kamis, Jumat dan Sabtu.

    Bengkel Zunan laris karena ongkosnya relatif murah, berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 35.000, tergantung jenis servisnya. Pelayanannya sangat ramah.

    Karena musibah

    Sebenarnya Zunan, salah jalan, dalam tanda kutip. Pemuda yang tinggal di Mrican Giwangan itu pendidikan formalnya STM Jurusan Listrik. Dia trauma ketika mengalami musibah saat memperbaiki listrik di sebuah gedung.

    Dia jatuh karena kayunya lapuk. Tidak sadar seminggu di rumah sakit, sesudah melewati masa-masa pemulihan dia merasa sering pusing. Ada yang menganjurkan untuk sepedaan. Mula-mula hanya seputar Mrican, lama-lama makin jauh. Pernah ke wilayah Gunungkidul lewat jalur jalan selatan yang mulus dan relatif sepi ternyata sepeda tak kuat menanjak di jalur Cino Mati yang terkenal sangat tajam.

    Zunan yang sejak SD sudah sering membantu ayahnya, Sudadi, di bengkel sepedanya mencoba mencari tahu mana yang harus diganti. Akhirnya dia bisa membawa sepedanya menanjak ruas jalan yang terkenal menakutkan itu.

    Anak muda itu belajar otodidak mengamati ayahnya bekerja memperbaiki sepeda. Ketika Sudadi harus “pensiun” karena sakit, Zunan tampil sebagai penggantinya. Sebagai anak muda yang selalu ingin tahu, Zunan berusaha mempelajari sepeda lintas zaman.

    “Kebanyakan bengkel sepeda sekarang hanya bisa menangani jenis sepeda tertentu. Misalnya sepeda lipat, hanya menerima sepeda lipat," kata dia.

    Sedangkan Zunan berusaha mengerti sepeda lintas zaman. Sepeda onta perlu penanganan khusus. Sepeda lama oke, sepeda model baru pun bisa. Karena sudah menguasai tekniknya, dia tidak menolak servis sepeda jenis apapun.

    Dari usaha ini pendapatan bersih bisa mencapai kisaran Rp 3 juta per bulan. Sudah termasuk pengeluaran untuk asistennya serta kontrak rumah.

    Dia berharap kontrak rumah diperpanjang lagi karena tempatnya nyaman untuk usaha bengkel. Bukan saja dari sisi pendapatan tetapi di sana dia juga mendapatkan banyak teman dari kalangan komunitas gowes maupun pelanggan perseorangan.

    Pada bangku panjangnya itu Zunan sering terlibat diskusi. Bangku panjang itu tak pernah sepi dari sumber ilmu, karena tempatnya teduh oleh pohon rindang khas kawasan pinggiran kota. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini